123Berita – 07 April 2026 | Jenderal Kopassus asal Maluku, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, resmi dilantik menjadi Panglima Daerah Militer (Pangdam) XXIV/ Mandala Trikora oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Penunjukan ini menandai tonggak penting dalam karier militernya, sekaligus menegaskan kepercayaan tertinggi yang diberikan pemerintah kepada perwira yang pernah mengemban tugas strategis di satuan elit TNI.
Frits WR Pelamonia lahir dan besar di Maluku, sebuah provinsi yang dikenal dengan keanekaragaman budaya dan tantangan geografisnya. Sejak masa mudanya, ia sudah menunjukkan minat kuat terhadap dunia militer, mengabdi sebagai prajurit TNI Angkatan Darat. Kariernya menanjak secara konsisten, dimulai dari pangkat letnan hingga mencapai jabatan Mayjen TNI, dengan rekam jejak yang dipenuhi prestasi dan pengabdian di unit Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Kopassus, sebagai satuan khusus TNI AD, menuntut standar fisik dan mental yang sangat tinggi. Frits Pelamonia berhasil menembus seleksi ketat dan menapaki jabatan penting di dalamnya, termasuk sebagai komandan detasemen yang terlibat dalam operasi kontra-terorisme, penanggulangan konflik bersenjata, serta operasi-operasi khusus di wilayah perbatasan. Pengalaman lapangan yang luas menjadikan ia sosok yang memahami dinamika keamanan nasional secara mendalam.
Selama menjabat sebagai komandan Kopassus, Pelamonia dikenal sebagai pemimpin yang tegas namun mengedepankan nilai kebersamaan. Ia menekankan pentingnya disiplin, profesionalisme, serta adaptasi cepat terhadap situasi yang berubah-ubah. Di bawah kepemimpinannya, satuan Kopassus berhasil menyelesaikan beberapa operasi penting, termasuk operasi pembebasan sandera di wilayah timur Indonesia dan penindakan jaringan penyelundupan narkoba lintas batas.
Pengangkatannya menjadi Pangdam XXIV/ Mandala Trikora tidak lepas dari latar belakang politik dan strategis. Wilayah Mandala Trikora mencakup provinsi Papua, Papua Barat, dan sebagian wilayah Maluku Utara, daerah yang secara historis rawan konflik dan memiliki tantangan keamanan yang kompleks. Penunjukan seorang perwira asal Maluku dengan pengalaman khusus di Kopassus diharapkan dapat memperkuat sinergi antara militer dan masyarakat setempat, sekaligus meningkatkan efektivitas penanganan isu-isu keamanan yang sensitif.
Dalam upacara pelantikan yang dilaksanakan di Istana Kepresidenan, Jenderal Agus Subiyanto menekankan bahwa pemilihan Frits Pelamonia sebagai Pangdam Mandala Trikora didasarkan pada kompetensi, integritas, dan kemampuan memimpin di medan yang menantang. “Kami percaya bahwa Mayjen Pelamonia memiliki visi yang jelas untuk memperkuat stabilitas, memajukan pembangunan, serta meningkatkan rasa kepercayaan masyarakat terhadap institusi pertahanan,” ujar Jenderal Subiyanto.
Setelah resmi mengangkat, Frits WR Pelamonia menyampaikan pidato singkat yang menekankan komitmennya untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta lembaga keamanan lainnya. Ia menegaskan pentingnya pendekatan yang holistik, menggabungkan upaya keamanan dengan program pembangunan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. “Kami tidak hanya akan menjaga keamanan dengan kekuatan militer, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Beberapa langkah awal yang direncanakan oleh Pangdam baru antara lain meningkatkan kehadiran patroli militer di daerah rawan, memperkuat jaringan intelijen lokal, serta mengoptimalkan program rehabilitasi bagi mantan anggota kelompok bersenjata yang ingin kembali ke kehidupan sipil. Ia juga berencana memperluas kerja sama dengan aparat kepolisian dan Badan Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam rangka menanggulangi ancaman terorisme dan kejahatan lintas wilayah.
Selain fokus pada keamanan, Pelamonia menaruh perhatian pada pembangunan infrastruktur militer yang mendukung mobilitas pasukan di wilayah berbukit dan hutan lebat. Ia menargetkan modernisasi fasilitas logistik, pembaruan peralatan komunikasi, serta peningkatan pelatihan khusus bagi personel yang beroperasi di medan ekstrem.
Kehadiran seorang perwira berpengalaman dari Maluku di posisi strategis ini diharapkan dapat memperkuat rasa kebangsaan dan persatuan antar daerah. Masyarakat Maluku menyambut baik kabar tersebut, menganggapnya sebagai kebanggaan daerah dan bukti bahwa kontribusi putra daerah dapat berperan signifikan dalam kancah keamanan nasional.
Secara keseluruhan, penunjukan Mayjen TNI Frits WR Pelamonia sebagai Pangdam XXIV/ Mandala Trikora mencerminkan kebijakan TNI yang menekankan meritokrasi dan keberagaman latar belakang perwira. Dengan kombinasi pengalaman operasional di Kopassus, pemahaman mendalam tentang dinamika daerah timur Indonesia, serta komitmen kuat terhadap pembangunan berkelanjutan, ia diharapkan dapat mengatasi tantangan keamanan yang kompleks sekaligus mendorong pertumbuhan sosial‑ekonomi di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.
Kesimpulannya, profil Mayjen Frits WR Pelamonia menegaskan bahwa kepemimpinan militer yang berwawasan luas, berakar pada nilai kebangsaan, dan didukung oleh pengalaman lapangan yang solid menjadi fondasi utama bagi keberhasilan tugas Pangdam Mandala Trikora dalam menjaga kedaulatan, keamanan, serta kesejahteraan masyarakat Indonesia.