Keberhasilan Faathir/Devin Menembus 8 Besar BAC 2026 di Ningbo, Indonesia Siap Tantang Peringkat Dunia

123Berita – 09 April 2026 | Ningbo menjadi saksi gemilang bagi pasangan ganda putra Indonesia, Ali Faathir Rayhan dan Devin Artha Wahyudi, yang berhasil menembus delapan besar Badminton Asia Championships (BAC) 2026. Penampilan mereka menimbulkan kegembiraan dan harapan baru bagi bulutangkis tanah air, terutama setelah berhasil mengalahkan wakil Thailand dalam pertemuan yang menegangkan.

Pertandingan melawan pasangan Thailand, Chaloempon Charoenkitamorn dan Worrapol Thongsa-Nga, berlangsung dalam tiga game yang menuntut konsistensi dan mental juara. Faathir dan Devin menutup laga dengan skor 22-20, 15-21, 21-15. Kemenangan di game pertama yang sempit memberi mereka keunggulan awal, namun pasangan Thailand berhasil membalas di game kedua sebelum duo Indonesia menutup dengan kemenangan di game penentuan.

Bacaan Lainnya

Awal pertandingan tidak berjalan mulus bagi Faathir/Devin. Mereka terkesan lambat memanas pada game pertama dan sempat tertinggal 5-6 poin. Menyadari kondisi tersebut, mereka melakukan penyesuaian taktik dengan mengurangi lob panjang dan lebih mengandalkan permainan no‑lob pendek, strategi yang terbukti efektif melawan pola serangan lawan.

“Game pertama kami kalah start jadi sempat ketinggalan 5-6 poin. Untuk pola permainan kami lebih mau main no lob pendek karena lawan pola no lob panjangnya lumayan bagus,” ujar Ali Faathir Rayhan, menjelaskan perubahan taktik yang menjadi kunci memulihkan keunggulan mereka di game pertama.

Setelah mengamankan game pertama, pasangan Thailand menyesuaikan strategi dan berhasil menguasai game kedua dengan skor 21-15. Namun, Faathir dan Devin tidak menyerah. Pada game ketiga, mereka kembali menampilkan serangan agresif dan konsistensi servis, yang akhirnya menghasilkan kemenangan 21-15 dan mengantarkan mereka ke perempat final.

Devin Artha Wahyudi mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian tersebut. “Sangat senang dan sangat bangga, akhirnya ada kans untuk bertemu dengan ranking satu dunia besok. Jika bertemu Kim Won Ho/Seo Seung Jae dari saya pastinya mau menjaga dari segi istirahat, pikiran dan kesiapannya harus lebih dari biasanya karena tidak gampang melawan nomor satu dunia,” kata Devin, menyoroti tantangan berat yang menanti di perempat final.

Devin juga menambahkan perspektif unik mereka sebagai pemain tangan kiri. “Sebagai pemain dengan pegangan tangan kiri keuntungan yang kami dapatkan mungkin lawan akan mendapatkan bola yang terbalik namun tergantung lawan juga akan membaca permainannya seperti apa,” ujarnya, menekankan bahwa keunikan gaya bermain mereka dapat menjadi faktor penentu dalam pertandingan selanjutnya.

Keberhasilan menembus delapan besar bukan hanya sekadar prestasi pribadi, melainkan juga menambah motivasi bagi generasi muda bulutangkis Indonesia. Faathir dan Devin menegaskan tekad untuk memberikan penampilan terbaik di perempat final, berharap dapat melaju lebih jauh dan mengukir sejarah baru bagi tim nasional.

Dengan dukungan pelatih, tim medis, dan suporter, pasangan ini mempersiapkan diri secara menyeluruh, mulai dari pemulihan fisik hingga analisis taktik lawan. Jika mereka mampu menahan tekanan dan mengoptimalkan keunggulan tangan kiri serta strategi no‑lob, peluang untuk menantang pasangan nomor satu dunia menjadi semakin realistis. Keberhasilan mereka di Ningbo menjadi bukti bahwa kerja keras, adaptasi taktik, dan semangat juang dapat menghasilkan hasil yang mengejutkan dalam kompetisi bergengsi.

Secara keseluruhan, pencapaian Faathir/Devin menegaskan bahwa Indonesia masih memiliki eksistensi kuat di kancah bulutangkis Asia. Penampilan mereka di BAC 2026 tidak hanya menambah kebanggaan nasional, tetapi juga membuka peluang bagi duo ini untuk melanjutkan perjuangan hingga podium. Dengan semangat yang tinggi dan persiapan matang, harapan besar menanti mereka di perempat final, dimana setiap poin akan menentukan apakah mimpi mengalahkan dunia akan menjadi kenyataan.

Pos terkait