123Berita – 08 April 2026 | Manajemen Gibran End Game, yang dipimpin oleh Arif Ikhsan, mengeluarkan pernyataan resmi pada Rabu (8 April 2026) mengklaim bahwa mereka telah menerima suap sebesar Rp300 juta dengan tujuan agar Gibran Rakabuming Raka tidak melakukan kunjungan ke Solo dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Pernyataan tersebut menimbulkan sorotan publik luas mengingat nama Gibran, putra Gubernur Jawa Tengah dan calon politikus terkemuka.
Arif Ikhsan menegaskan bahwa uang Rp300 juta itu bukanlah bentuk sumbangan atau dukungan kampanye, melainkan upaya “pencucian uang” yang bertujuan memanipulasi agenda kunjungan publik. “Kami menolak keras segala bentuk penyuapan yang mengancam kebebasan bergerak dan interaksi politik,” ujar Ikhsan dalam konferensi pers singkat.
Dalam pernyataan tertulis yang dilampirkan, manajemen Gibran menyebut bahwa penawaran tersebut datang melalui perantara yang tidak dapat diidentifikasi secara jelas, namun ada indikasi kuat bahwa motif di baliknya berhubungan dengan kepentingan politik lokal. Mereka menambahkan bahwa penawaran itu muncul tepat menjelang Gibran dijadwalkan mengunjungi Solo pada acara pameran ekonomi dan UGM untuk mendengarkan kuliah umum tentang kewirausahaan.
Menanggapi isu tersebut, Sekretariat Gubernur Jawa Tengah menyatakan belum menerima laporan resmi terkait kasus suap ini, namun menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti setiap tuduhan korupsi yang melibatkan anggota keluarga gubernur. “Kami akan melakukan koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika diperlukan,” kata juru bicara.
Sementara itu, pihak kepolisian setempat telah membuka penyelidikan awal untuk mengidentifikasi sumber dana dan jalur penyampaian uang tersebut. Penyidik akan memeriksa rekam jejak transaksi keuangan, saksi mata, serta melakukan pengawasan terhadap jaringan sosial media yang mungkin menjadi sarana komunikasi antara pihak penawar dan manajemen.
Kasus ini muncul di tengah suasana politik menjelang pemilihan kepala daerah yang akan dilaksanakan pada akhir tahun 2026. Gibran Rakabuming Raka, yang kini menjabat sebagai Walikota Surakarta, diprediksi akan mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Tengah pada pemilihan berikutnya. Oleh karena itu, setiap kontroversi yang melibatkan dirinya atau lingkaran dekatnya dapat berpotensi mempengaruhi dinamika pemilih.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Dr. Andi Setiawan, berpendapat bahwa tuduhan suap ini mencerminkan intensitas persaingan internal partai serta upaya pihak luar untuk mengendalikan agenda politik calon pejabat. “Jika terbukti, hal ini dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi, terutama bila tokoh politik senior terlibat dalam praktik korupsi,” ujarnya.
Di sisi lain, beberapa pihak menilai pernyataan manajemen Gibran masih bersifat spekulatif dan memerlukan bukti konkret. Sejumlah aktivis anti‑korupsi menekankan pentingnya transparansi penuh, termasuk penyediaan bukti dokumentasi serta rekam jejak keuangan yang dapat diverifikasi secara independen.
Sejumlah warga Solo yang menantikan kunjungan Gibran mengungkapkan kekecewaan bila agenda tersebut dibatalkan. “Kami sudah menyiapkan acara untuk mempromosikan produk UMKM lokal, dan kehadiran Gibran sangat penting untuk menarik perhatian media,” kata salah satu pengusaha kecil di Pasar Klewer.
UGM, sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, juga merencanakan dialog antara Gibran dan mahasiswa Fakultas Ekonomi. Jika kunjungan dibatalkan, pihak universitas menyatakan kesiapan untuk mencari pembicara alternatif yang tetap dapat menyampaikan topik kewirausahaan dan inovasi.
Meski demikian, manajemen Gibran menegaskan bahwa mereka tidak akan mengubah jadwal kunjungan tanpa dasar hukum yang jelas. “Kami tidak akan tunduk pada tekanan atau tawaran uang yang melanggar etika politik,” tegas Ikhsan, menutup pernyataan dengan harapan proses hukum dapat mengungkap fakta sesungguhnya.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, dan perkembangan selanjutnya akan terus dipantau oleh media serta lembaga pengawas antikorupsi. Masyarakat diharapkan menunggu hasil investigasi resmi sebelum menarik kesimpulan akhir mengenai tuduhan suap Rp300 juta yang menimpa manajemen Gibran End Game.