123Berita – 07 April 2026 | Palembang – Sebuah insiden mengkhawatirkan terjadi di salah satu wilayah kota Palembang, ketika seorang pria berusia sekitar tiga puluh tahun berusaha memancing seorang murid Sekolah Dasar (SD) untuk mengamen dengan cara menawarkan donat. Menurut keterangan korban, pria tersebut terus mengikuti langkahnya, sambil mengulangi tawaran yang sama berulang kali. Meskipun korban sempat mengambil donat itu, ia segera membuangnya ke pinggir jalan dan melarikan diri karena merasa terancam.
Korban, seorang siswa berusia 10 tahun, mengaku bahwa saat itu ia sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah ketika pria tersebut menghampirinya di sebuah trotoar. Pria tersebut menebar bau harum donat yang baru saja dibeli, lalu mengulangi janji bahwa ia akan memberi “hadiah” jika anak itu bersedia mengamen bersama. Pada saat itulah korban menyadari niat tidak wajar sang pria dan menolak tawaran tersebut. Namun, pria itu tidak langsung pergi; ia terus mengejar korban hingga akhirnya korban berhasil menyingkirkan diri dan membuang donat yang ditawarkan.
Setelah kejadian tersebut, orang tua korban melaporkan insiden ini ke kepolisian setempat. Tim penyidik langsung menindaklanjuti laporan dengan melakukan penyelidikan lapangan, termasuk menelusuri jejak digital CCTV di sekitar lokasi kejadian. Rekaman video menunjukkan sosok pria berpenampilan biasa mengenakan jaket hitam dan topi, yang tampak berusaha memanfaatkan rasa penasaran anak-anak dengan cara yang tidak biasa. Polisi menegaskan bahwa modus yang menggunakan “donat” sebagai umpan bukan hal baru, namun tetap menjadi ancaman serius terhadap keselamatan anak di lingkungan publik.
Polisi Palembang mengingatkan masyarakat, khususnya orang tua, untuk selalu mengawasi anak-anak mereka saat berada di luar rumah, terutama pada jam-jam pulang sekolah. Mereka menambahkan bahwa penawaran makanan atau hadiah secara tiba‑tiba dari orang asing harus menjadi sinyal bahaya. “Kami mengimbau agar orang tua tidak ragu melaporkan tindakan mencurigakan, sekecil apa pun, karena hal tersebut dapat mencegah potensi kejahatan yang lebih besar,” ujar Kapolres Palembang, Kombes Pol. Arif Hidayat.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas di kalangan warga Palembang dan menyoroti pentingnya edukasi keamanan anak di lingkungan perkotaan. Sekolah-sekolah di wilayah tersebut mulai menambah materi tentang bahaya orang asing yang menawarkan hadiah atau makanan secara tidak wajar. Beberapa guru juga mengadakan simulasi evakuasi dan cara menolak tawaran yang mencurigakan tanpa menimbulkan konflik.
Selain itu, pihak kepolisian bersama dengan dinas sosial setempat merencanakan program “Safe Walk” yang melibatkan relawan masyarakat untuk mengawal anak-anak pada saat mereka berjalan pulang dari sekolah. Program ini diharapkan dapat menurunkan angka kejahatan berbasis penawaran hadiah atau uang, sekaligus meningkatkan rasa aman di antara warga.
Berikut beberapa langkah yang dapat diambil orang tua dan anak untuk mengurangi risiko menjadi korban modus seperti ini:
- Ajarkan anak untuk tidak menerima makanan atau barang apa pun dari orang yang tidak dikenal.
- Berikan nomor darurat kepada anak dan latih mereka cara menghubungi bantuan bila merasa terancam.
- Selalu awasi rute pulang sekolah dan pilih jalur yang ramai serta terpantau CCTV.
- Lakukan komunikasi rutin dengan anak mengenai pengalaman mereka di jalan.
- Laporkan setiap kejadian mencurigakan kepada pihak berwenang secepatnya.
Kasus “Modus Donat” di Palembang menjadi pengingat keras bahwa niat jahat dapat disamarkan dengan cara yang tampak sederhana. Dengan kerja sama antara aparat keamanan, lembaga pendidikan, dan masyarakat, diharapkan ancaman serupa dapat diminimalisir dan anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang lebih aman.