123Berita – 13 Mei 2026 | Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan bahwa ibadah haji tidak hanya soal praktis saja, melainkan juga memiliki aspek spiritual yang sangat penting. Salah satu aspek tersebut adalah skema murur atau melintas di Muzdalifah, yang memiliki batas-batas tertentu.
Dalam melaksanakan ibadah haji, para jemaah harus memahami bahwa mereka bukan hanya sebagai individu, melainkan juga sebagai bagian dari komunitas yang lebih besar. Oleh karena itu, mereka harus memperhatikan keselamatan dan kenyamanan orang lain, serta mematuhi aturan-aturan yang telah ditetapkan.
MUI juga mengingatkan bahwa ibadah haji adalah kesempatan untuk memperbarui diri dan meningkatkan iman, sehingga para jemaah harus memanfaatkan waktu mereka dengan baik. Dengan memahami makna dan tujuan ibadah haji, para jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan lebih baik dan mendapatkan manfaat yang lebih besar.
Skema murur di Muzdalifah adalah salah satu aspek penting dalam ibadah haji, karena itu MUI mengingatkan para jemaah untuk memperhatikan batas-batas yang telah ditentukan. Dengan demikian, para jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman, serta memperoleh manfaat yang lebih besar dari ibadah haji.
Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah jemaah haji dari Indonesia terus meningkat, sehingga MUI berharap para jemaah dapat memperhatikan aspek-aspek penting dalam ibadah haji, termasuk skema murur di Muzdalifah. Dengan demikian, para jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan baik dan mendapatkan manfaat yang lebih besar dari ibadah haji.
Untuk itu, MUI mengajak para jemaah haji untuk memperhatikan aspek-aspek penting dalam ibadah haji, termasuk skema murur di Muzdalifah. Dengan demikian, para jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman, serta memperoleh manfaat yang lebih besar dari ibadah haji.





