123Berita – 04 April 2026 | Jakarta, 4 April 2026 – Pada babak Final Four Proliga 2026, tim voli putra LavAni menorehkan kemenangan telak melawan Garuda Jaya dengan skor 3-0. Kemenangan ini tidak hanya mengukuhkan posisi LavAni sebagai kandidat kuat juara, tetapi juga menegaskan dominasi mereka dalam serangkaian pertandingan awal turnamen.
Set pertama dimulai dengan layanan servis yang agresif dari LavAni. Kombinasi serangan cepat di sayap kanan dan tengah membuat pertahanan Garuda Jaya kesulitan menyesuaikan. Pada menit ke-7, LavAni berhasil menancapkan poin pertama melalui smash kuat dari pemain luar kiri, Bima Pratama, yang berhasil mengirim bola menembus zona pertahanan lawan. Garuda Jaya berusaha bangkit, namun kesalahan servis dan blok yang kurang solid membuat mereka terpuruk 8-3.
Seiring berjalannya set, LavAni terus menambah keunggulan. Pemain tengah, Rian Setiawan, menunjukkan akurasi serangan yang luar biasa, mencetak 12 poin secara konsisten. Di sisi lain, Garuda Jaya mengalami penurunan moral setelah dua kesalahan servis beruntun pada menit ke-12, yang memungkinkan LavAni memperlebar selisih menjadi 15-5. Set pertama pun selesai dengan skor 25-10, menandakan dominasi total LavAni.
Memasuki set kedua, pelatih LavAni, Andi Saputra, melakukan rotasi taktis dengan menempatkan pemain libero, Dimas Haryanto, lebih sering di belakang jaringan. Strategi tersebut terbukti efektif; Dimas berhasil melakukan banyak receive yang akurat, memungkinkan serangan cepat dari sisi kanan. Garuda Jaya mencoba mengubah taktik dengan memperbanyak serangan cepat, namun pertahanan LavAni tetap kokoh berkat blok tinggi dari middle blocker, Faisal Rahman, yang mencatat tiga block penting pada menit ke-6 set kedua.
Kegigihan LavAni berlanjut hingga set kedua berakhir dengan 25-12. Pada saat itu, tekanan psikologis mulai terasa pada pemain Garuda Jaya, terutama pada kapten mereka, Arif Nugroho, yang mengakui dalam wawancara singkat bahwa tim belum menemukan ritme serangan yang konsisten.
Set ketiga menjadi penutup yang cepat. LavAni tidak memberi kesempatan bagi lawan untuk kembali ke jalur. Serangan servis ace dari pemain penyerang utama, Yudi Santoso, membuka set dengan 2-0, memaksa Garuda Jaya melakukan servis berisiko. Pada menit ke-4, LavAni menambah selisih menjadi 10-2 melalui serangkaian smash berulang dari Bima Pratama.
Meski Garuda Jaya berusaha memperkecil jurang, mereka hanya berhasil mengumpulkan 8 poin sebelum set berakhir dengan skor 25-8. Kemenangan 3-0 ini menegaskan bahwa LavAni telah menyiapkan diri secara optimal, baik secara taktik maupun mental, untuk melaju ke babak semifinal selanjutnya.
Keberhasilan LavAni di Final Four tidak lepas dari persiapan intensif selama pra-musim. Tim melaksanakan program kebugaran yang meliputi latihan beban, peningkatan kecepatan, serta analisis video lawan secara mendalam. Selain itu, dukungan penuh suporter lokal di arena Jakarta menambah semangat pemain pada setiap rally.
Sementara itu, Garuda Jaya harus melakukan evaluasi menyeluruh. Pelatih mereka, Hendra Wibowo, menyatakan bahwa tim akan fokus memperbaiki konsistensi servis dan koordinasi blok pada latihan mendatang. “Kami tetap bertekad untuk bangkit di pertandingan berikutnya,” ujarnya dengan optimisme.
Dengan hasil ini, LavAni kini menatap pertandingan semifinal dengan penuh kepercayaan diri. Jadwal selanjutnya mempertemukan mereka dengan tim kuat lainnya, menambah antisipasi para penggemar voli di seluruh Indonesia.
Secara keseluruhan, pertarungan di Final Four Proliga 2026 ini menampilkan kualitas teknis dan taktis yang tinggi. LavAni berhasil mengeksekusi strategi dengan presisi, sementara Garuda Jaya menunjukkan semangat juang meski belum mampu menutup kesenjangan. Pertandingan ini menjadi bukti bahwa persaingan Proliga semakin ketat, menambah ekspektasi bagi para pecinta voli di negeri ini.
Dengan catatan kemenangan 3-0, LavAni tidak hanya mengamankan tiket ke semifinal, tetapi juga mengirimkan sinyal kuat kepada rival-rival lain bahwa mereka siap merebut gelar juara pada akhir musim.