Operasi Pasar Murni Kediri Tekan Inflasi Maret 2026, Harga Bahan Pokok Tetap Stabil

Operasi Pasar Murni Kediri Tekan Inflasi Maret 2026, Harga Bahan Pokok Tetap Stabil
Operasi Pasar Murni Kediri Tekan Inflasi Maret 2026, Harga Bahan Pokok Tetap Stabil

123Berita – 04 April 2026 | Pemerintah Kota Kediri mencatat keberhasilan signifikan dalam mengendalikan laju inflasi pada bulan Maret 2026 melalui inisiatif Operasi Pasar Murni. Langkah strategis ini berhasil menahan kenaikan harga bahan pokok di tengah tekanan ekonomi global yang kian menguat.

Direktur Dinas Perdagangan, Pengendalian Harga dan Kualitas (DPPHK) Kediri, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa program Operasi Pasar Murni diluncurkan pada awal tahun 2026 dengan tujuan utama memastikan ketersediaan barang kebutuhan dasar secara merata, serta menekan praktik spekulasi dan penimbunan yang dapat memicu inflasi. “Kami melakukan koordinasi intensif dengan pedagang, produsen, serta lembaga pengawas pasar untuk menegakkan aturan harga eceran maksimum (HEM) pada komoditas strategis,” ujar Budi dalam konferensi pers pada hari Rabu.

Bacaan Lainnya

Selama bulan Maret, data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi tahunan sebesar 3,2 persen, lebih rendah 0,5 poin persentase dibandingkan proyeksi sebelumnya. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh stabilnya harga beras, gula, minyak goreng, dan bahan bakar rumah tangga. Sementara indeks harga konsumen (IHK) untuk kelompok barang makanan dan minuman mengalami kenaikan marginal hanya 1,8 persen, jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 2,7 persen.

Berbagai langkah konkret yang diterapkan dalam Operasi Pasar Murni meliputi:

  • Pemeriksaan intensif terhadap stok barang di pasar tradisional dan modern pada hari-hari kritis, terutama menjelang akhir pekan.
  • Penerapan sistem pelaporan real‑time melalui aplikasi berbasis web yang memungkinkan DPPHK memantau fluktuasi harga secara langsung.
  • Pemberian sanksi administratif hingga pencabutan izin usaha bagi pedagang yang terbukti melakukan penimbunan atau praktik harga tidak wajar.
  • Kemitraan dengan koperasi petani dan distributor resmi untuk menjamin suplai beras dan beras premium yang cukup serta terjangkau.

Strategi tersebut mendapat dukungan luas dari organisasi pedagang pasar, Asosiasi Pengusaha Pasar Tradisional (APPT), serta konsumen yang merasakan manfaat langsung dari harga yang lebih stabil. “Kami tidak lagi khawatir akan lonjakan harga pada pagi hari pasar, terutama untuk bahan pokok seperti beras dan gula. Ini memberikan kepastian bagi rumah tangga,” kata Siti Nurhaliza, seorang ibu rumah tangga dari Kelurahan Pandanaran.

Selain menekan inflasi, Operasi Pasar Murni juga berupaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam rantai pasok. Pemerintah kota menggelar forum bulanan yang melibatkan perwakilan petani, pedagang, serta konsumen untuk membahas tantangan harga dan mencari solusi bersama. Forum tersebut menghasilkan rekomendasi penyesuaian HEM yang berbasis pada data produksi lokal serta fluktuasi pasar internasional.

Analisis ekonom dari Universitas Brawijaya, Dr. Andi Prasetyo, menilai bahwa keberhasilan Kediri dalam menahan inflasi dapat menjadi model bagi daerah lain yang menghadapi tekanan harga serupa. “Kediri berhasil mengintegrasikan kebijakan regulasi dengan pendekatan berbasis data, serta melibatkan stakeholder secara menyeluruh. Ini menciptakan ekosistem pasar yang lebih sehat,” jelas Andi dalam sebuah wawancara.

Namun, tantangan tetap ada. Kenaikan harga minyak mentah dunia yang terus berfluktuasi masih menjadi faktor eksternal yang dapat mempengaruhi biaya produksi dan distribusi. Pemerintah kota menyiapkan langkah antisipatif, termasuk penambahan subsidi energi bagi rumah tangga berpendapatan rendah serta pengembangan infrastruktur logistik untuk mempercepat aliran barang.

Secara keseluruhan, Operasi Pasar Murni Kediri menunjukkan bahwa kebijakan terkoordinasi antara pemerintah, pelaku pasar, dan masyarakat dapat menghasilkan kontrol inflasi yang efektif. Dengan mempertahankan harga bahan pokok yang terjangkau, pemerintah berharap daya beli masyarakat akan tetap kuat, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Ke depan, DPPHK berencana memperluas cakupan program dengan menambahkan kategori barang lain seperti sayuran hijau, daging, dan produk olahan. Selain itu, penggunaan teknologi berbasis AI untuk prediksi harga akan menjadi bagian integral dalam pengambilan keputusan kebijakan pasar.

Keberhasilan ini tidak hanya menegaskan komitmen Pemkot Kediri dalam menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah yang responsif terhadap kebutuhan rakyat.

Pos terkait