123Berita – 05 Mei 2026 | Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk mempercepat pengerjaan ruas Jalan Aroepala yang menghubungkan pusat kota Makassar dengan kawasan industri di sekitarnya. Dalam kunjungan lapangan yang dilaksanakan pada Senin (3 Mei 2024), sang gubernur mengamati langsung proses pemasangan beton cetak, sebuah tahapan krusial yang menandai beralihnya proyek dari fase persiapan ke fase konstruksi struktural.
Jalan Aroepala, yang berukuran sekitar 12,5 kilometer, direncanakan menjadi tulang punggung mobilitas barang dan penumpang di wilayah timur Makassar. Sebelumnya, proyek ini mengalami penundaan akibat kendala pendanaan dan koordinasi antar‑instansi. Namun, setelah penyesuaian anggaran di tahun anggaran 2024, Pemprov Sulsel berhasil mengalokasikan tambahan dana sebesar Rp 350 miliar, yang sebagian besar dialokasikan untuk pengadaan material beton berkualitas tinggi serta tenaga kerja terampil.
Selama inspeksi, gubernur menyoroti bahwa penggunaan beton cetak pra‑molded memberikan keuntungan signifikan, antara lain mempercepat waktu pengerjaan, mengurangi limbah material, dan meningkatkan ketahanan struktural jalan. “Dengan beton cetak, kita tidak lagi harus menunggu proses curing yang panjang di lokasi. Elemen‑elemen sudah diproduksi di pabrik, kemudian dipasang secara cepat di lapangan,” ujar Andi Sudirman Sulaiman.
Berikut beberapa poin utama yang diungkapkan gubernur dalam rapat koordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum, Perhubungan, serta kontraktor utama PT. Bumi Karsa:
- Target penyelesaian: Jalan Aroepala dijadwalkan rampung pada akhir 2025, dengan fase beton cetak selesai pada kuartal kedua 2024.
- Penggunaan teknologi: Sistem GPS dan drone akan dipakai untuk memantau progres harian serta memastikan akurasi pemasangan elemen beton.
- Manfaat ekonomi: Diharapkan jalan ini dapat menurunkan biaya logistik bagi pelaku usaha di kawasan industri, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi tenaga kerja lokal.
Selain aspek teknis, gubernur menekankan pentingnya partisipasi masyarakat sekitar. “Kami membuka forum dialog bulanan dengan warga dan pelaku usaha di sepanjang koridor Jalan Aroepala. Masukan mereka akan kami jadikan acuan dalam penataan trotoar, jalur sepeda, dan area parkir,” tambahnya. Pada kesempatan yang sama, dinas terkait juga mengumumkan program penanaman pohon rindang di sisi jalan, yang diharapkan dapat menurunkan suhu permukaan dan meningkatkan estetika kawasan.
Proyek ini tidak lepas dari dukungan anggaran pusat. Kementerian PUPR melalui Program Nasional Pembangunan Infrastruktur (PNPI) menyalurkan dana hibah sebesar Rp 150 miliar, yang dipadukan dengan alokasi APBD Sulsel. Dana tambahan tersebut memungkinkan pemilihan material yang lebih tahan lama serta pelaksanaan pengawasan kualitas secara berkala oleh tim independen.
Berbagai tantangan tetap harus dihadapi, termasuk kondisi cuaca tropis yang dapat mempengaruhi proses pengerasan beton, serta potensi konflik lahan di beberapa titik. Namun, tim manajemen proyek telah menyiapkan rencana mitigasi, seperti penjadwalan ulang pekerjaan pada musim hujan dan penyelesaian sengketa lahan melalui mediasi resmi.
Secara keseluruhan, percepatan pembangunan Jalan Aroepala diharapkan dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi regional. Dengan akses yang lebih baik, investor dapat lebih mudah menyalurkan barang dan jasa, sementara penduduk setempat akan menikmati waktu tempuh yang lebih singkat dalam aktivitas sehari‑hari. Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menutup kunjungan dengan menegaskan tekadnya untuk menyelesaikan proyek tepat waktu dan sesuai standar kualitas internasional.
Dengan langkah konkret seperti pemasangan beton cetak yang kini sudah mulai terlihat di lapangan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat jaringan transportasi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat laju pembangunan infrastruktur di era pasca‑pandemi.

