Inter Milan Hajar Roma 5-2 di San Siro, Calhanoglu dan Lautaro Bikin Geger Serie A

Inter Milan Hajar Roma 5-2 di San Siro, Calhanoglu dan Lautaro Bikin Geger Serie A
Inter Milan Hajar Roma 5-2 di San Siro, Calhanoglu dan Lautaro Bikin Geger Serie A

123Berita – 06 April 2026 | Inter Milan kembali menegaskan dominasinya di Serie A dengan kemenangan telak 5-2 melawan AS Roma pada lanjutan pekan ke-23. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza, atau San Siro, menyuguhkan aksi-aksi menyerang yang menggetarkan, terutama dari playmaker Turki Hakan Calhanoglu yang menyumbang satu gol dan dua assist, serta penyerang Argentina Lautaro Martínez yang mencetak dua gol penting. Kedua bintang tersebut menjadi katalis utama dalam pesta gol Nerazzurri, sekaligus menegaskan ambisi Inter untuk kembali bersaing memperebutkan gelar juara.

Babak pertama dimulai dengan tempo tinggi. Inter menekan pertahanan Roma sejak menit pertama, dan pada menit ke-7, Calhanoglu membuka skor lewat tendangan jarak jauh yang melesat tepat ke pojok kanan atas gawang Roma. Gol tersebut tidak hanya mengangkat semangat tim, namun juga menegaskan kemampuan teknis Calhanoglu dalam mengendalikan ruang dan menghasilkan tembakan berbahaya. Roma berusaha bangkit, namun pertahanan Inter yang dipimpin oleh Milan Skriniar berhasil menutup celah, menahan serangan balasan Roma yang terorganisir.

Bacaan Lainnya

Pukulan kedua datang pada menit ke-22, ketika Lautaro Martínez menyambut umpan silang dari Romelu Lukaku. Penyerang asal Argentina mengeksekusi penyelesaian satu kaki yang menampar bola ke sudut bawah gawang, memperlebar keunggulan Inter menjadi 2-0. Kecepatan dan ketepatan gerakan Lautaro menjadi sorotan, terutama karena ia mampu menciptakan ruang di antara bek tengah Roma yang masih mencari ritme. Gol ini menambah tekanan psikologis pada tim tamu, yang kini terpaksa mengejar ketertinggalan.

Roma tidak tinggal diam. Pada menit ke-30, mereka memperkecil selisih lewat gol balasan dari Lorenzo Pellegrini, yang memanfaatkan kesalahan dalam penguasaan bola Inter di area pertahanan. Namun, kegembiraan sementara Roma terhenti ketika Calhanoglu kembali menggelar aksi gemilang pada menit ke-38. Dengan visi yang tajam, ia mengirimkan umpan terobosan ke Lautaro, yang dengan cepat mengeksekusi penyelesaian satu kaki ke sudut kanan gawang. Gol kedua Lautaro mengukuhkan posisi Nerazzurri dengan keunggulan 3-1 menjelang jeda babak pertama.

Memasuki babak kedua, Inter tidak mengendurkan intensitasnya. Pada menit ke-55, Romelu Lukaku menambah angka lewat tendangan penalti setelah pemain Roma melakukan pelanggaran di dalam kotak. Penalti tersebut dieksekusi dengan tenang, menambah keunggulan Inter menjadi 4-1. Gol ini tidak hanya meningkatkan margin kemenangan, namun juga memperlihatkan kepemimpinan Lukaku dalam situasi krusial. Roma berusaha menekan kembali dan berhasil memperkecil selisih pada menit ke-68 lewat gol dari Nicolo Zaniolo, yang memanfaatkan ruang di sisi kiri pertahanan Inter.

Menjelang menit ke-78, Inter kembali mempertegas dominasi mereka. Calhanoglu, yang telah menjadi motor penggerak serangan, memberikan assist terakhirnya pada Lukaku, yang menuntaskan dengan sundulan kepala ke gawang Roma. Gol kelima Inter menutup skor menjadi 5-2, mengakhiri pertandingan dengan kemenangan yang mengagumkan. Kinerja Calhanoglu dengan satu gol dan dua assist menegaskan perannya sebagai playmaker utama, sementara Lautaro menyumbang dua gol, menegaskan dirinya sebagai penyerang paling mematikan dalam tim.

Statistik pertandingan mencerminkan superioritas Inter. Tim nerazzurri menguasai bola sebesar 58%, menciptakan 19 peluang, dan menembak 9 tembakan ke gawang, dibandingkan Roma yang hanya menghasilkan 11 peluang dengan 4 tembakan ke gawang. Pertahanan Inter berhasil melakukan tiga penyelamatan krusial, sementara Roma hanya mampu menahan dua. Penampilan gemilang Calhanoglu dan Lautaro menjadi faktor penentu, sekaligus menambah tekanan pada manajer Roma yang kini harus mencari solusi untuk memperbaiki pertahanan dan efektivitas serangan.

Keberhasilan Inter dalam laga ini memberikan dorongan moral yang signifikan menjelang sisa musim. Dengan tiga poin tambahan, mereka menempati posisi kedua klasemen Serie A, hanya terpaut beberapa poin dari pemuncak klasemen. Di sisi lain, Roma harus menelan kekalahan ini dan meninjau taktik mereka, terutama dalam mengatasi tekanan tinggi dan menutup ruang bagi lawan. Pertandingan ini juga menambah catatan positif bagi pelatih Antonio Conte, yang dapat menilai performa pemain kuncinya dan merencanakan strategi selanjutnya menjelang pertandingan-pertandingan penting di akhir musim.

Kemenangan 5-2 ini tidak sekadar menambah poin, melainkan juga menjadi pernyataan tegas Inter Milan bahwa mereka kembali menjadi kekuatan utama Serie A. Calhanoglu dan Lautaro, dengan kontribusi gol dan assist yang signifikan, menunjukkan bahwa kombinasi kreativitas tengah lapangan dan penyelesaian akhir yang klinis dapat menjadi senjata utama dalam perebutan gelar. Bagi para pendukung Nerazzurri, kemenangan ini menjadi bahan bakar semangat menjelang laga penentu di sisa kompetisi, sementara Roma harus bangkit dan memperbaiki kekurangan untuk kembali bersaing.

Pos terkait