123Berita – 09 April 2026 | Jakarta – Tingkat kepatuhan menyikat gigi secara benar di Indonesia masih berada pada angka yang mengejutkan, yakni hanya 2,8 persen menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan. Sementara itu, sekitar 96 persen penduduk tidak pernah mengunjungi dokter gigi dalam 12 bulan terakhir. Angka-angka ini menandakan masalah kesehatan mulut yang serius dan memerlukan intervensi cepat.
Berbagai faktor menjadi penyebab rendahnya kesadaran tersebut, mulai dari rasa takut atau cemas terhadap prosedur dokter gigi, hingga minimnya akses terhadap informasi yang mudah dipahami. Di era digital, masyarakat lebih banyak mengonsumsi konten melalui media sosial, namun kualitas informasi yang beredar sering kali tidak terstandarisasi. Hal ini membuka peluang bagi pihak-pihak yang mampu menyajikan edukasi kesehatan gigi yang akurat, menarik, dan mudah dicerna.
Menanggapi tantangan tersebut, Pepsodent, merek perawatan gigi milik Unilever Indonesia, meluncurkan program TeethTalk Academy for Dentfluencers. Inisiatif ini dirancang sebagai pelatihan intensif bagi dokter gigi, mahasiswa kedokteran gigi, serta para pegiat kesehatan mulut yang ingin memperkuat kemampuan mereka dalam menciptakan konten digital. Program ini tidak hanya berfokus pada pengetahuan klinis, tetapi juga menekankan teknik produksi konten, personal branding, dan strategi interaksi di platform media sosial.
Workshop perdana TeethTalk Academy dilaksanakan pada Maret 2026. Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi yang mencakup:
- Pengembangan ide konten edukatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
- Teknik pencahayaan, pengambilan gambar, dan editing video agar pesan tersampaikan dengan jelas.
- Strategi personal branding untuk membangun otoritas dan kepercayaan audiens.
- Metode meningkatkan engagement, seperti penggunaan storytelling, Q&A langsung, dan kolaborasi dengan influencer lain.
Program ini juga menampilkan pembicara internasional, yaitu Milad Shadrooh, seorang dental influencer asal Inggris yang memiliki jutaan pengikut di platform media sosial. Bersama dengan kreator Indonesia seperti Zaki Alfadilah, Twomann, dan Vinco, Milad berbagi pengalaman tentang cara mengubah persepsi publik yang sering menganggap perawatan gigi menakutkan menjadi lebih humanis dan mudah dipahami.
Senior Global Brand Director Oral Care Unilever, Madhurjya Banerjee, menegaskan pentingnya peran dokter gigi dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat. Ia menambahkan, “Di era digital, cara penyampaian pesan menjadi kunci. Melalui TeethTalk Academy, kami ingin membantu dokter gigi menyajikan informasi dengan cara yang lebih menarik sehingga dapat menurunkan tingkat kecemasan masyarakat untuk berkunjung ke klinik gigi.”
Milad Shadrooh juga menyoroti potensi media sosial sebagai alat perubahan perilaku. “Jika konten disajikan dengan bahasa yang humanis, visual yang menarik, dan informasi yang mudah dicerna, maka masyarakat akan lebih terbuka untuk memperbaiki kebiasaan kebersihan mulutnya,” ujarnya.
Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi transformasi Pepsodent yang tidak hanya ingin menjadi merek perawatan gigi keluarga, tetapi juga menjadi agen edukasi kesehatan yang selaras dengan nilai budaya lokal. Ke depannya, TeethTalk Academy direncanakan akan diperluas ke berbagai provinsi di Indonesia dan bahkan ke pasar regional lainnya, dengan harapan menghasilkan lebih banyak konten edukatif yang kredibel dan mudah diakses.
Penguatan peran media sosial dalam edukasi kesehatan mulut diharapkan dapat menurunkan angka kecemasan masyarakat terhadap kunjungan ke dokter gigi, sekaligus meningkatkan praktik menyikat gigi yang benar. Dengan dukungan dokter gigi yang terlatih menjadi “dentfluencer”, diharapkan pesan-pesan preventif dapat menjangkau generasi muda yang merupakan pengguna aktif platform digital.
Secara keseluruhan, data Riskesdas menunjukkan perlunya perubahan paradigma dalam cara penyuluhan kesehatan gigi. Program TeethTalk Academy menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi antara industri, profesional kesehatan, dan influencer dapat menciptakan ekosistem informasi yang lebih efektif. Jika tren ini berlanjut, diharapkan persentase masyarakat yang menyikat gigi dengan teknik yang tepat akan meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Kesimpulannya, masalah rendahnya kesadaran menyikat gigi yang benar di Indonesia dapat diatasi melalui edukasi berbasis digital yang menarik dan terpercaya. Upaya Pepsodent dengan TeethTalk Academy menawarkan solusi jangka panjang yang menggabungkan keahlian klinis, kemampuan produksi konten, serta jaringan influencer untuk menjangkau audiens seluas mungkin. Dengan langkah-langkah strategis ini, Indonesia berpeluang memperbaiki kebiasaan kebersihan mulut dan menurunkan beban penyakit gigi di masa depan.