123Berita – 04 April 2026 | Jakarta, 2 April 2026 – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan potensi situs warisan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang selama ini kurang dimanfaatkan. Dalam sebuah pertemuan internal di Kementerian Kebudayaan, ia mengusulkan konsep konversi situs-situs bersejarah menjadi ruang budaya dan edukasi interaktif, termasuk museum tematik, yang diharapkan dapat memperkuat identitas nasional serta menumbuhkan kesadaran budaya di kalangan generasi muda.
Fadli Zon menyoroti bahwa Indonesia memiliki lebih dari 1.000 situs warisan yang dikelola oleh BUMN, mulai dari bangunan bersejarah, pabrik tua, hingga area bekas pertambangan. Sebagian besar situs tersebut belum diintegrasikan ke dalam agenda kebudayaan, sehingga potensinya sebagai sarana edukasi dan pariwisata masih terpendam. “Kita tidak hanya memiliki aset ekonomi, melainkan juga harta budaya yang harus dijaga dan dikembangkan. Mengubahnya menjadi ruang budaya interaktif akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Rencana ambisius ini mencakup beberapa langkah strategis. Pertama, dilakukan inventarisasi menyeluruh terhadap semua situs warisan BUMN yang memiliki nilai historis dan arsitektural tinggi. Kedua, tiap situs akan dipasangkan dengan tema budaya yang relevan, misalnya pabrik gula di Jawa Barat dijadikan museum tentang sejarah industri gula dan peranannya dalam ekonomi kolonial. Ketiga, penggunaan teknologi digital seperti augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) akan diintegrasikan untuk menciptakan pengalaman interaktif bagi pengunjung.
Selanjutnya, Menteri Kebudayaan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Kita butuh sinergi antara Kementerian Kebudayaan, BUMN, institusi pendidikan, serta pelaku industri kreatif. Hanya dengan kerja sama yang solid, proyek ini dapat berjalan efektif dan berkelanjutan,” kata Fadli Zon. Ia menambahkan bahwa pendanaan dapat dioptimalkan melalui skema kemitraan publik‑swasta (PPP) serta alokasi anggaran khusus dalam APBN untuk pengembangan budaya.
Beberapa contoh situs yang telah masuk dalam daftar prioritas antara lain:
- Gedung Pusat Perusahaan Pertamina di Jakarta, yang akan diubah menjadi museum energi berkelanjutan dengan instalasi interaktif tentang transisi energi.
- Kompleks Tambang Timah di Bangka Belitung, yang direncanakan menjadi pusat edukasi geologi dan warisan pertambangan.
- Bekas Pabrik Tekstil di Bandung, yang akan menjadi ruang kreatif bagi desainer lokal dan pameran mode berkelanjutan.
Penggunaan teknologi AR/VR diproyeksikan dapat meningkatkan daya tarik pengunjung hingga 30 persen, menurut studi internal Kementerian Kebudayaan. Pengunjung dapat “menghidupkan” kembali suasana masa lalu melalui rekonstruksi digital, sekaligus mendapatkan informasi kontekstual yang mendalam melalui audio‑visual guide.
Selain aspek edukasi, proyek ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru, khususnya di bidang kreatif, konservasi, dan teknologi informasi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor kebudayaan dan kreatif menyumbang 5,3 persen terhadap PDB nasional pada tahun 2025, dengan potensi pertumbuhan lebih tinggi bila dukungan infrastruktur budaya diperkuat.
Namun, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah isu pemeliharaan dan restorasi bangunan bersejarah yang memerlukan biaya tinggi dan keahlian khusus. Untuk mengatasi hal ini, Kementerian Kebudayaan berencana menggandeng universitas serta lembaga pelatihan konservasi untuk membentuk tim ahli yang dapat menangani proses restorasi secara berkelanjutan.
Langkah selanjutnya, Menteri Fadli Zon akan mengadakan serangkaian lokakarya dengan perwakilan BUMN, arsitek, dan pakar budaya pada kuartal pertama 2026. Tujuannya adalah menyusun pedoman teknis serta timeline implementasi bagi masing‑masing situs. Diharapkan, pada akhir 2027, setidaknya sepuluh situs warisan BUMN telah resmi dibuka sebagai ruang budaya interaktif.
Transformasi ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya memperkuat narasi kebangsaan melalui pemanfaatan warisan industri. Dengan menempatkan sejarah di tengah-tengah kehidupan modern, diharapkan generasi muda dapat lebih menghargai perjalanan bangsa serta berkontribusi pada pelestarian budaya secara inovatif.
Secara keseluruhan, inisiatif Menteri Kebudayaan Fadli Zon menunjukkan arah baru bagi pengembangan budaya di Indonesia, di mana aset ekonomi dapat diintegrasikan dengan nilai-nilai kultural, menciptakan sinergi yang menguntungkan semua pihak. Keberhasilan proyek ini akan menjadi contoh bagi negara lain dalam mengoptimalkan warisan industri sebagai ruang edukasi dan inspirasi kreatif.