Banjir Kebon Pala Menggenangi Rumah, Warga Terpaksa Tinggal di Lantai Dua

Banjir Kebon Pala Menggenangi Rumah, Warga Terpaksa Tinggal di Lantai Dua
Banjir Kebon Pala Menggenangi Rumah, Warga Terpaksa Tinggal di Lantai Dua

123Berita – 05 Mei 2026 | Kawasan Kebon Pala, yang terletak di Kampung Melayu, Jakarta Timur, dilanda banjir dengan ketinggian air lebih dari satu meter pada pagi hari ini. Air mengalir deras menembus pintu gerbang, menenggelamkan halaman rumah-rumah penduduk dan memaksa mereka mencari tempat bertahan di lantai dua.

Warga yang tinggal di rumah satu lantai terpaksa mengungsi ke tetangga atau menempati atap rumah. Sedangkan penghuni rumah dua lantai, seperti keluarga Pak Ahmad (45), memutuskan untuk naik ke lantai dua. “Air sudah mencapai setinggi pinggang kami. Kami naik ke kamar tidur atas dan menutup pintu rapat-rapat, berharap air tidak masuk lebih jauh,” ungkap Pak Ahmad sambil menahan air mata.

Bacaan Lainnya

Petugas pemadam kebakaran DKI Jakarta (Polda) yang tiba di lokasi pada pukul 09.00 WIB melaporkan bahwa kondisi air masih terus naik. Tim SAR menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak di lantai pertama. Hingga saat ini, lebih dari 150 orang telah berhasil dipindahkan ke posko darurat di Balai RW 05, Kebon Pala.

Kelompok Relawan Masyarakat (KRM) setempat turut membantu distribusi bantuan logistik, termasuk makanan siap saji, selimut, dan peralatan kebersihan. “Kami berusaha semaksimal mungkin menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga yang masih terperangkap. Namun, situasinya masih sangat menantang karena akses jalan utama terputus,” kata ketua KRM, Siti Nurhaliza.

Selain dampak fisik, banjir ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi penyakit menular. Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah mengirimkan tim medis untuk melakukan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kebersihan dan menghindari penggunaan air yang terkontaminasi.

Berikut rangkuman langkah-langkah darurat yang diambil oleh pihak berwenang:

  • Pengungsian warga ke posko darurat terdekat.
  • Evakuasi menggunakan perahu karet dan kendaraan lapangan.
  • Penyediaan bantuan makanan, air bersih, dan perlengkapan kebersihan.
  • Pengawasan kesehatan untuk mencegah penyebaran penyakit.
  • Pengecekan infrastruktur listrik dan pemadaman sementara untuk menghindari korsleting.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menegaskan bahwa bantuan akan terus mengalir hingga semua warga dapat kembali ke rumah masing-masing. “Kami meminta warga untuk tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan tidak kembali ke rumah sebelum kondisi aman,” ujar Kepala BPBD DKI, Dr. Hadi Pranoto.

Para ahli meteorologi memperkirakan hujan lebat masih akan berlanjut selama 24 jam ke depan. Mereka menyarankan warga di daerah rawan banjir untuk mempersiapkan diri dengan menutup jendela, mengamankan barang-barang berharga, dan menyiapkan perlengkapan darurat.

Kejadian ini menambah daftar panjang bencana banjir yang melanda Jakarta Timur dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah kota sebelumnya telah mengusulkan proyek revitalisasi sungai dan pembangunan tanggul, namun implementasinya masih terbatas.

Dengan kondisi yang masih kritis, warga Kebon Pala berharap bantuan cepat tiba dan upaya penanggulangan banjir dapat dipercepat. “Kami hanya ingin kembali ke rumah dan menjalani kehidupan normal lagi,” tutup Ibu Lestari, seorang ibu rumah tangga yang mengungsi bersama dua anaknya.

Semua pihak terkait diimbau untuk terus memantau informasi resmi dan mengikuti prosedur evakuasi demi keselamatan bersama.

Pos terkait