123Berita – 07 Juni 2026 | Skandal korupsi di Ditjen Imigrasi kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, nama Silmy Karim, seorang pejabat tinggi di kementerian, diduga sengaja membiarkan praktik jatah preman terjadi di lingkungan kerja. Praktik ini terkait dengan pengurusan izin tinggal warga negara asing (WN) yang banyak dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengetahui adanya praktik bagi-bagi jatah ‘preman’ di Ditjen Imigrasi. KPK menyebut bahwa Silmy Karim mengetahui adanya praktik ini, namun tidak melakukan tindakan apa pun untuk mencegahnya. Hal ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran tentang integritas dan komitmen pemerintah dalam memerangi korupsi.
Praktik jatah preman ini telah menyebabkan kerugian besar bagi negara dan masyarakat. Banyak warga negara asing yang telah menjadi korban penipuan dan pemerasan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, praktik ini juga dapat merusak citra Indonesia di mata internasional.
Oleh karena itu, perlu dilakukan penyelidikan yang lebih lanjut untuk mengungkap kasus ini. Silmy Karim dan pejabat lainnya yang terkait harus diinterogasi dan diadili jika terbukti bersalah. Pemerintah juga harus meningkatkan pengawasan dan kontrol terhadap praktik-praktik yang tidak sehat di Ditjen Imigrasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, korupsi telah menjadi salah satu masalah utama di Indonesia. Banyak kasus korupsi yang telah terungkap, mulai dari korupsi di tingkat nasional hingga korupsi di tingkat lokal. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya yang lebih serius untuk memerangi korupsi dan meningkatkan integritas pemerintah.
Penyelidikan yang lebih lanjut dan tindakan yang tegas terhadap para pelaku korupsi dapat menjadi langkah awal yang efektif untuk memerangi korupsi. Selain itu, perlu dilakukan juga upaya-upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya korupsi dan pentingnya integritas. Dengan demikian, diharapkan korupsi dapat ditekan dan Indonesia dapat menjadi negara yang lebih baik dan lebih adil.
Kasus korupsi di Ditjen Imigrasi ini harus menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa korupsi tidak dapat dibiarkan dan harus diperangi dengan serius. Pemerintah, masyarakat, dan semua pihak terkait harus bekerja sama untuk memerangi korupsi dan meningkatkan integritas di semua tingkat.





