Pertamina Tutup Sementara SPBU Sriwijaya Semarang Usai Kebakaran Motor, Fokus Utama pada Keselamatan Pelanggan

Pertamina Tutup Sementara SPBU Sriwijaya Semarang Usai Kebakaran Motor, Fokus Utama pada Keselamatan Pelanggan
Pertamina Tutup Sementara SPBU Sriwijaya Semarang Usai Kebakaran Motor, Fokus Utama pada Keselamatan Pelanggan

123Berita – 08 April 2026 | PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah mengambil langkah tegas dengan menutup sementara Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sriwijaya yang berlokasi di Semarang setelah terjadi insiden kebakaran pada sebuah motor di area pompa. Keputusan tersebut diambil sebagai respons cepat demi memastikan keselamatan pengguna layanan serta meminimalisir risiko yang dapat membahayakan publik.

Insiden kebakaran terjadi pada sore hari, tepatnya sekitar pukul 15.30 WIB, ketika seorang pengendara motor tiba‑tiba mengalami api menyala di bagian mesin setelah mengisi bahan bakar. Petugas keamanan SPBU segera memadamkan api dengan bantuan pemadam kebakaran setempat, namun kerusakan ringan pada pompa bahan bakar tidak dapat dihindari. Tidak ada korban jiwa maupun luka berat yang dilaporkan, namun kejadian tersebut menimbulkan kepanikan di kalangan pengguna yang berada di sekitar pompa.

Bacaan Lainnya

Menanggapi kejadian tersebut, Direktur Regional Jawa Bagian Tengah, Budi Santoso, menyatakan bahwa penutupan sementara SPBU Sriwijaya merupakan tindakan preventif yang diperlukan untuk melakukan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh peralatan, termasuk sistem pipa, dispenser, serta sistem kelistrikan. “Keselamatan pelanggan adalah prioritas utama Pertamina. Kami tidak dapat mengabaikan potensi bahaya yang muncul setelah insiden kebakaran ini, sehingga penutupan sementara menjadi langkah yang paling tepat,” ungkapnya dalam konferensi pers singkat yang diadakan di kantor pusat Pertamina Patra Niaga.

Selama proses penutupan, tim teknisi akan melakukan audit keamanan secara komprehensif, memeriksa kembali prosedur operasional standar (SOP) serta melakukan perbaikan atau penggantian komponen yang terbukti tidak memenuhi standar keselamatan. Selain itu, Pertamina berkomitmen untuk meningkatkan pelatihan bagi seluruh karyawan SPBU, khususnya dalam hal penanganan darurat dan penggunaan alat pemadam kebakaran.

Penutupan SPBU Sriwijaya berdampak pada mobilitas pengguna bahan bakar di wilayah Semarang, khususnya di kawasan pusat kota yang mengandalkan pompa tersebut sebagai titik layanan utama. Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perhubungan setempat telah menginstruksikan agar pengguna diarahkan ke SPBU alternatif terdekat, seperti SPBU Gajah Mada di Jalan Pemuda dan SPBU Bumi Raya di Jalan Gajah Mada, untuk mengurangi potensi kemacetan dan antrian panjang.

Warga dan pengguna layanan memberikan tanggapan beragam. Sebagian mengapresiasi langkah cepat Pertamina dalam menutup pompa demi keselamatan, sementara yang lain menyoroti ketidaknyamanan yang timbul akibat harus menempuh jarak lebih jauh. “Saya mengerti pentingnya keamanan, tetapi kami berharap perbaikan dapat selesai secepat mungkin karena SPBU ini memang menjadi pilihan utama saat kami lewat,” kata Rudi Hartono, seorang pengemudi taksi yang sering mengisi bahan bakar di SPBU Sriwijaya.

Di sisi lain, pihak kepolisian setempat menyatakan bahwa penyelidikan awal menunjukkan kebakaran disebabkan oleh kegagalan mekanis pada motor pengendara, bukan akibat kelalaian pihak SPBU. Namun, otoritas tetap menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap semua faktor yang dapat memicu kebakaran di area pengisian bahan bakar.

Dalam upaya menjaga kepercayaan publik, Pertamina berencana mengeluarkan laporan transparan mengenai hasil inspeksi dan perbaikan yang telah dilakukan. Laporan tersebut akan dipublikasikan melalui situs resmi perusahaan serta media sosial, memberikan gambaran jelas kepada masyarakat tentang langkah‑langkah konkret yang diambil untuk memastikan kembali keamanan operasional SPBU.

Penutupan sementara diperkirakan akan berlangsung selama tiga hingga lima hari kerja, tergantung pada hasil audit dan perbaikan teknis. Selama periode tersebut, Pertamina akan menyiapkan tim layanan pelanggan khusus untuk menangani keluhan serta memberikan informasi real‑time mengenai status pembukaan kembali pompa.

Langkah tegas ini juga menjadi sinyal bagi industri bahan bakar di Indonesia bahwa standar keselamatan harus selalu dijaga, terutama di fasilitas publik yang melayani jutaan pengguna setiap harinya. Dengan menegakkan protokol keamanan secara konsisten, Pertamina berharap dapat mencegah kejadian serupa di masa depan dan memperkuat citra perusahaan sebagai penyedia energi yang bertanggung jawab.

Pengguna yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan call center Pertamina di 1500‑123 atau mengakses portal resmi perusahaan untuk pembaruan terkini mengenai operasional SPBU Sriwijaya.

Pos terkait