123Berita – 04 April 2026 | Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan pentingnya peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing di kancah internasional. Dalam sebuah pernyataan resmi, ia mengajak seluruh BUMN untuk membuka peluang karir yang tidak hanya terbatas pada pasar domestik, melainkan meluas ke arena global. Menko PM menambahkan bahwa penguatan kualitas talenta Indonesia menjadi kunci utama dalam memperkuat daya saing nasional.
BUMN selama ini berperan sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia, menyumbang kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyediakan lapangan kerja bagi jutaan warga. Namun, perubahan cepat dalam teknologi dan dinamika pasar global menuntut BUMN untuk bertransformasi, khususnya dalam mengelola dan mengembangkan aset manusia. Menurut Abdul Muhaimin, SDM yang berdaya saing tinggi tidak hanya menguasai kompetensi teknis, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi, inovasi, serta pemahaman budaya kerja internasional.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Menko PM mengusulkan serangkaian inisiatif strategis. Di antaranya adalah:
- Penerapan program pelatihan berkelanjutan yang berfokus pada teknologi terkini, seperti kecerdasan buatan, analitik data, dan otomasi industri.
- Kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset global untuk menciptakan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja internasional.
- Pembentukan platform digital internal yang memfasilitasi mobilitas karir antar unit BUMN, memungkinkan karyawan menempuh jalur lintas fungsi dan wilayah.
- Pengembangan skema magang dan pertukaran tenaga kerja dengan perusahaan multinasional, guna memberikan paparan langsung terhadap standar kerja global.
Selain itu, Menko PM menyoroti tantangan utama yang harus dihadapi, seperti kesenjangan keterampilan antara lulusan baru dengan kebutuhan industri, serta fenomena brain drain yang masih menggerogoti potensi talent domestik. Ia menekankan bahwa upaya peningkatan kompetensi harus bersifat holistik, mencakup tidak hanya pelatihan teknis tetapi juga pengembangan soft skill, kepemimpinan, dan kemampuan berbahasa asing.
Jika strategi ini dijalankan secara konsisten, diharapkan BUMN tidak hanya menjadi pemberi kerja utama di dalam negeri, melainkan juga menjadi magnet bagi profesional asing yang ingin berkarir di Indonesia. Dampak positif yang diantisipasi meliputi peningkatan produktivitas, percepatan inovasi, serta penguatan posisi Indonesia dalam indeks kompetitivitas global. Lebih jauh lagi, terciptanya ekosistem karir global akan memperluas jaringan bisnis BUMN, membuka peluang investasi, dan memperkuat daya tarik Indonesia sebagai destinasi investasi jangka panjang.
Secara keseluruhan, ajakan Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar menandai langkah strategis pemerintah dalam menyiapkan generasi pekerja yang siap menaklukkan tantangan global. Dengan dukungan penuh dari BUMN, lembaga pendidikan, serta sektor swasta, Indonesia berpotensi mengubah paradigma pengembangan SDM, menjadikannya aset berharga yang mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.