123Berita – 04 April 2026 | Jakarta, 4 April 2026 – Pada perayaan Hari Raya Paskah tahun ini, Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Kristiani di tanah air. Pesan yang disampaikan tidak sekadar menyambut sukacita kebangkitan Yesus Kristus, melainkan juga menjadi seruan moral untuk memanjatkan doa bagi kedamaian, ketenteraman, dan keharmonisan bangsa Indonesia.
Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin menegaskan pentingnya peran umat beragama dalam menegakkan persatuan nasional. “Kita semua adalah bagian dari satu bangsa yang beragam. Di momen Paskah ini, marilah kita bersatu dalam doa, memohon agar Indonesia selalu diliputi rasa damai dan kebersamaan yang kuat,” ujar beliau. Ia menambahkan bahwa doa bersama tidak hanya menumbuhkan rasa kebersamaan antarumat beriman, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi stabilitas sosial dan politik di tengah dinamika zaman.
Indonesia, sebagai negara dengan keberagaman agama terbesar di dunia, selalu menekankan nilai-nilai toleransi dan hidup berdampingan secara damai. Hari Paskah, yang dirayakan oleh lebih dari 10 persen penduduk Indonesia, menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali komitmen tersebut. Menurut data Badan Pusat Statistik, umat Kristiani tersebar di hampir seluruh provinsi, menjadikan perayaan ini sarana potensial untuk memperkuat ikatan lintas kepercayaan.
Menag Nasaruddin juga menyampaikan poin-poin doa yang dapat menjadi panduan bagi umat Kristiani di seluruh Indonesia:
- Doa untuk perdamaian nasional, menjauhkan diri dari konflik horizontal dan vertikal.
- Doa untuk ketenteraman hati setiap warga, khususnya mereka yang terdampak oleh bencana alam atau krisis ekonomi.
- Doa untuk keharmonisan antarumat beragama, sehingga semangat kebhinekaan dapat terus tumbuh.
- Doa untuk pemimpin negara, agar senantiasa diberi kebijaksanaan dalam mengambil kebijakan yang memajukan seluruh lapisan masyarakat.
Berbagai tokoh keagamaan dan organisasi keagamaan di Indonesia menyambut hangat seruan Menag. Pendeta Rudi Hartono dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) mengungkapkan, “Pesan Bapak Menteri sangat relevan. Di tengah tantangan sosial, doa menjadi jembatan yang menghubungkan hati semua orang untuk satu tujuan bersama, yaitu Indonesia yang damai.” Begitu pula di media sosial, ribuan netizen memberikan komentar positif, menandai pentingnya doa kolektif dalam memperkuat persatuan nasional.
Seruan doa pada Hari Paskah ini juga dianggap strategis menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan pada akhir tahun 2026. Mengingat peran penting agama dalam kehidupan politik Indonesia, ajakan Menag diharapkan mampu menumbuhkan sikap saling menghormati antar kandidat dan pemilih, sehingga proses demokrasi berjalan lancar tanpa memicu sentimen sektarian.
Dengan menekankan nilai-nilai spiritual dalam konteks kebangsaan, Menag Nasaruddin Umar menegaskan kembali posisi agama sebagai pilar utama dalam membangun Indonesia yang maju, adil, dan berkeadilan. Doa bersama pada Hari Paskah 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ritual religius semata, melainkan menjadi katalisator perubahan positif yang menumbuhkan rasa solidaritas antarwarga negara.