123Berita – 13 April 2026 | Pelatih Manchester City, Josep “Pep” Guardiola, kembali menyoroti pentingnya peran gelandang serang Rayan Cherki dalam taktik timnya. Dalam sesi latihan pekan ini, Guardiola menekankan bahwa Cherki harus lebih sering berada di sepertiga wilayah lawan, memanfaatkan ruang kosong untuk menciptakan peluang berbahaya. Menurut sang manajer, kehadiran Cherka di zona tersebut tidak hanya menambah variasi serangan, tetapi juga memberi tekanan ekstra pada lini pertahanan lawan, menjadikannya lebih sulit untuk mengantisipasi gerakan tim City.
Guardiola menjelaskan bahwa Cherki memiliki potensi teknis yang luar biasa—dribel cepat, kontrol bola yang halus, serta kemampuan menembus pertahanan dengan gerakan tak terduga. Namun, dalam beberapa pertandingan terakhir, pemain muda asal Lyon ini masih cenderung berada terlalu jauh dari area akhir serangan. “Saya ingin dia menjadi lebih “mematikan”. Artinya, dia harus menguasai posisi di sepertiga akhir, menyiapkan diri untuk tembakan atau umpan terobosan,” ujar Guardiola kepada para pemain selama briefing taktik.
Strategi Guardiola ini sejalan dengan filosofi permainan City yang menekankan penguasaan bola dan penetrasi melalui lini pertahanan lawan. Dengan menempatkan Cherki lebih dekat ke gawang lawan, City berharap dapat meningkatkan rasio tembakan ke gawang serta menciptakan lebih banyak peluang gol. Guardiola juga menekankan pentingnya koordinasi antara Cherki dengan rekan-rekan serang seperti Phil Foden dan Erling Haaland, agar pergerakan mereka dapat saling melengkapi dan membuka ruang bagi satu sama lain.
Selain menuntut posisi yang lebih agresif, Guardiola juga memberikan arahan spesifik terkait keputusan dalam situasi tekanan tinggi. Ia menginginkan Cherki untuk lebih berani mengambil tembakan dari jarak menengah, serta meningkatkan akurasi umpan terobosan. “Dia harus belajar membaca kapan harus menahan bola dan kapan harus melepaskannya,” kata Guardiola. Dalam latihan, pemain muda tersebut diminta untuk menyelesaikan serangkaian skenario di mana ia harus memilih antara menembak, mengoper, atau menahan bola, dengan penilaian langsung dari pelatih.
Reaksi Cherki terhadap instruksi tersebut tampak positif. Dalam wawancara singkat setelah sesi latihan, ia mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan Guardiola dan menyatakan niatnya untuk bekerja keras demi memenuhi ekspektasi sang pelatih. “Saya mengerti apa yang dia harapkan, dan saya siap untuk menjadi lebih berbahaya di area lawan,” ujar Cherki dengan semangat. Ia menambahkan bahwa pengalaman bermain di Premier League akan membantu mempercepat proses adaptasinya.
Para analis sepak bola juga menilai bahwa perubahan peran Cherki dapat memberikan dampak signifikan pada performa City ke depan. Dengan menambahkan dimensi serangan baru, City dapat menyeimbangkan kekuatan antara Haaland yang menjadi target utama dan Foden yang sering berperan sebagai playmaker. Kehadiran Cherki yang lebih “mematikan” di sepertiga akhir dapat memaksa lawan menyesuaikan formasi defensifnya, membuka celah bagi pemain lain untuk memanfaatkan ruang kosong.
Keputusan Guardiola ini datang pada saat Manchester City sedang bersaing ketat di papan klasemen Premier League serta berusaha mempertahankan posisi di kompetisi Liga Champions. Dengan menambah variasi serangan melalui Cherki, City berharap dapat mengatasi tim-tim defensif kuat yang menjadi tantangan utama dalam fase knockout. Jika Cherki mampu mengeksekusi instruksi ini secara konsisten, potensi City untuk mencetak gol lebih banyak dan mengamankan poin penting akan semakin besar.
Kesimpulannya, Guardiola menuntut Rayan Cherki untuk meningkatkan kehadirannya di zona serangan lawan, menjadikannya lebih mematikan dalam hal tembakan dan umpan terobosan. Instruksi ini tidak hanya menambah dimensi taktis City, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Cherki untuk mengukir nama sebagai gelandang serang yang berbahaya di level tertinggi sepak bola dunia.