123Berita – 06 April 2026 | PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) melaporkan pertumbuhan signifikan dalam portofolio pembiayaan berkelanjutan pada tahun 2025, dengan peningkatan sebesar 92,9 persen secara tahunan (year-on-year). Lonjakan tersebut menandai percepatan strategi bank dalam mengintegrasikan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ke dalam lini produk keuangannya, khususnya pada sektor otomotif yang kini semakin mengarah pada elektrifikasi.
Data internal Maybank Indonesia mengungkapkan bahwa total pembiayaan berkelanjutan mencapai triliunan rupiah, melampaui target yang telah ditetapkan pada awal tahun. Peningkatan hampir dua kali lipat ini tidak lepas dari penambahan produk pembiayaan khusus untuk kendaraan listrik (EV), yang kini menjadi andalan utama bank dalam upaya mendukung transisi energi hijau di Indonesia.
“Kami melihat adanya perubahan perilaku konsumen dan korporasi yang semakin menyadari pentingnya mengurangi jejak karbon,” ujar Direktur Pembiayaan Berkelanjutan Maybank Indonesia, Budi Santoso, dalam sebuah konferensi pers. “Dengan menawarkan paket pembiayaan yang kompetitif untuk kendaraan listrik, kami tidak hanya membantu mempercepat adopsi teknologi bersih, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian target nasional dalam pengurangan emisi CO2.”
Pembiayaan kendaraan listrik yang ditawarkan Maybank Indonesia mencakup skema kredit dengan suku bunga bersaing, tenor fleksibel, serta insentif tambahan seperti pengurangan biaya administrasi bagi nasabah yang memilih mobil atau sepeda listrik. Bank juga menggandeng produsen otomotif lokal dan internasional untuk menyediakan paket bundling, termasuk asuransi kendaraan hijau dan layanan purna jual khusus.
Selain kendaraan listrik, Maybank Indonesia juga memperluas portofolio pembiayaan berkelanjutan ke sektor energi terbarukan, infrastruktur hijau, dan proyek-proyek pembangunan berkelanjutan lainnya. Bank telah menandatangani nota kesepahaman dengan beberapa perusahaan energi terbarukan untuk mendukung proyek pembangkit listrik tenaga surya dan angin, yang diharapkan dapat menambah nilai tambah pada portofolio ESG-nya.
Strategi diversifikasi ini sejalan dengan komitmen Maybank Indonesia untuk menjadi pemimpin pasar dalam pembiayaan hijau di Asia Tenggara. Bank menargetkan agar pada akhir 2026, pembiayaan berkelanjutan mencapai minimal 25 persen dari total portofolio kredit, sejalan dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang semakin menekankan pentingnya praktik keuangan berkelanjutan.
Langkah-langkah konkret yang diambil Maybank Indonesia meliputi:
- Pengembangan produk kredit khusus EV dengan tenor hingga 7 tahun dan bunga tetap.
- Penyediaan layanan konsultasi ESG bagi korporasi yang ingin meningkatkan profil keberlanjutan mereka.
- Kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memperluas jaringan stasiun pengisian listrik publik.
- Penerapan standar pelaporan ESG yang transparan sesuai kerangka kerja internasional, seperti PRI dan TCFD.
Para analis pasar menilai bahwa gerakan Maybank Indonesia dapat menjadi katalisator bagi industri perbankan Indonesia secara keseluruhan. “Jika bank-bank lain mengikuti jejak Maybank dalam memprioritaskan pembiayaan hijau, maka akan tercipta ekosistem keuangan yang lebih resilient dan mendukung agenda dekarbonisasi nasional,” kata Rina Hapsari, analis senior di PT Danareksa Sekuritas.
Namun, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah keterbatasan infrastruktur pengisian daya yang masih terkonsentrasi di kota-kota besar. Selain itu, harga kendaraan listrik yang masih relatif tinggi dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar fosil menjadi faktor penghambat adopsi massal. Maybank Indonesia menyadari hal ini dan berkomitmen untuk terus menyesuaikan produk pembiayaan guna mengurangi beban finansial konsumen.
Secara keseluruhan, lonjakan 92,9 persen dalam pembiayaan berkelanjutan menandakan keberhasilan Maybank Indonesia dalam merespons dinamika pasar yang semakin mengedepankan aspek lingkungan. Dengan menempatkan kendaraan listrik sebagai produk unggulan, bank tidak hanya memperluas basis nasabah tetapi juga turut mempercepat transisi menuju mobilitas rendah emisi di Indonesia.
Ke depan, Maybank Indonesia berencana untuk memperkuat sinergi dengan pemangku kepentingan utama, termasuk regulator, produsen EV, serta lembaga keuangan internasional, guna menciptakan ekosistem pembiayaan hijau yang lebih inklusif. Jika tren ini terus berlanjut, pembiayaan berkelanjutan dapat menjadi pilar utama pertumbuhan bank, sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap target iklim nasional.
Dengan komitmen yang kuat dan strategi yang terukur, Maybank Indonesia berada pada posisi yang strategis untuk memimpin perubahan paradigma keuangan di era hijau, sekaligus membuka peluang baru bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan.