123Berita – 10 April 2026 | Asian Badminton Championships (BAC) 2026 semakin mendekat, dan harapan besar tertumpu pada lima atlet Indonesia yang berhasil menembus babak perempat final. Turnamen yang digelar secara bergengsi ini menjadi ajang ujian ketangguhan para pemain bulu tangkis Tanah Air, terutama menanti penampilan Jonatan Christie yang dijadikan tumpuan utama untuk melaju ke semifinal.
Kelima wakil Indonesia terdiri dari satu pemain tunggal putra, satu pemain tunggal putri, dua pasangan ganda putra, serta satu pasangan ganda campuran. Berikut ini susunan resmi yang diumumkan penyelenggara:
- Jonatan Christie – Tunggal Putra
- Gregoria Mariska Tunjung – Tunggal Putri
- Kevin Sanjaya Sukamuljo / Marcus Fernaldi Gideon – Ganda Putra
- Mohammad Ahsan / Hendra Setiawan – Ganda Putra
- Praveen Jordan / Melati Daeva Oktavianti – Ganda Campuran
Jadwal perempat final telah ditetapkan secara detail, mencakup tanggal, jam pertandingan, serta lawan yang harus dihadapi masing‑masing wakil Indonesia. Informasi lengkap dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
| Pertandingan | Tanggal & Waktu | Lawan |
|---|---|---|
| Jonatan Christie vs. Kenta Nishimoto (Jepang) | 12 September 2026, 14.00 WIB | Kenta Nishimoto (Jepang) |
| Gregoria Mariska Tunjung vs. Tai Tzu-ying (Taiwan) | 12 September 2026, 16.30 WIB | Tai Tzu-ying (Taiwan) |
| Kevin Sanjaya Sukamuljo / Marcus Fernaldi Gideon vs. Lee Yang / Wang Chi-lin (Taiwan) | 13 September 2026, 13.00 WIB | Lee Yang / Wang Chi-lin (Taiwan) |
| Mohammad Ahsan / Hendra Setiawan vs. Hiroyuki Endo / Yuta Watanabe (Jepang) | 13 September 2026, 15.30 WIB | Hiroyuki Endo / Yuta Watanabe (Jepang) |
| Praveen Jordan / Melati Daeva Oktavianti vs. Zheng Siwei / Huang Yaqiong (Cina) | 14 September 2026, 12.00 WIB | Zheng Siwei / Huang Yaqiong (Cina) |
Lawan yang dihadapi Indonesia pada perempat final tidak main-main. Kenta Nishimoto dan Tai Tzu-ying merupakan mantan juara atau peringkat teratas dunia, sementara pasangan ganda Jepang dan Cina yang berada di atas peringkat lima dunia menambah tingkat kesulitan. Menghadapi lawan sekelas itu, para atlet Indonesia diperkirakan akan mengandalkan taktik agresif, kecepatan serangan, serta pengalaman bertanding di level internasional.
Pelatih kepala tim nasional, Eng Hian, menegaskan bahwa persiapan mental dan fisik telah dioptimalkan menjelang babak krusial. “Kami melakukan simulasi pertandingan intensif, menyesuaikan strategi khusus untuk tiap lawan, serta memberi penekanan pada pemulihan setelah pertandingan,” ungkapnya dalam konferensi pers pekan lalu. Ia menambahkan, Jonatan Christie diharapkan menjadi motor penggerak, namun seluruh tim memiliki peran penting untuk menciptakan sinergi yang kuat.
Sejarah Indonesia di Asian Badminton Championships menunjukkan pola yang konsisten: setiap kali berhasil menembus perempat final, peluang meraih medali emas meningkat secara signifikan. Pada edisi 2022, Jonatan Christie berhasil menembus semifinal dan akhirnya meraih medali perak. Prestasi serupa juga pernah diraih oleh pasangan ganda campuran Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti pada 2020. Pengalaman tersebut menjadi modal psikologis bagi para pemain untuk melawan lawan kuat di turnamen kali ini.
Antusiasme publik Indonesia juga tidak kalah tinggi. Media sosial dipenuhi dengan dukungan, mulai dari hashtag #BAC2026 dan #SupportIndonesia hingga video dukungan dari para fan club. Penonton lokal yang hadir di venue diperkirakan akan memberikan atmosfer yang menginspirasi, sejalan dengan tradisi suporter bulu tangkis yang selalu mengisi arena dengan sorak sorai.
Dengan jadwal yang sudah terpatri, lima wakil Indonesia kini berada di ambang pertarungan besar. Kesempatan untuk menambah koleksi medali emas di ajang bergengsi ini bergantung pada kemampuan mereka menyesuaikan strategi, mengendalikan tekanan, dan mengeksekusi setiap smash dengan presisi. Semua mata menatap, terutama pada Jonatan Christie, yang diharapkan mampu menyalakan percikan kemenangan bagi tim nasional.