Kasatgas PRR Tiba di Desa Sekumur, Harapan Penyintas Bencana Menyala Kembali

Kasatgas PRR Tiba di Desa Sekumur, Harapan Penyintas Bencana Menyala Kembali
Kasatgas PRR Tiba di Desa Sekumur, Harapan Penyintas Bencana Menyala Kembali

123Berita – 05 April 2026 | Desa Sekumur di Sumatera Barat kembali menjadi sorotan nasional setelah kunjungan resmi Kasatgas Penanggulangan Bencana (PRR) Pascabencana Sumatera yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian. Desa yang sebelumnya dilanda tanah longsor dahsyat pada akhir bulan lalu, menelan ratusan korban jiwa, ribuan rumah rusak, dan menimbulkan kepanikan mendalam di kalangan warga yang masih berjuang untuk bertahan hidup.

Kunjungan Kasatgas PRR pada hari Senin pagi ini menjadi momen penting. Tito Karnavian tiba bersama tim lintas sektoral, termasuk perwakilan BNPB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta perwakilan LSM lokal. Mereka disambut di balai desa oleh para kepala keluarga yang masih tinggal di tenda darurat. Dalam rangkaian pertemuan, Tito mendengarkan secara langsung keluhan, aspirasi, serta kebutuhan mendesak para penyintas.

Bacaan Lainnya

Suasana berubah menjadi emosional ketika salah satu penyintas, Deri, seorang wanita berusia 38 tahun yang kehilangan sebagian besar harta benda, berdiri di depan para pejabat dengan suara bergetar. “Saya tidak menyangka akan melihat Bapak di sini. Selama ini kami hanya menunggu bantuan yang tak kunjung datang. Kehadiran Bapak memberi kami harapan baru. Kami masih berjuang, tapi kini kami percaya bahwa pemulihan akan segera terwujud,” ujar Deri dengan mata berkaca-kaca. Kutipan ini mencerminkan kegembiraan sekaligus kelegaan yang dirasakan oleh warga setelah sekian lama menanti kepastian.

Tito Karnavian menanggapi dengan tegas, menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat proses rehabilitasi. “Kami tidak akan membiarkan warga Sekumur berjuang sendirian. Tim kami akan memantau distribusi bantuan, mempercepat perbaikan infrastruktur, serta memastikan akses layanan kesehatan bagi semua yang membutuhkan,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa alokasi dana khusus sebesar 150 miliar rupiah telah disetujui untuk penanggulangan pascabencana di wilayah tersebut, termasuk program pembangunan kembali rumah layak huni.

Langkah konkret yang diumumkan meliputi penyediaan paket sembako harian selama tiga minggu ke depan, pendirian posko air bersih dengan kapasitas 5.000 liter per hari, serta pendirian klinik lapangan yang dilengkapi tenaga medis dan obat-obatan esensial. Selain itu, pemerintah daerah akan memulai proyek perbaikan jembatan utama yang rusak, sehingga akses transportasi ke desa-desa tetangga dapat dipulihkan dalam waktu tiga bulan. Tim teknis juga tengah menyusun peta zona rawan bencana untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Pak Arifin, seorang pakar mitigasi bencana dari Universitas Andalas, memberikan komentar tambahan. Ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis komunitas dalam proses pemulihan, serta perlunya edukasi kesiapsiagaan bagi warga. “Kunjungan pejabat tinggi seperti Bapak Tito Karnavian bukan sekadar simbolik, melainkan langkah penting dalam mengintegrasikan kebijakan nasional dengan kebutuhan riil di lapangan. Namun, keberlanjutan bantuan dan program rehabilitasi harus melibatkan partisipasi aktif masyarakat,” ujarnya.

Seiring berjalannya hari, suasana di Desa Sekumur perlahan berubah. Tenda darurat yang semula penuh kepanikan kini dipenuhi percakapan tentang rencana pembangunan kembali. Warga mulai menyusun strategi menata kembali lahan pertanian yang terendam, sementara anak-anak kembali bersekolah di kelas darurat yang disediakan oleh Dinas Pendidikan setempat. Meskipun tantangan masih besar, kehadiran Kasatgas PRR memberikan dorongan moral yang signifikan.

Dengan komitmen dana yang kuat, tim lintas sektoral yang terkoordinasi, serta semangat kebersamaan yang tumbuh kembali di antara penyintas, harapan di Desa Sekumur kini menyala kembali. Pemerintah menegaskan bahwa pemulihan total akan menjadi prioritas utama, sekaligus menjadi pelajaran berharga dalam penanganan bencana alam di wilayah rawan seperti Sumatera Barat.

Pos terkait