123Berita – 04 April 2026 | Menjelang musim panas yang diprediksi akan semakin kering akibat fenomena cuaca ekstrim Super El Nino, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengambil langkah proaktif dengan turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis pada Jumat, 3 April. Kedatangan sang Kapolri tidak hanya menegaskan komitmen kepolisian dalam penanggulangan bencana alam, tetapi juga menjadi sinyal peringatan bagi seluruh pemangku kepentingan agar meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran yang meluas.
Super El Nino, sebuah fenomena iklim yang diperkirakan akan menghasilkan suhu udara lebih tinggi serta curah hujan yang lebih rendah dari rata-rata, telah menimbulkan kekhawatiran serius di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di provinsi Riau yang dikenal memiliki hutan tropis lebat. Kondisi kering yang dipicu oleh El Nino meningkatkan risiko terbakarnya vegetasi, terutama pada lahan yang belum ditanami atau yang masih dalam proses pertanian. Dalam konteks ini, kebakaran yang terjadi di Sekodi menjadi contoh nyata dampak langsung perubahan iklim yang memperparah intensitas dan frekuensi kebakaran hutan.
Setibanya di lokasi, Irjen Herry Heryawan langsung berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran, aparat Satpol PP, serta tim pemantau cuaca daerah. Ia meninjau area yang terbakar, menilai skala kerusakan, serta memastikan prosedur evakuasi dan penanggulangan berjalan sesuai standar operasional. “Kami tidak bisa menunggu sampai api meluas. Penanganan cepat dan koordinasi lintas sektoral adalah kunci untuk melindungi hutan, lahan pertanian, serta kesehatan masyarakat sekitar,” ujar Herry dalam percakapan singkat dengan media setempat.
Tim pemadam kebakaran yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bengkalis melaporkan bahwa api yang menyala sudah berhasil diredam sebagian besar pada sore hari, namun sisa bara masih terus dipantau. Penyebab kebakaran masih diselidiki, namun dugaan awal mengarah pada aktivitas pembukaan lahan yang tidak mematuhi prosedur resmi, serta kurangnya penanganan sampah pertanian yang mudah terbakar. Irjen Herry menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pembakaran ilegal, sekaligus mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan.
Selain tindakan darurat, Kapolda Riau mengumumkan serangkaian langkah jangka panjang untuk mengurangi kerentanan wilayah terhadap kebakaran. Di antaranya adalah peningkatan patroli udara menggunakan helikopter Polri, penambahan pos pemantauan suhu di titik-titik rawan, serta penyuluhan intensif kepada petani dan nelayan tentang teknik pertanian ramah iklim. Program ini akan dijalankan bersamaan dengan upaya pemerintah provinsi dan pusat dalam penyediaan alat pemadam kebakaran yang lebih modern serta pengembangan sistem peringatan dini berbasis satelit.
Para pakar lingkungan menilai kehadiran Kapolda di lapangan sebagai contoh positif dari sinergi antara aparat keamanan dan lembaga lingkungan. Dr. Siti Nurhaliza, dosen Fakultas Kehutanan Universitas Riau, menyatakan, “Keterlibatan kepolisian dalam penanggulangan kebakaran hutan memberi sinyal kuat bahwa penegakan hukum tidak terpisah dari upaya konservasi. Dengan dukungan teknologi pemantauan cuaca dan data satelit, respons dapat menjadi lebih cepat dan terukur.”
Di sisi lain, warga setempat menyambut baik kehadiran pihak berwenang, namun tetap khawatir akan dampak kesehatan akibat asap yang menyebar ke daerah perumahan. Beberapa warga melaporkan gejala iritasi mata dan pernapasan, serta menuntut penyediaan masker dan perawatan medis yang memadai. Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah menyiapkan pos kesehatan sementara di dekat lokasi kebakaran untuk memberikan pertolongan pertama kepada warga yang terdampak.
Menjelang akhir pekan, Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa upaya penanganan karhutla tidak berhenti pada pemadaman api semata. “Kami akan terus memantau situasi, menindak tegas pelaku, dan bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dari bahaya kebakaran,” tuturnya. Pernyataan tersebut diharapkan menjadi landasan bagi kebijakan yang lebih terintegrasi antara kepolisian, dinas kehutanan, dan lembaga terkait lainnya.
Dengan ancaman Super El Nino yang diproyeksikan akan terus berlangsung hingga akhir tahun, kesiapsiagaan menjadi faktor kunci dalam mengurangi dampak kebakaran hutan. Keberhasilan penanganan di Bengkalis dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia yang juga berada pada zona rawan. Komitmen bersama antara aparat keamanan, pemerintah, serta masyarakat akan menentukan sejauh mana Indonesia dapat melindungi aset alamnya dari ancaman perubahan iklim yang semakin intens.
Kesimpulannya, kunjungan langsung Kapolda Riau ke lokasi kebakaran di Bengkalis menandai langkah penting dalam memperkuat respons cepat terhadap karhutla, sekaligus menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan lingkungan yang dipicu oleh fenomena Super El Nino.





