123Berita – 08 April 2026 | Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan akademisi dalam mempercepat digitalisasi di seluruh Indonesia. Pada sebuah pertemuan internal yang dihadiri oleh para dekan, peneliti, serta perwakilan pemerintah, ITB mengusulkan serangkaian langkah konkret yang bertujuan menurunkan kesenjangan akses internet, meningkatkan literasi digital, serta memperkuat ekosistem inovasi teknologi di tingkat regional dan nasional.
Berbagai inisiatif yang diusulkan meliputi:
- Pembangunan pusat komunitas digital di daerah terpencil, yang dilengkapi dengan fasilitas belajar mandiri, perangkat keras terbaru, dan akses broadband berkecepatan tinggi.
- Pengembangan kurikulum literasi digital di tingkat sekolah menengah, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk memastikan generasi muda memiliki kompetensi dasar dalam penggunaan teknologi informasi.
- Kolaborasi riset bersama perusahaan telekomunikasi untuk mengoptimalkan jaringan 5G serta memperluas jangkauan internet satelit di wilayah yang sulit dijangkau.
- Penyediaan beasiswa khusus bagi mahasiswa yang ingin meneliti solusi teknologi berbasis lokal, seperti aplikasi pertanian digital, platform e‑health, dan sistem pendidikan jarak jauh.
- Pelatihan intensif bagi aparatur pemerintah daerah mengenai kebijakan digital, keamanan siber, dan manajemen data besar (big data).
Strategi tersebut didukung oleh data terbaru yang menunjukkan bahwa meski penetrasi internet di Indonesia telah meningkat menjadi sekitar 77 persen pada tahun 2024, masih terdapat kesenjangan signifikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Di beberapa provinsi, khususnya di wilayah Papua dan Nusa Tenggara, akses broadband masih di bawah 30 persen, menghambat peluang pendidikan dan ekonomi digital.
ITB menyoroti pentingnya peran universitas dalam menciptakan ekosistem inovasi yang inklusif. “Kita harus menjadi katalisator, bukan hanya penyedia ilmu pengetahuan,” ujar Prof. Reini. “Dengan menghubungkan riset terdepan kami kepada masyarakat luas, kami dapat mempercepat adopsi teknologi yang relevan dengan kebutuhan lokal.”
Pemerintah Indonesia juga menanggapi inisiatif tersebut dengan antusias. Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, menyatakan dukungan penuh terhadap program yang diusulkan ITB, menekankan bahwa percepatan digitalisasi sejalan dengan agenda Nasional 2025‑2030 dalam memperkuat ekonomi digital dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dalam upaya implementasi, ITB berencana memanfaatkan laboratorium canggih yang telah ada, termasuk Laboratorium Jaringan Telekomunikasi, Pusat Data Besar (Big Data Center), dan Inkubator Bisnis Teknologi (ITB TechnoPark). Fasilitas tersebut akan dijadikan basis bagi penelitian terapan serta pelatihan praktis bagi mahasiswa dan profesional.
Selain itu, ITB mengusulkan pembentukan “Digital Village” pilot project di tiga provinsi dengan tingkat akses internet terendah. Proyek tersebut akan mengintegrasikan solusi energi terbarukan untuk mendukung infrastruktur jaringan, sehingga tidak bergantung pada pasokan listrik konvensional yang sering tidak stabil di daerah terpencil.
Langkah-langkah tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat akses internet, tetapi juga meningkatkan kualitas penggunaan digital. Literasi digital yang kuat akan memungkinkan masyarakat memanfaatkan layanan e‑government, e‑commerce, serta platform edukasi daring secara efektif, yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.
Para ahli menilai bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada koordinasi lintas sektoral. Oleh karena itu, ITB mengusulkan pembentukan forum koordinasi bulanan yang melibatkan perwakilan kementerian terkait, regulator, operator telekomunikasi, serta LSM yang bergerak di bidang teknologi dan pendidikan.
Dengan menempatkan riset dan inovasi sebagai inti kebijakan, ITB menargetkan tercapainya peningkatan akses broadband minimal 90 persen pada akhir 2028, serta peningkatan literasi digital di kalangan pelajar hingga 80 persen. Target tersebut selaras dengan visi Indonesia Digital 2025 yang menekankan transformasi ekonomi berbasis teknologi.
Secara keseluruhan, langkah-langkah yang diusulkan oleh ITB mencerminkan komitmen kuat institusi akademik dalam menjembatani kesenjangan digital, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam peta persaingan teknologi global. Jika berhasil diimplementasikan, inisiatif ini dapat menjadi model bagi negara berkembang lainnya yang tengah berjuang mengatasi tantangan akses digital di wilayah geografis yang luas.