Nursi Ayu, Mahasiswi 15 Tahun Terpilih SNBP 2026 di Unair: Rekor Mahasiswa Termuda di Indonesia

Nursi Ayu, Mahasiswi 15 Tahun Terpilih SNBP 2026 di Unair: Rekor Mahasiswa Termuda di Indonesia
Nursi Ayu, Mahasiswi 15 Tahun Terpilih SNBP 2026 di Unair: Rekor Mahasiswa Termuda di Indonesia

123Berita – 04 April 2026 | Seorang siswi berusia lima belas tahun dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggulan Amanatul Ummah, Surabaya, berhasil menembus seleksi nasional SNBP 2026 dan diterima di Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair). Prestasi ini menjadikannya mahasiswa termuda yang pernah diterima di Unair, sekaligus menorehkan catatan baru dalam dunia pendidikan tinggi Indonesia.

Nursi Ayu, yang masih berstatus pelajar SMA, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. Ia menyatakan bahwa proses persiapan menghadapi SNBP melibatkan rutinitas belajar yang intensif, bimbingan intensif dari guru-guru, serta dukungan penuh dari orang tua. “Saya selalu menekankan pentingnya disiplin dan konsistensi,” ujar Nursi dalam wawancara eksklusif. “Meskipun usia saya masih belia, saya yakin dengan kemampuan dan tekad, saya dapat bersaing dengan peserta lain yang lebih senior.”

Bacaan Lainnya

Seleksi SNBP (Seleksi Nasional Berdasar Prestasi) tahun 2026 menargetkan ribuan pelamar dari seluruh Indonesia yang memiliki prestasi akademik, non-akademik, serta potensi kepemimpinan. Dari total pendaftar, hanya sebagian kecil yang berhasil lolos ke tahap akhir dan akhirnya diterima di perguruan tinggi negeri pilihan. Nursi Ayu termasuk dalam kelompok elit tersebut, menembus persaingan ketat dengan rata-rata usia peserta yang berada di kisaran 18‑22 tahun.

Proses seleksi SNBP meliputi tiga tahap utama: ujian tulis berbasis kemampuan akademik, penilaian portofolio prestasi, dan wawancara motivasi. Nursi menempati peringkat tinggi pada ujian tulis, dengan nilai di atas 90 persen. Pada tahap portofolio, ia menampilkan rangkaian prestasi akademik di tingkat SMA, partisipasi dalam lomba olimpiade sains, serta kegiatan sosial di lingkungan sekolah. Wawancara motivasi menjadi momen penting, di mana Nursi menjelaskan visi dan rencana studinya di bidang perpajakan, serta kontribusi yang ingin ia berikan bagi masyarakat.

  • Usia: 15 tahun (belum genap 16)
  • Asal Sekolah: SMA Unggulan Amanatul Ummah, Surabaya
  • Program Studi: D3 Perpajakan, Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga
  • Seleksi: SNBP 2026
  • Pencapaian: Mahasiswa termuda yang pernah diterima di Unair

Keputusan Unair menerima Nursi Ayu tidak lepas dari pertimbangan kebijakan inklusif perguruan tinggi dalam membuka akses bagi talenta muda. Rektor Unair, Prof. Dr. Ir. Hadi Susanto, M.Sc., menyatakan, “Kami sangat menghargai semangat dan potensi Nursi Ayu. Penerimaan mahasiswa dengan usia muda mencerminkan komitmen kami untuk mengakomodasi bakat luar biasa, asalkan mereka siap secara akademik dan mental.”

Di samping prestasi akademik, Nursi juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler. Ia pernah menjadi ketua OSIS di sekolahnya, serta terlibat dalam program pengabdian masyarakat yang mengajarkan literasi keuangan kepada anak-anak kurang mampu. Aktivitas tersebut menjadi nilai tambah dalam penilaian portofolio SNBP, memperlihatkan kemampuan kepemimpinan dan kepedulian sosial.

Meski berhasil masuk ke Unair, Nursi menyadari tantangan yang akan dihadapi. Ia mengakui bahwa menyesuaikan diri dengan lingkungan perkuliahan, terutama dengan teman sekelas yang lebih tua, memerlukan adaptasi sosial dan akademik. “Saya sudah menyiapkan diri secara mental. Saya akan belajar dari senior dan memanfaatkan fasilitas kampus untuk mengoptimalkan proses belajar,” katanya.

Prestasi Nursi Ayu juga menjadi sorotan media nasional dan regional, menginspirasi banyak remaja untuk mengejar mimpi pendidikan tanpa dibatasi usia. Beberapa tokoh pendidikan menilai kasus ini sebagai contoh positif bahwa sistem seleksi berbasis prestasi dapat memberikan kesempatan setara bagi generasi muda yang memiliki potensi luar biasa.

Selain menambah kebanggaan keluarga, pencapaian ini membuka peluang beasiswa dan program pengembangan karir di bidang perpajakan. Unair memiliki kerja sama dengan lembaga pemerintahan dan perusahaan swasta yang menyediakan magang serta pelatihan khusus bagi mahasiswa D3 Perpajakan. Nursi berharap dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengasah kompetensi praktis sebelum lulus.

Ke depan, Nursi berencana melanjutkan studi ke jenjang S1 setelah menyelesaikan program D3. Ia menginginkan gelar sarjana di bidang akuntansi atau hukum pajak, dengan tujuan menjadi konsultan pajak yang kompeten dan berkontribusi pada reformasi sistem perpajakan di Indonesia.

Secara keseluruhan, kisah Nursi Ayu menegaskan bahwa usia bukanlah penghalang utama dalam meraih prestasi akademik. Dengan dukungan lingkungan, tekad kuat, serta kebijakan seleksi yang adil, generasi muda dapat mengukir sejarah baru di dunia pendidikan tinggi.

Pos terkait