KRL Rangkasbitung Mulai Melaju Kembali Usai Banjir Surut, Meski Kecepatan Terbatas

KRL Rangkasbitung Mulai Melaju Kembali Usai Banjir Surut, Meski Kecepatan Terbatas
KRL Rangkasbitung Mulai Melaju Kembali Usai Banjir Surut, Meski Kecepatan Terbatas

123Berita – 05 Mei 2026 | Setelah beberapa hari mengalami penundaan akibat genangan air, jalur Commuter Line yang melayani rute Rangkasbitung kini kembali beroperasi. KAI Commuter mengonfirmasi bahwa layanan KRL di wilayah tersebut dapat melintas kembali, namun dengan kecepatan yang lebih rendah demi menjaga keselamatan penumpang dan memastikan kondisi rel tetap aman.

Curah hujan intens pada pekan lalu menyebabkan sebagian trek mengalami tergenangnya air, terutama pada daerah-daerah rendah di sekitar Stasiun Cilejit dan Stasiun Parung Panjang. Genangan tersebut menimbulkan gangguan pada sistem sinyal serta menghambat pergerakan kereta. Tim pemulihan KAI Commuter bersama otoritas setempat melakukan penyelamatan darurat, mengeringkan rel, dan memeriksa integritas infrastruktur sebelum mengizinkan operasi kembali.

Bacaan Lainnya

“Kami telah menyelesaikan proses inspeksi teknis dan memastikan tidak ada kerusakan struktural pada rel maupun sinyal,” kata Direktur Operasional KAI Commuter, Budi Santoso, dalam konferensi pers daring. “Sebagai langkah pencegahan, kami memberlakukan pembatasan kecepatan pada beberapa titik kritis, sehingga kereta dapat melaju secara perlahan tanpa menimbulkan risiko baru.”

Penyesuaian kecepatan ini berdampak pada jadwal perjalanan. Kereta yang biasanya menempuh rute Rangkasbitung‑Tanah Abang dalam waktu sekitar satu jam setengah kini membutuhkan tambahan lima hingga sepuluh menit. Penumpang diminta untuk menyiapkan waktu lebih lama saat bepergian, terutama pada jam‑jam sibuk pagi dan sore.

Untuk mengurangi kepadatan, KAI Commuter menambah frekuensi layanan pada jam-jam puncak. Beberapa kereta tambahan dijadwalkan berangkat setiap 10 menit, meski tetap dengan kecepatan terbatas. Selain itu, petugas di stasiun telah menyiapkan papan informasi digital yang menampilkan perkiraan kedatangan kereta secara real‑time, sehingga penumpang dapat menyesuaikan rencana perjalanan.

  • Tim teknis melakukan pengecekan trek dan sinyal secara menyeluruh.
  • Pengeringan rel dilakukan dengan bantuan pompa industri dan tenaga kerja tambahan.
  • Penggunaan kereta cadangan untuk menambah frekuensi pada jam sibuk.
  • Pemasangan papan informasi digital untuk memberi update real‑time.

Selain upaya teknis, koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (DPBD) menjadi kunci. Kedua lembaga tersebut menyediakan data curah hujan terkini dan memantau potensi banjir selanjutnya. “Kami terus memantau kondisi cuaca dan siap mengaktifkan prosedur darurat bila diperlukan,” ujar Kepala Dinas Penanggulangan Bencana Kabupaten Lebak, Siti Nurhaliza.

Komunitas penumpang juga memberikan respons positif terhadap tindakan cepat KAI Commuter. Banyak yang mengapresiasi transparansi informasi dan upaya menambah armada meskipun kondisi masih belum optimal. Namun, ada juga keluhan mengenai keterlambatan yang masih terasa, terutama bagi pekerja yang harus tepat waktu di Jakarta.

Dalam jangka panjang, KAI Commuter berencana memperkuat ketahanan infrastruktur jalur Rangkasbitung. Proyek modernisasi meliputi pemasangan sistem drainase yang lebih efektif di sepanjang trek, serta upgrade pada sistem sinyal otomatis yang lebih tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem. Pengerjaan dijadwalkan dimulai pada kuartal ketiga tahun ini.

Penumpang yang membutuhkan alternatif transportasi selama periode ini dapat memanfaatkan layanan bus Transjabodetabek yang telah menyesuaikan rute untuk melayani area terdampak. Beberapa operator taksi daring juga menawarkan tarif khusus bagi penumpang yang terpaksa beralih moda transportasi.

Secara keseluruhan, meskipun layanan KRL Rangkasbitung belum kembali ke kecepatan normal, langkah-langkah mitigasi yang diambil menunjukkan komitmen KAI Commuter untuk menjaga kelancaran mobilitas publik. Penumpang diimbau tetap mengikuti informasi resmi melalui aplikasi KAI Access atau papan informasi stasiun, serta bersabar saat menunggu kereta melintas secara perlahan.

Kondisi banjir yang kini telah surut memberi harapan bagi pemulihan penuh layanan kereta dalam waktu dekat. Dengan koordinasi lintas lembaga dan upaya perbaikan infrastruktur, diharapkan jalur ini dapat kembali beroperasi pada kapasitas penuh tanpa mengorbankan keselamatan.

Pos terkait