Kecelakaan Beruntun Empat Kendaraan di Jalan Gempol-Mojokerto, Lima Korban Luka-Luka

Kecelakaan Beruntun Empat Kendaraan di Jalan Gempol-Mojokerto, Lima Korban Luka-Luka
Kecelakaan Beruntun Empat Kendaraan di Jalan Gempol-Mojokerto, Lima Korban Luka-Luka

123Berita – 08 April 2026 | Jalan Raya Gempol-Mojokerto menjadi lokasi tragedi lalu lintas pada Senin (7/4/2026) ketika empat kendaraan beruntun dalam satu rangkaian kecelakaan. Insiden melibatkan dua truk berukuran besar, sebuah mobil pribadi, serta satu sepeda motor. Akibat benturan tersebut, lima orang mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Petugas kepolisian lalu lintas (Polantas) yang tiba di lokasi segera menutup sebagian jalur untuk mengamankan area dan memfasilitasi evakuasi korban. Tim medis yang dikerahkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto menilai tingkat keparahan luka para korban, yang meliputi cedera ringan seperti memar dan goresan hingga luka serius pada anggota tubuh bagian bawah. Semua korban berhasil dipindahkan ke RSUD Mojokerto dengan ambulans yang dilengkapi peralatan medis lengkap.

Bacaan Lainnya
  • Korban pertama: Pengemudi truk pertama, mengalami luka memar pada dada dan pusing.
  • Korban kedua: Pengemudi truk kedua, mengalami luka memar pada lengan dan kaki.
  • Korban ketiga: Penumpang mobil pribadi, mengalami luka goresan pada lengan dan wajah.
  • Korban keempat: Pengendara sepeda motor, mengalami patah tulang pergelangan tangan.
  • Korban kelima: Penumpang truk pertama, mengalami luka ringan pada kepala.

Polisi setempat melakukan investigasi awal untuk mengidentifikasi penyebab pasti kegagalan rem pada truk pertama. Pemeriksaan awal menunjukkan kemungkinan kerusakan pada sistem hidrolik atau keausan kampas rem yang tidak terdeteksi selama pemeriksaan rutin. Selain itu, faktor kecepatan kendaraan yang melampaui batas di jalan lurus tersebut turut menjadi pertimbangan.

Dalam pernyataannya, Kapolres Mojokerto, Kombes Pol. Hendra Prasetyo, menekankan pentingnya pemeliharaan kendaraan berat secara berkala serta kepatuhan pengendara terhadap batas kecepatan. “Kami akan menindak tegas pihak yang terbukti lalai dalam perawatan kendaraan. Selain itu, kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk lebih berhati-hati, terutama di ruas-ruas yang rawan terjadi kecelakaan beruntun,” ujarnya.

Sejumlah warga setempat mengkritik kurangnya fasilitas pengaman di jalan tersebut, seperti kurangnya marka jalan yang jelas dan minimnya lampu penerangan pada malam hari. Mereka menuntut pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan infrastruktur, termasuk pemasangan rambu peringatan dan pembaruan permukaan jalan yang sudah mulai aus.

Pengelola jalan raya Gempol-Mojokerto, Dinas Perhubungan Jawa Timur, menyatakan akan melakukan audit menyeluruh terhadap kondisi jalan dan fasilitas pendukungnya. “Kami akan mengirim tim inspeksi dalam dua minggu ke depan untuk menilai kebutuhan perbaikan, termasuk penambahan zona pengereman darurat di titik-titik rawan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi, Irwan Yusuf.

Sementara itu, keluarga korban yang terluka mengucapkan terima kasih atas respons cepat tim medis dan kepolisian. Mereka berharap agar kejadian serupa tidak terulang dan menekankan pentingnya kesadaran akan keselamatan berkendara di kalangan pengemudi kendaraan komersial.

Kasus ini menambah daftar panjang kecelakaan beruntun yang terjadi di wilayah Jawa Timur dalam beberapa bulan terakhir, menyoroti perlunya penegakan regulasi yang lebih ketat serta edukasi berkelanjutan bagi pengemudi truk dan kendaraan komersial lainnya. Pemerintah daerah bersama dengan aparat kepolisian berjanji akan meningkatkan koordinasi dalam hal inspeksi kendaraan serta memperketat pengawasan pada titik-titik rawan kecelakaan.

Dengan lima orang yang kini berada di rumah sakit untuk perawatan lanjutan, pihak berwenang menunggu hasil penyelidikan akhir sebelum mengeluarkan rekomendasi kebijakan yang lebih konkret. Diharapkan, langkah-langkah perbaikan yang diusulkan dapat menurunkan angka kecelakaan beruntun di masa depan dan meningkatkan rasa aman bagi pengguna jalan di wilayah Mojokerto.

Pos terkait