123Berita – 05 April 2026 | Gubernur Gorontalo, Gusnan Ismail, pada pekan lalu melakukan pertemuan strategis dengan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhamad Mardiono, di Balai Kota Gorontalo. Agenda utama diskusi adalah mengidentifikasi dan memetakan potensi unggulan provinsi serta merumuskan langkah konkret untuk menarik investasi, memperkuat kolaborasi lintas sektoral, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi regional.
Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam itu menyoroti sejumlah sektor yang dianggap memiliki daya saing tinggi, antara lain pertanian organik, perikanan berbasis budidaya, pariwisata ekowisata, serta industri kreatif berbasis kearifan lokal. Kedua tokoh menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, partai politik, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan agenda pembangunan berkelanjutan.
Gusnan Ismail membuka diskusi dengan menyampaikan bahwa Gorontalo berada pada titik krusial dalam upaya meningkatkan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Ia mengingatkan bahwa provinsi ini memiliki sumber daya alam yang melimpah, jaringan infrastruktur yang sedang berkembang, serta tenaga kerja yang relatif terdidik. Namun, tantangan utama tetap pada rendahnya tingkat investasi swasta dan kurangnya pemahaman tentang potensi daerah di kalangan investor luar.
Menanggapi hal tersebut, Muhamad Mardiono menambahkan bahwa partai PPP siap menjadi jembatan penghubung antara pemerintah dan dunia usaha. Ia menekankan peran penting jaringan politik yang dimiliki PPP di tingkat nasional untuk membuka akses ke sumber pembiayaan, program bantuan teknis, serta promosi investasi di tingkat internasional. Mardiono menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya terstruktur dengan timeline dan indikator kinerja yang jelas.
Selama pertemuan, kedua pihak menelaah data statistik terbaru yang menunjukkan pertumbuhan pertanian organik sebesar 12% dalam dua tahun terakhir, serta peningkatan produksi udang dan ikan tongkol yang kini menempati posisi strategis di pasar ekspor. Berdasarkan data tersebut, mereka sepakat untuk menyusun paket insentif fiskal, termasuk pemotongan pajak daerah bagi investor yang menanam modal pada sektor agribisnis berkelanjutan dan perikanan modern.
Di sisi lain, potensi pariwisata Gorontalo yang kaya akan keanekaragaman hayati, seperti Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dan Pantai Olele, dianggap sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi non‑tradisional. Gusnan mengusulkan pembentukan zona ekonomi khusus (ZEZ) di area pesisir yang dilengkapi dengan infrastruktur ramah lingkungan, serta program pelatihan bagi pelaku usaha mikro dan kecil untuk meningkatkan kualitas layanan wisata. Mardiono menambahkan bahwa PPP dapat mengadvokasi pendanaan dari kementerian pariwisata dan kerja sama bilateral untuk mendukung proyek tersebut.
Selain sektor utama, diskusi juga mencakup pengembangan industri kreatif yang berlandaskan budaya Gorontalo, seperti kerajinan anyaman bambu, musik tradisional, dan kuliner khas. Kedua tokoh sepakat bahwa promosi digital melalui platform media sosial dan pameran internasional akan memperluas pangsa pasar produk lokal. Untuk itu, dibentuk tim lintas sektoral yang terdiri atas perwakilan dinas kebudayaan, dinas ekonomi, serta perwakilan PPP untuk menyusun roadmap pemasaran 5‑tahun ke depan.
Gusnan Ismail menutup pertemuan dengan menekankan bahwa keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada implementasi kebijakan yang transparan, akuntabel, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Ia mengajak semua pihak, termasuk lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan organisasi non‑pemerintah, untuk bersama‑sama mengawal proses transformasi ekonomi Gorontalo. Dengan komitmen kuat dari pemerintah provinsi dan dukungan strategis PPP, diharapkan Gorontalo dapat meningkatkan daya saingnya, menarik aliran investasi baru, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.





