123Berita – 14 Mei 2026 | Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI melaporkan bahwa sebanyak 28.390 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 55,42 persen telah memperoleh Surat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS), yang menunjukkan bahwa SPPG tersebut telah memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.
Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas gizi di Indonesia. Ia menekankan bahwa SPPG memiliki peran penting dalam menyediakan makanan seimbang dan bergizi bagi masyarakat.
SLHS merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kualitas SPPG. Dengan memperoleh SLHS, SPPG dapat menjamin bahwa makanan yang disajikan aman dan sehat untuk dikonsumsi. Qodari berharap bahwa jumlah SPPG yang memperoleh SLHS dapat terus meningkat, sehingga kualitas gizi di Indonesia dapat ditingkatkan.
Upaya peningkatan kualitas gizi di Indonesia juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk organisasi kesehatan dan lembaga pendidikan. Dengan kerja sama yang erat, diharapkan bahwa kualitas gizi di Indonesia dapat terus meningkat, sehingga masyarakat dapat menikmati hidup yang sehat dan produktif.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah membuat kemajuan signifikan dalam peningkatan kualitas gizi. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan terus meningkatkan kualitas SPPG dan memperluas jangkauan layanan gizi, diharapkan bahwa Indonesia dapat menjadi salah satu negara dengan kualitas gizi terbaik di dunia.
Dalam beberapa tahun mendatang, Bakom RI berencana untuk terus meningkatkan kualitas SPPG dan memperluas jangkauan layanan gizi. Dengan demikian, diharapkan bahwa kualitas gizi di Indonesia dapat terus meningkat, sehingga masyarakat dapat menikmati hidup yang sehat dan produktif.





