123Berita – 05 April 2026 | Jakarta – Setelah mengalami kemunduran pada pertandingan sebelumnya, tim bola voli putra Pertamina Enduro berhasil mengembalikan momentum dengan mengalahkan Popsivo Polwan 3-2 dalam laga penentuan Final Four Proliga 2026. Kemenangan tipis dengan skor 3-1 tersebut tidak hanya mengamankan posisi mereka di puncak klasemen sementara, tetapi juga memperpanjang harapan untuk melaju ke grand final pada akhir musim.
Serangkaian pertemuan awal musim menunjukkan performa yang tidak konsisten dari Pertamina Enduro. Kekalahan melawan rival tradisional menempatkan mereka pada posisi terjepit di zona tengah klasemen, memaksa pelatih mengubah taktik dan susunan pemain. Pada laga penentuan Final Four kali ini, perubahan strategi terbukti berhasil. Tim menurunkan formasi dengan penyerang utama, Rian Pratama, yang kembali fit setelah cedera, serta menambah kecepatan pada blok tengah melalui kehadiran veteran, Dimas Saputra.
Babak pertama dimulai dengan intensitas tinggi. Popsivo Polwan, yang dikenal dengan pola serangan cepat dan pertahanan ketat, berhasil mencetak poin pertama lewat servis yang akurat. Namun, Pertamina Enduro segera menyesuaikan diri, mengandalkan serangan silang dari sisi kanan lapangan yang dipimpin oleh setter senior, Arif Nugroho. Set ke-1 berakhir dengan keunggulan 25-22 untuk Pertamina, menandai awal kebangkitan tim.
Set kedua menjadi pertarungan mental. Popsivo Polwan menekan dengan variasi servis jump serve, memaksa lawan melakukan error. Meski demikian, Pertamina Enduro memperlihatkan ketangguhan dengan meningkatkan pertahanan blok dan melakukan serangan cepat di tengah lapangan. Pada menit ke-18, Rian Pratama melakukan smash berkecepatan tinggi yang memaksa blok Popsivo melemah, mengantarkan timnya pada poin krusial 15-12. Set berakhir dengan skor 25-20 mendukung Pertamina Enduro menutup pertandingan dua set pertama.
Set ketiga menjadi titik balik bagi Popsivo Polwan yang menampilkan semangat juang tinggi. Mereka berhasil memanfaatkan kesalahan servis Pertamina, memimpin sementara dengan 12-8. Namun, perubahan taktik oleh pelatih Pertamina, yang menurunkan pemain tengah Dimas Saputra ke posisi penyerang, mengubah dinamika permainan. Dimas menorehkan tiga poin berturut-turut melalui serangan spike yang tak terduga, mengembalikan kontrol kepada Pertamina. Akhirnya set ketiga dimenangkan Pertamina Enduro 25-23, menegaskan dominasi mereka dalam tiga set pertama.
Set keempat, Popsivo Polwan tidak menyerah begitu saja. Dengan semangat tim yang tinggi, mereka berhasil mengejar ketertinggalan dan menyeimbangkan skor menjadi 20-20. Pada fase krusial, Pertamina Enduro memperlihatkan konsistensi dalam servis dan pertahanan, sementara Arif Nugroho menyiapkan variasi set yang membuka celah di pertahanan lawan. Pada titik 24-22, pertahanan Popsivo gagal menahan smash Rian yang menghasilkan poin penentu. Pertamina Enduro mengamankan set keempat dengan skor 25-22, menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan 3-1.
Berikut rangkuman skor masing-masing set:
- Set 1: Pertamina Enduro 25 – 22 Popsivo Polwan
- Set 2: Pertamina Enduro 25 – 20 Popsivo Polwan
- Set 3: Pertamina Enduro 25 – 23 Popsivo Polwan
- Set 4: Pertamina Enduro 25 – 22 Popsivo Polwan
Kemenangan ini menempatkan Pertamina Enduro pada posisi puncak klasemen Final Four dengan poin tertinggi, sementara Popsivo Polwan harus menerima kekalahan yang mengurangi peluang mereka untuk melaju ke grand final. Analisis statistik menunjukkan bahwa Pertamina mencatat persentase serangan yang lebih tinggi (58%) dibandingkan Popsivo (48%), serta rasio blok berhasil yang signifikan.
Pelatih kepala Pertamina Enduro, Budi Santoso, menyampaikan rasa puas atas performa tim meski menghadapi tekanan besar. “Kami berhasil mengatasi masa sulit, memperbaiki kesalahan, dan mengeksekusi taktik dengan baik. Semua pemain menunjukkan karakter juang yang kuat,” ujarnya dalam konferensi pers pasca laga. Di sisi lain, pelatih Popsivo Polwan, Siti Mariani, mengakui bahwa timnya harus memperbaiki konsistensi servis dan koordinasi pertahanan untuk pertandingan berikutnya.
Dengan hasil ini, Pertamina Enduro kini fokus pada persiapan mental dan taktik untuk menghadapi lawan terakhir di final. Jadwal pertandingan akhir musim menampilkan dua tim teratas yang akan bersaing memperebutkan gelar juara Proliga 2026. Penonton diharapkan menyaksikan aksi dramatis, mengingat performa kedua tim yang kini berada dalam kondisi puncak.
Secara keseluruhan, kebangkitan Pertamina Enduro menegaskan pentingnya adaptasi taktik, kebugaran pemain, dan semangat tim dalam kompetisi tingkat tinggi. Kemenangan melawan Popsivo Polwan menjadi bukti bahwa tim ini mampu bangkit dari keterpurukan dan kembali menempati puncak klasemen, membuka peluang besar untuk meraih gelar juara pada fase grand final.





