Ledakan Gas Beruntun di Kafe Kara Depok, Lima Korban Luka Serius dan Puluhan Warga Dievakuasi

Ledakan Gas Beruntun di Kafe Kara Depok, Lima Korban Luka Serius dan Puluhan Warga Dievakuasi
Ledakan Gas Beruntun di Kafe Kara Depok, Lima Korban Luka Serius dan Puluhan Warga Dievakuasi

123Berita – 05 April 2026 | Depok, Jawa Barat – Pada Sabtu pagi, 4 April 2026, sebuah kebakaran hebat melanda Kafe Kara yang berlokasi di Jalan Tugu Raya RT 003 RW 11, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis. Kebakaran tersebut dipicu oleh ledakan beruntun tabung gas elpiji berkapasitas 50 kilogram, yang menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan kafe dan rumah-rumah warga di sekitarnya.

Tim pemadam kebakaran menerima laporan sekitar pukul 10.15 WIB dan segera menuju lokasi. Petugas menemukan lima orang karyawan kafe terperangkap di dapur yang terbakar. Dua di antaranya perempuan dan tiga laki-laki berhasil dievakuasi dengan selamat, namun semuanya mengalami luka bakar serius. Mereka langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat RS Bhayangkara Brimob Kelapa Dua untuk perawatan intensif.

Bacaan Lainnya

Deni Romulo menegaskan bahwa total korban luka bakar berjumlah lima orang, dengan tingkat keparahan diperkirakan di atas 50 persen. Data korban masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh DPKP bersama kepolisian setempat.

Selain korban karyawan, sekitar tiga puluh warga yang berada di sekitar lokasi kejadian juga harus dievakuasi karena bahaya kebakaran dan potensi ledakan lanjutan. Evakuasi dilakukan secara tertib oleh aparat keamanan, dan sementara ini belum ada laporan korban jiwa.

Kerusakan struktural tidak terbatas pada kafe saja. Beberapa rumah warga di sekitar Jalan Tugu Raya mengalami kerusakan pada atap, pintu, dan jendela akibat gelombang kejut yang kuat. Warga melaporkan pecahan kaca yang berhamburan dan genteng yang lepas. Salah satu saksi, Riski (34 tahun), mengaku mendengar suara ledakan keras saat berada di dalam rumahnya yang terletak tepat di seberang lokasi. “Suaranya sangat dahsyat, seperti ledakan bom. Kami semua panik,” ujarnya. Riski juga menambahkan bahwa sejak pukul 08.00 WIB sudah tercium bau gas yang menyengat di lingkungan sekitar, namun belum ada tindakan pencegahan yang diambil.

Polisi setempat bersama DPKP masih melakukan pendataan lengkap terkait jumlah korban, tingkat kerusakan, serta estimasi kerugian materiil. Hingga saat ini, pihak berwenang belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai penyebab pasti kebocoran gas, namun dugaan awal mengarah pada kegagalan peralatan atau prosedur pengisian ulang tabung gas yang tidak sesuai standar keamanan.

Insiden ini menambah deretan kecelakaan gas berbahaya yang terjadi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, mengingat tingginya penggunaan tabung elpiji di sektor kuliner dan rumah tangga. Pemerintah daerah Depok berjanji akan meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan dan penyimpanan tabung gas, serta melakukan sosialisasi keselamatan kepada pelaku usaha kuliner.

Berikut rangkuman fakta utama yang dapat disimpulkan dari kejadian tersebut:

  • Waktu kejadian: Sabtu, 4 April 2026, sekitar pukul 10.15 WIB.
  • Lokasi: Kafe Kara, Jalan Tugu Raya RT 003 RW 11, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.
  • Penyebab: Dugaan kebocoran gas elpiji 50 kg yang memicu dua ledakan beruntun.
  • Korban: Lima karyawan kafe (dua perempuan, tiga laki-laki) mengalami luka bakar serius; sekitar 30 warga dievakuasi.
  • Kerusakan: Kafe hancur total; beberapa rumah warga mengalami kerusakan atap, pintu, dan jendela.
  • Tindakan: Korban dilarikan ke RS Bhayangkara Brimob Kelapa Dua; evakuasi warga dilakukan oleh aparat; penyelidikan masih berlangsung.

Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi pemilik usaha kuliner untuk memperhatikan prosedur keselamatan gas secara ketat. Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat regulasi inspeksi serta menyediakan pelatihan keselamatan kepada pelaku usaha, demi mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.

Dengan langkah-langkah preventif yang tepat, diharapkan kejadian berbahaya seperti ledakan gas beruntun ini dapat diminimalisir, sehingga keamanan publik tetap terjaga dan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas publik tetap terpelihara.

Pos terkait