123Berita – 06 April 2026 | Banjarbaru, 6 April 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru melaksanakan razia gabungan pada Senin (6/4/2026) yang melibatkan aparat TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Kegiatan penggeledahan blok hunian serta tes urine bagi petugas dan warga binaan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 serta tindak lanjut instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan RI.
Razia dipimpin langsung oleh Kepala Lapas, I Made Supartana, yang didampingi jajaran struktural serta seluruh pegawai. Sebanyak tiga personel Polsek Cempaka, tiga personel Koramil 1006-07, dan empat personel BNN Kota Banjarbaru turut berpartisipasi, menandakan sinergi lintas lembaga dalam menjaga keamanan dan ketertiban (kamtib) di lingkungan pemasyarakatan.
Selama proses penggeledahan, tim menemukan sejumlah barang terlarang, termasuk handphone tidak terdaftar, peralatan komunikasi ilegal, serta bahan narkotika. Seluruh temuan tersebut kemudian diinventarisasi, didata secara terperinci, dan dimusnahkan sesuai prosedur resmi. Penggeledahan tidak hanya berfokus pada barang fisik, melainkan juga mencakup tes urine bagi seluruh petugas dan warga binaan guna mendeteksi penggunaan narkoba secara dini.
Razia gabungan ini juga menjadi sarana edukasi bagi warga binaan. Selama tes urine, petugas menjelaskan bahaya penyalahgunaan narkoba serta konsekuensi hukum yang dapat memperpanjang masa tahanan. Selain itu, petugas menekankan pentingnya disiplin pribadi dan kepatuhan terhadap peraturan Lapas sebagai prasyarat utama reintegrasi sosial.
Langkah serupa dijadwalkan akan terus berlanjut secara berkala. I Made Supartana menambahkan, “Kita akan melakukan razia rutin sebagai upaya deteksi dini dan menjaga integritas baik petugas maupun warga binaan. Kerjasama dengan TNI, Polri, dan BNN akan tetap dipertahankan demi tercapainya lingkungan pemasyarakatan yang aman dan tertib.”
Keberhasilan razia ini memberikan gambaran positif tentang efektivitas kerja sama inter‑institusi dalam mengatasi masalah keamanan internal Lapas. Data awal menunjukkan penurunan signifikan pada temuan barang terlarang dibandingkan dengan periode sebelumnya, meskipun angka pasti belum dirilis secara publik.
Penghargaan terhadap kolaborasi ini juga diungkapkan oleh perwakilan Polri Banjarbaru, yang menyatakan, “Kami mendukung penuh inisiatif Lapas Banjarbaru. Sinergi ini tidak hanya meningkatkan kontrol internal, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di wilayah kami.”
Sementara itu, perwakilan BNN menekankan pentingnya tes urine sebagai bagian integral dari upaya pencegahan narkoba, menyebutkan bahwa deteksi dini memungkinkan intervensi rehabilitatif lebih cepat dan efektif.
Secara keseluruhan, razia gabungan ini menegaskan tekad Lapas Kelas IIB Banjarbaru untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari barang terlarang serta penyalahgunaan narkoba. Melalui kerja sama lintas lembaga, Lapas berharap dapat menurunkan tingkat pelanggaran internal, meningkatkan rasa aman bagi seluruh penghuni, dan memberikan contoh terbaik bagi institusi pemasyarakatan lainnya di Indonesia.
Dengan menegakkan kebijakan Zero Halinar secara konsisten, Lapas Banjarbaru menatap masa depan yang lebih bersih, tertib, dan berfokus pada rehabilitasi. Upaya ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat bagi warga binaan, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem pemasyarakatan nasional.