123Berita – 05 April 2026 | Jakarta Selatan kembali menyiapkan langkah preventif menghadapi ancaman banjir yang kerap melanda wilayah pesisir sungai pada musim hujan. Pada hari Selasa, tim kerja bakti yang dipimpin oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, bersama perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, serta relawan masyarakat, melaksanakan pengerukan dan pembersihan di bagian Kali Pesanggrahan yang berada di perbatasan Kecamatan Kebayoran Lama dan Pesanggrahan.
Lokasi pengerukan dipilih karena data historis menunjukkan bahwa wilayah ini menjadi titik rawan penumpukan lumpur dan sampah, yang secara signifikan memperlambat aliran air ketika intensitas hujan meningkat. Menurut survei yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum pada akhir tahun lalu, kedalaman rata-rata alur kali tersebut hanya 0,8 meter, jauh di bawah standar minimal 1,5 meter yang diperlukan untuk menyalurkan debit air hujan secara optimal.
Tim kerja bakti menyiapkan peralatan berat, termasuk excavator, bulldozer, dan truk pengangkut material. Selama lebih dari delapan jam, para pekerja menggali endapan lumpur setebal lebih dari 20.000 meter kubik, serta mengangkat sampah plastik, kayu, dan material konstruksi yang telah menumpuk selama bertahun‑tahun. Proses pengerukan dilengkapi dengan penyuluhan kepada warga setempat mengenai pentingnya tidak membuang sampah sembarangan ke aliran sungai.
- Pengangkatan lumpur dan material berlebih sebanyak 20.000 m³.
- Pembersihan tepi kali dari sampah plastik dan limbah rumah tangga.
- Pemasangan batu kali (batu penahan) pada bagian yang rawan erosi.
- Pengecekan dan perbaikan saluran drainase pendukung.
- Koordinasi dengan tim SAR untuk kesiapsiagaan darurat.
Selain pengerukan, pemerintah daerah juga mengoptimalkan jaringan drainase dengan membersihkan selokan‑selokan kecil yang mengalirkan air ke Kali Pesanggrahan. Tim teknis melakukan inspeksi visual serta menggunakan kamera inspeksi untuk memastikan tidak ada sumbatan di dalam pipa. Hasil inspeksi menunjukkan bahwa 85% saluran utama sudah bersih, namun masih terdapat beberapa titik penyumbatan pada saluran sekunder yang dijadwalkan akan dibersihkan dalam minggu berikutnya.
Warga yang terlibat dalam kerja bakti mengungkapkan rasa puas atas tindakan cepat pemerintah. “Saya sudah melihat aliran air di Kali Pesanggrahan semakin lancar setelah pengerukan hari ini. Semoga dengan upaya ini, banjir tidak lagi mengganggu aktivitas kami setiap musim hujan,” ujar Budi Santoso, ketua RT 07 di wilayah Kebayoran Lama. Sementara itu, aparat kepolisian setempat meningkatkan pengawasan untuk mencegah pembuangan sampah ilegal ke sungai, dengan memberikan sanksi administratif kepada pelanggar.
Langkah antisipatif ini merupakan bagian dari program jangka panjang Pemkot Jakarta Selatan yang dikenal dengan “Sistem Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu”. Program tersebut mencakup revitalisasi tiga sungai utama di wilayah selatan Jakarta, peningkatan kapasitas waduk, serta pembangunan taman resapan di area perkotaan. Dalam konteks perubahan iklim yang memperparah intensitas curah hujan, pemerintah daerah menargetkan penurunan frekuensi banjir sebesar 30% pada akhir tahun 2027.
Secara keseluruhan, pengerukan Kali Pesanggrahan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran air hingga 40% dibandingkan kondisi sebelumnya. Dengan kombinasi kerja bakti, pengawasan ketat, dan edukasi publik, Pemkot Jakarta Selatan menegaskan komitmennya untuk melindungi warga dari bencana banjir yang semakin tidak menentu. Upaya ini juga diharapkan menjadi contoh bagi kota‑kota lain di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa.