123Berita – 08 April 2026 | Ketidakpastian geopolitik dan dinamika ekonomi dunia terus menggelayuti publik pada akhir tahun ini. Di tengah gejolak tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Purbaya, menegaskan bahwa meskipun situasi global belum stabil, Indonesia berada pada posisi yang relatif aman dari segi fiskal dan pendapatan negara. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang dihadiri oleh sejumlah pengamat ekonomi dan media nasional.
Purbaya menyoroti bahwa ketidakpastian global—baik yang dipicu oleh konflik regional, fluktuasi harga komoditas, maupun kebijakan moneter negara maju—tidak serta-merta mengancam fondasi keuangan Indonesia. “Kondisi fiskal negara kita masih kuat, dengan rasio defisit yang terkendali dan cadangan devisa yang cukup untuk menahan guncangan eksternal,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kebijakan fiskal yang berprinsip disiplin serta upaya meningkatkan penerimaan pajak telah memperkuat posisi keuangan negara.
Selain menekankan stabilitas fiskal, Purbaya juga menegaskan bahwa keamanan nasional tidak dapat dipandang sebelah mata. “Pertahanan kita berlapis, mulai dari kesiapan militer, kebijakan pertahanan siber, hingga diplomasi ekonomi yang kuat. Semua itu menjadi benteng yang melindungi kepentingan bangsa,” jelasnya. Untuk memberikan gambaran yang lebih konkret, ia memaparkan tiga pilar utama pertahanan Indonesia saat ini:
- Kesiapan Militer: Penguatan alutsista, modernisasi armada, dan latihan bersama dengan sekutu strategis untuk memastikan kesiapan operasional.
- Pertahanan Siber: Peningkatan kemampuan cyber defense melalui investasi pada infrastruktur digital dan kerja sama dengan sektor swasta.
- Diplomasi Ekonomi: Penguatan hubungan perdagangan dan investasi dengan negara-negara mitra untuk menciptakan jaringan ekonomi yang saling menguntungkan.
Selanjutnya, Menteri Koordinator menyoroti upaya pemerintah dalam mengoptimalkan pendapatan negara melalui reformasi perpajakan dan peningkatan kepatuhan wajib pajak. Program digitalisasi layanan pajak, peningkatan basis data, serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggar menjadi fokus utama. “Pendapatan pajak yang meningkat memberikan ruang fiskal lebih leluasa untuk mendanai program pertahanan dan pembangunan infrastruktur,” jelasnya.
Di samping itu, Purbaya menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ia mengajak seluruh lapisan warga untuk berpartisipasi aktif dalam program-program pemerintah, termasuk program tabungan nasional, investasi pada sektor produktif, serta meningkatkan literasi keuangan. “Kesadaran kolektif akan pentingnya kestabilan fiskal akan memperkuat daya tahan ekonomi kita di tengah gejolak global,” pungkasnya.
Secara keseluruhan, pernyataan Purbaya menggambarkan keyakinan pemerintah bahwa Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat dan sistem pertahanan yang berlapis. Dengan kebijakan yang tepat, koordinasi antar‑lembaga, serta dukungan masyarakat, negara diharapkan dapat mengatasi tantangan global tanpa menimbulkan kepanikan. Pemerintah terus memantau perkembangan internasional dan menyesuaikan kebijakan untuk memastikan Indonesia tetap berada pada jalur pertumbuhan yang berkelanjutan.