123Berita – 05 April 2026 | Penampilan kiper kelahiran Indonesia, Maarten Paes, mengalami kemunduran signifikan pada pekan ke-29 Liga Eredivisie setelah ia membiarkan dua gol tercipta dalam kekalahan 1-2 melawan FC Twente. Pertandingan tersebut mencatatkan momen paling menantang bagi Paes sejak ia menandatangani kontrak dengan Ajax Amsterdam pada musim panas 2022.
Sejak kedatangannya di Ajax, Paes diharapkan menjadi tambahan yang solid bagi lini belakang klub yang sedang berusaha kembali menguasai puncak kompetisi domestik Belanda. Rekrutmen tersebut dilatarbelakangi oleh prestasinya bersama Timnas Indonesia, di mana ia telah menjadi andalan sejak debutnya. Ekspektasi tinggi muncul dari para pendukung Ajax yang menginginkan stabilitas di gawang, terutama setelah pergantian pelatih dan perombakan skuad pada musim sebelumnya.
Namun, dalam laga melawan Twente, kiper asal Indonesia itu tampak kesulitan menyesuaikan diri dengan ritme pertandingan. Gol pertama tercipta pada menit ke-27 setelah serangan cepat Twente memanfaatkan celah di lini pertahanan Ajax. Bola masuk dengan tembakan keras ke sudut kanan bawah gawang, menembus jari-jari Paes yang tampak terkejut. Gol kedua datang pada menit ke-61, ketika Twente melakukan serangan balik melalui sayap kiri dan melepaskan umpan silang yang dihadapi oleh Paes. Sayangnya, kiper gagal mengantisipasi arah bola, sehingga gol kedua masuk dengan mudah.
Statistik pertandingan menegaskan kesulitan Paes pada malam itu. Ia mencatatkan total enam tembakan yang harus dihadapi, dengan tiga di antaranya berada di dalam kotak penalti. Dari enam tembakan tersebut, hanya dua yang berhasil ia tolak, sedangkan empat lainnya meloloskan diri menjadi gol atau peluang berbahaya. Persentase penyelamatan Paes turun menjadi 33,3 persen, jauh di bawah rata-rata penyelamatan Ajax pada pertandingan-pertandingan sebelumnya yang berada di kisaran 70 persen.
- Jumlah tembakan lawan: 6
- Tembakan dalam kotak penalti: 3
- Penyelamatan: 2
- Gol kebobolan: 2
- Persentase penyelamatan: 33,3%
Para analis sepak bola menilai bahwa penurunan performa Paes tidak semata-mata disebabkan oleh faktor individu, melainkan juga dipengaruhi oleh koordinasi tim secara keseluruhan. Penyerangan Ajax yang kurang tajam pada babak pertama memberi tekanan tambahan pada lini belakang, memaksa Paes untuk melakukan banyak penyelamatan satu per satu. Selain itu, perubahan taktik yang diimplementasikan pelatih baru Ajax menuntut adaptasi cepat dari semua pemain, termasuk kiper.
Reaksi dari suporter Ajax pun beragam. Sebagian mengkritik keras keputusan manajemen untuk menempatkan Paes sebagai starter utama, menyebutkan bahwa kiper asal Indonesia belum menunjukkan konsistensi yang diperlukan di level tertinggi Liga Eredivisie. Di sisi lain, pendukung setia Paes menilai bahwa satu pertandingan tidak cukup untuk menilai kualitasnya secara keseluruhan, mengingat ia masih dalam proses adaptasi dengan gaya permainan klub Belanda.
Dalam konferensi pers pasca pertandingan, pelatih Ajax menyampaikan bahwa ia tetap mempercayai kemampuan Paes dan menekankan pentingnya belajar dari kesalahan. “Setiap pemain memiliki fase naik turun. Kami akan bekerja lebih intensif pada sesi latihan untuk memperbaiki posisi dan keputusan Paes di area penalti,” ujar sang pelatih.
Sementara itu, Timnas Indonesia menantikan kembalinya Paes ke lapangan internasional dengan harapan bahwa pengalaman di Eredivisie akan memperkaya kualitasnya. Sebagai salah satu pemain kunci, performa Paes di level klub akan sangat memengaruhi kontribusinya pada panggung internasional, terutama menjelang kualifikasi turnamen besar.
Ke depan, Ajax dijadwalkan menghadapi pertandingan penting melawan rival tradisionalnya, yang akan menjadi ujian nyata bagi Paes. Jika ia dapat memperbaiki konsistensi dan meningkatkan koordinasi dengan lini pertahanan, peluangnya untuk merebut kembali posisi sebagai kiper utama akan semakin terbuka. Sebaliknya, kegagalan berkelanjutan dapat memaksa manajemen klub untuk mempertimbangkan alternatif lain di gawang.
Kesimpulannya, penampilan Maarten Paes melawan FC Twente menandai catatan terburuk sejak ia bergabung dengan Ajax Amsterdam. Meskipun statistik pertandingan tidak memihak, faktor tim dan adaptasi taktik turut berperan dalam hasil tersebut. Kedepannya, perbaikan teknik, kepercayaan diri, serta dukungan pelatih akan menjadi kunci utama bagi Paes untuk bangkit kembali dan memenuhi harapan baik dari klub maupun negara asalnya.