123Berita – 25 April 2026 | Kris Dayanti atau yang lebih dikenal dengan inisial KD, bersama istri keduanya, Aurel Hermansyah, baru-baru ini berbagi kesan pribadi tentang prosesi pengajian hingga siraman yang dilangsungkan bagi pasangan selebriti El Rumi dan Syifa Hadju. Kedua pasangan ini melaksanakan upacara tradisional di kawasan KEMA, sebuah lokasi yang menjadi sorotan banyak netizen karena keindahan dan keasliannya.
Aurel menambahkan, “Kami melihat betapa khusyuknya para keluarga dan sahabat yang hadir. Momen siraman El Rumi bukan sekadar ritual, melainkan sebuah perayaan rasa syukur dan doa untuk masa depan pasangan baru.” Ia menyoroti bahwa tata cara siraman yang dilakukan secara tradisional, lengkap dengan air suci yang dipercikkan secara perlahan, menambah kesan sakral pada acara.
Siraman El Rumi yang berlangsung di area terbuka KEMA dikelilingi oleh pepohonan rindang dan alunan musik tradisional yang menenangkan. Kedua pengantin, El Rumi dan Syifa, tampak tersenyum bahagia, menandakan bahwa mereka merasakan dukungan penuh dari orang‑tua dan kerabat terdekat. Selain itu, penataan dekorasi yang mengusung tema alam memperkuat nuansa religius sekaligus estetika yang menawan.
- Pengajian dimulai pukul 09.00 WIB, dipimpin oleh ustadz ternama.
- Setelah pengajian, prosesi siraman dilaksanakan secara bergantian, dimulai dengan El Rumi diikuti Syifa.
- Setiap tetes air siraman disertai doa khusus untuk kesehatan, kebahagiaan, dan kelanggengan rumah tangga.
Kris menyoroti betapa pentingnya kehadiran orang tua dalam ritual tersebut. Ia mengatakan, “Kehadiran orang tua bukan sekadar formalitas. Mereka menjadi saksi sekaligus pelindung energi positif yang mengalir dalam setiap langkah upacara.”
Selain menekankan nilai spiritual, kedua selebriti ini juga memuji keindahan lokasi KEMA yang dipilih sebagai tempat siraman. KEMA, yang terletak di pinggiran kota, dikenal dengan kebun yang asri dan fasilitas yang mendukung acara besar. Penataan panggung, pencahayaan lembut, serta penempatan karpet merah menambah kesan megah namun tetap bersahaja.
Para tamu yang hadir, termasuk sejumlah artis, influencer, dan tokoh masyarakat, tampak antusias dalam mengikuti rangkaian acara. Mereka tidak hanya berfoto, tetapi juga ikut serta dalam doa bersama, menciptakan suasana yang terasa sangat khusyuk dan penuh kebersamaan.
Selain aspek religius, siraman El Rumi juga menjadi ajang untuk menampilkan fashion tradisional yang memukau. El Rumi mengenakan setelan batik modern dengan motif khas Jawa, sementara Syifa tampil anggun dengan kebaya berlapis sutra berwarna pastel. Penampilan mereka mendapatkan banyak pujian, terutama dari para pengamat mode yang menilai bahwa kombinasi tradisi dan sentuhan kontemporer berhasil menciptakan tampilan yang elegan.
Setelah prosesi siraman selesai, acara dilanjutkan dengan jamuan makan bersama. Hidangan yang disajikan mengusung konsep “farm to table”, menonjolkan bahan-bahan segar dari petani lokal. Menu utama meliputi nasi tumpeng mini, sate ayam kampung, serta aneka sayur rebus yang diolah secara sederhana namun lezat.
Di akhir acara, KD menutup perbincangan dengan mengingatkan pentingnya menjaga tradisi dalam era modern. Ia menekankan, “Kita harus tetap melestarikan nilai‑nilai budaya, terutama dalam momen‑momen penting seperti pernikahan. Siraman bukan hanya ritual, melainkan warisan yang harus terus dijaga.”
Secara keseluruhan, suasana siraman El Rumi yang dilaporkan KD dan Aurel terasa “bagus dan khusyuk banget”. Kesan tersebut tidak hanya datang dari penyelenggaraan yang rapi, melainkan juga dari kehadiran hati yang tulus dari semua pihak yang terlibat. Acara ini menjadi contoh bagaimana tradisi dapat dipadukan dengan kemewahan modern tanpa menghilangkan nilai spiritual yang mendasarinya.
Dengan keberhasilan acara ini, diharapkan lebih banyak pasangan muda akan terinspirasi untuk mengadopsi ritual siraman dalam perayaan pernikahan mereka, menjadikan budaya lokal tetap hidup di tengah arus globalisasi yang semakin cepat.




