Mengenal Lebih Dekat Mao Zedong, Pemimpin Pendiri Republik Rakyat China yang Dekat dengan Soekarno

Mengenal Lebih Dekat Mao Zedong, Pemimpin Pendiri Republik Rakyat China yang Dekat dengan Soekarno
Mengenal Lebih Dekat Mao Zedong, Pemimpin Pendiri Republik Rakyat China yang Dekat dengan Soekarno

123Berita – 12 Mei 2026 | Mao Zedong adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dan kontroversial dalam sejarah dunia. Ia dikenal sebagai pendiri Republik Rakyat China yang berdiri pada tahun 1949. Mao Zedong memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan China dari kekuasaan asing dan memimpin revolusi sosialis yang membentuk China menjadi negara komunis.

Mao Zedong lahir pada tanggal 26 Desember 1893 di Shaoshan, Provinsi Hunan, China. Ia berasal dari keluarga petani yang miskin. Sejak usia dini, Mao Zedong sudah menunjukkan minat yang besar dalam membaca dan belajar. Ia kemudian bersekolah di sekolah dasar dan sekolah menengah di Changsha, ibu kota Provinsi Hunan.

Bacaan Lainnya

Pada tahun 1911, Mao Zedong bergabung dengan Tentara Revolusioner yang dipimpin oleh Sun Yat-sen untuk menggulingkan Dinasti Qing. Setelah revolusi sukses, Mao Zedong bergabung dengan Partai Nasionalis China (KMT) yang dipimpin oleh Sun Yat-sen. Namun, ia kemudian meninggalkan KMT dan bergabung dengan Partai Komunis China (PKC) pada tahun 1921.

Sebagai pemimpin PKC, Mao Zedong memimpin perjuangan melawan KMT dan Jepang yang menduduki China. Ia juga memimpin revolusi sosialis yang membentuk China menjadi negara komunis. Pada tahun 1949, PKC berhasil mengalahkan KMT dan mendirikan Republik Rakyat China dengan Mao Zedong sebagai pemimpin.

Mao Zedong memiliki hubungan yang dekat dengan Soekarno, presiden pertama Indonesia. Keduanya memiliki pandangan yang sama tentang anti-imperialisme dan anti-kolonialisme. Mereka juga memiliki keinginan untuk memperkuat hubungan antara China dan Indonesia.

Soekarno dan Mao Zedong pertama kali bertemu pada tahun 1955 dalam Konferensi Asia-Afrika di Bandung. Mereka kemudian menjadi teman dekat dan sering bertukar pikiran tentang isu-isu internasional. Soekarno juga sering mengunjungi China dan bertemu dengan Mao Zedong untuk membahas tentang kerjasama ekonomi dan politik antara kedua negara.

Mao Zedong meninggal pada tanggal 9 September 1976 di Beijing, China. Ia meninggalkan warisan yang besar dalam sejarah China dan dunia. Ia dikenal sebagai pemimpin yang berani dan visioner yang membentuk China menjadi negara komunis yang kuat.

Dalam beberapa dekade terakhir, China telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang cepat dan menjadi salah satu negara terkuat di dunia. Mao Zedong dianggap sebagai salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah China dan dunia.

Soekarno juga meninggal pada tanggal 21 Juni 1970 di Jakarta, Indonesia. Ia meninggalkan warisan yang besar dalam sejarah Indonesia dan dunia. Ia dikenal sebagai pemimpin yang berani dan visioner yang membentuk Indonesia menjadi negara yang merdeka dan demokratis.

Kedua pemimpin ini memiliki pengaruh yang besar dalam sejarah dunia. Mereka memiliki pandangan yang sama tentang anti-imperialisme dan anti-kolonialisme, dan mereka berdua memiliki keinginan untuk memperkuat hubungan antara negara-negara di Asia dan Afrika.

Pos terkait