123Berita – 05 April 2026 | Layanan Immi Care yang diluncurkan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam kini menjadi sorotan publik setelah berhasil mengevakuasi sejumlah pasien dalam kondisi kritis ke rumah sakit di Malaysia.
Program jemput bola ini dirancang khusus untuk menangani situasi darurat medis yang tidak dapat diatasi secara optimal di fasilitas kesehatan setempat, dengan memanfaatkan jaringan kerjasama lintas batas antara Indonesia dan Malaysia.
Dalam operasinya, tim Immi Care terdiri dari petugas imigrasi, tenaga medis, serta sopir yang terlatih, siap menjemput pasien langsung dari rumah atau tempat kejadian, mengurus dokumen perjalanan, dan mengantar mereka ke pelabuhan atau bandara terdekat.
Prosedur penanganan dimulai dengan panggilan darurat yang diterima melalui nomor khusus Immi Care, kemudian dilakukan verifikasi cepat atas kondisi kesehatan, identitas, dan kebutuhan transportasi pasien.
Setelah konfirmasi, mobil ambulans berstandar internasional dilengkapi peralatan medis dasar akan berangkat dalam waktu singkat, biasanya tidak lebih dari 30 menit sejak panggilan diterima.
Pada bulan Mei 2024, layanan ini berhasil mengevakuasi tiga pasien dengan komplikasi jantung, satu pasien stroke, dan dua kasus kecelakaan lalu lintas yang memerlukan perawatan intensif di rumah sakit di Johor Bahru.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menilai keberhasilan Immi Care sebagai bukti nyata komitmen daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan publik, terutama bagi warga yang berada di wilayah perbatasan.
Kepala Kantor Imigrasi Batam, Dr. H. Muhammad Yusuf, menyampaikan bahwa koordinasi dengan otoritas kesehatan Malaysia telah terjalin secara formal sejak awal tahun, mencakup protokol masuk, karantina, dan penanganan administratif.
Ia menambahkan bahwa Immi Care tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, melainkan juga sebagai titik pertama penilaian medis, sehingga pasien dapat menerima perawatan lanjutan yang tepat sesegera mungkin.
Masyarakat Batam dan sekitarnya memberikan respons positif, dengan banyak yang menyatakan rasa aman karena adanya layanan yang siap 24 jam, terutama bagi warga lansia atau mereka yang tinggal jauh dari fasilitas rumah sakit utama.
Kritik yang sempat muncul terkait biaya operasional kini dapat diminimalisir karena pendanaan berasal dari alokasi anggaran daerah serta dukungan sponsor korporat yang menitikberatkan pada tanggung jawab sosial perusahaan.
Analisis ahli kebijakan publik menunjukkan bahwa model layanan Immi Care dapat dijadikan contoh bagi kota-kota lain di Indonesia yang memiliki keterbatasan infrastruktur medis, mengingat kecepatan respons menjadi faktor penentu dalam menyelamatkan nyawa.
Selanjutnya, Imigrasi Batam berencana memperluas jaringan ke pulau-pulau kecil di Kepulauan Riau, serta menambah armada kendaraan khusus yang dilengkapi teknologi telemedicine untuk konsultasi jarak jauh sebelum evakuasi.
Dengan terus mengoptimalkan prosedur, memperkuat kerjasama bilateral, dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, Immi Care diharapkan menjadi pilar penting dalam sistem penanganan darurat kesehatan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.