123Berita – 10 April 2026 | Jumat merupakan hari yang istimewa bagi umat Islam, tidak hanya karena adanya shalat Jumat, tetapi juga karena banyak amalan sunnah yang dianjurkan pada hari tersebut. Salah satu amalan yang kini kembali mendapatkan sorotan adalah membaca shalawat sebanyak 80 kali setelah salat Ashar. Praktik ini diklaim dapat membawa berkah, meningkatkan kedekatan spiritual, serta menambah pahala secara signifikan.
Shalawat, atau doa memuji Nabi Muhammad SAW, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari Muslim sejak masa sahabat. Membaca shalawat secara rutin dipercaya mampu menenangkan hati, memperkuat ikatan batin dengan Sang Nabi, serta membuka pintu rahmat Allah. Pada hari Jumat, keutamaan ini semakin diangkat, karena Jumat sendiri disebut sebagai hari terbaik dalam seminggu menurut hadis Nabi.
Amalan membaca shalawat 80 kali setelah Ashar bukanlah tradisi baru, melainkan merupakan rangkuman dari beberapa riwayat yang menyarankan melipatgandakan doa pada waktu-waktu tertentu. Menurut sebagian ulama, mengulang shalawat secara berulang-ulang pada saat Ashar—waktu yang berada di antara matahari terbenam dan maghrib—memungkinkan hati berada dalam kondisi tenang dan fokus, sehingga doa lebih mudah diterima. Selain itu, jumlah 80 kali dipilih karena angka ini memiliki nilai simbolis dalam tradisi Islam, menandakan kelengkapan dan keutamaan.
Berikut adalah langkah‑langkah praktis untuk melaksanakan amalan tersebut:
- Siapkan niat: Sebelum memulai, niatkan dalam hati bahwa Anda ingin mendekatkan diri kepada Allah dan menghormati Nabi dengan membaca shalawat sebanyak 80 kali.
- Tentukan waktu: Lakukan setelah selesai salat Ashar, sebelum maghrib. Pilih tempat yang tenang agar konsentrasi terjaga.
- Pilih teks shalawat: Umumnya yang dipilih adalah “Allahumma salli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad” atau versi lain yang memiliki makna serupa.
- Gunakan hitungan: Anda dapat menggunakan tasbih digital atau manual untuk memastikan jumlah bacaan tepat 80 kali.
- Renungkan makna: Selama membaca, hayati setiap kata, rasakan kedekatan dengan Nabi, dan serahkan segala doa pribadi kepada Allah.
Manfaat spiritual yang dilaporkan oleh para praktisi antara lain rasa damai yang mendalam, peningkatan kepekaan terhadap kebajikan, serta pengalaman spiritual yang lebih intens. Beberapa penelitian psikologis modern juga menemukan bahwa pengulangan doa dapat menurunkan tingkat stres, meningkatkan konsentrasi, dan memperkuat rasa kebersamaan dalam komunitas Muslim.
Dari segi keagamaan, ulama menekankan bahwa shalawat tidak hanya sekadar ritual verbal, melainkan bentuk penghormatan yang mengandung harapan agar Nabi diberikan kesejahteraan dan syafaat pada hari kiamat. Membaca shalawat secara konsisten pada hari Jumat, khususnya setelah Ashar, diyakini menambah nilai amal yang akan tercatat dalam catatan amal baik.
Namun, penting untuk diingat bahwa kualitas bacaan lebih utama dibandingkan kuantitas semata. Sebuah shalawat yang dibaca dengan penuh penghayatan, rasa hormat, dan keikhlasan akan lebih bernilai daripada sekadar mengulang tanpa perhatian. Oleh karena itu, para ahli keagamaan menganjurkan agar setiap bacaan diiringi dengan pemahaman akan arti kata‑kata tersebut.
Selain manfaat pribadi, praktik ini juga dapat mempererat ikatan sosial. Banyak masjid dan komunitas muslim mengorganisir sesi bersama untuk membaca shalawat 80 kali secara kolektif, menjadikan momen tersebut sebagai sarana silaturahmi serta memperkuat solidaritas umat. Kegiatan semacam ini tidak hanya menumbuhkan semangat kebersamaan, tetapi juga menciptakan atmosfer yang mendukung peningkatan keimanan secara kolektif.
Di era digital, aplikasi pengingat dan tasbih virtual semakin memudahkan umat untuk melaksanakan amalan ini tanpa harus membawa alat fisik. Fitur alarm yang terprogram pada waktu Ashar dapat menjadi pengingat harian, sementara statistik bacaan dapat membantu melacak konsistensi. Meskipun teknologi mempermudah, esensi utama tetap berada pada niat dan keikhlasan.
Secara keseluruhan, membaca shalawat 80 kali setelah Ashar pada hari Jumat menawarkan kombinasi antara tradisi keagamaan yang kuat, manfaat psikologis yang terbukti, serta peluang memperkuat jaringan sosial dalam komunitas Muslim. Dengan mengintegrasikan amalan ini ke dalam rutinitas mingguan, umat Islam dapat merasakan peningkatan kualitas spiritual sekaligus menambah pahala yang berlipat ganda.
Kesimpulannya, meskipun amalan ini tidak diwajibkan, melaksanakannya dengan niat tulus dapat menjadi sarana untuk memperdalam keimanan, menenangkan jiwa, dan memperoleh keberkahan yang melimpah. Bagi yang ingin memulai, mulailah dengan niat yang jelas, pilih waktu yang tepat setelah Ashar, dan jadikan setiap bacaan shalawat sebagai dialog batin yang penuh rasa syukur.





