123Berita – 11 Mei 2026 | Penyakit Hantavirus telah menjadi perhatian serius di Indonesia akhir-akhir ini. Namun, tahukah Anda bahwa Hantavirus sudah ada di Indonesia sejak tahun 1991? Menurut Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, Hantavirus sebenarnya sudah ada di Indonesia sejak lama, hanya saja jenis tikus yang menjadi vektor penularannya yang berbeda.
Hantavirus adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh tikus. Gejala Hantavirus dapat bervariasi, mulai dari demam, sakit kepala, hingga radang paru-paru. Jika tidak diobati, Hantavirus dapat menyebabkan kematian.
Andi Saguni menjelaskan bahwa Hantavirus sudah ada di Indonesia sejak tahun 1991, tetapi pada saat itu jenis tikus yang menjadi vektor penularannya berbeda dengan yang ada sekarang. Tikus yang menjadi vektor penularan Hantavirus di Indonesia sekarang ini adalah tikus jenis Rattus norvegicus dan Rattus rattus.
Untuk mencegah penularan Hantavirus, penting untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan tikus. Selain itu, juga penting untuk menggunakan alat pelindung diri saat bekerja di area yang terkontaminasi Hantavirus.
Dalam beberapa tahun terakhir, kasus Hantavirus di Indonesia telah meningkat. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya Hantavirus dan cara pencegahannya.
Untuk itu, Kementerian Kesehatan telah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan penularan Hantavirus, termasuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat dan meningkatkan kapasitas laboratorium untuk mendeteksi Hantavirus.
Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan siap menghadapi ancaman Hantavirus. Selain itu, juga diharapkan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian Hantavirus dapat dilakukan secara efektif untuk mengurangi risiko penularan penyakit ini.





