123Berita – 08 April 2026 | Green Era Energi, salah satu pemain utama di sektor energi terbarukan Indonesia, baru-baru ini melakukan penjualan saham besar-besaran milik Barito Renewables Energy (BREN). Sebanyak 350 juta lembar saham senilai sekitar Rp1,5 triliun dijual oleh investor asing yang berbasis di Singapura. Transaksi ini menandai langkah signifikan dalam upaya meningkatkan free float serta likuiditas saham BREN di bursa efek.
Barito Renewables Energy merupakan anak perusahaan yang fokus pada pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan sumber energi bersih lainnya. Sebelumnya, kepemilikan saham perusahaan ini didominasi oleh pemegang saham utama, termasuk Green Era Energi dan beberapa institusi keuangan domestik. Penjualan 350 juta saham tersebut mengurangi konsentrasi kepemilikan dan membuka peluang bagi investor ritel maupun institusi untuk berpartisipasi lebih aktif.
Investor asal Singapura, yang tidak disebutkan secara spesifik dalam pengumuman resmi, mengeksekusi penjualan dalam beberapa tranche selama minggu pertama bulan ini. Dengan nilai total transaksi mencapai Rp1,5 triliun, aksi ini menjadi salah satu penjualan saham terbesar di sektor energi terbarukan pada tahun 2024. Harga penutupan saham BREN pada hari terakhir penjualan mencatat kenaikan sekitar 4,2 persen, menandakan antusiasme pasar terhadap peningkatan likuiditas.
Penambahan free float yang signifikan memiliki beberapa implikasi penting. Pertama, likuiditas yang lebih tinggi memudahkan investor untuk membeli atau menjual saham tanpa menimbulkan fluktuasi harga yang tajam. Kedua, peningkatan partisipasi pasar dapat memperbaiki penilaian valuasi perusahaan, karena harga saham menjadi lebih mencerminkan kondisi fundamental daripada faktor spekulatif. Ketiga, dengan lebih banyak saham yang tersedia secara publik, BREN berpotensi menarik minat dana pensiun, reksa dana, dan institusi keuangan yang sebelumnya menghindari saham dengan free float rendah.
Dari perspektif sektor energi terbarukan, langkah ini memperkuat citra Indonesia sebagai pasar yang terbuka bagi investasi asing dalam proyek-proyek hijau. Pemerintah Indonesia telah menargetkan kapasitas terpasang energi terbarukan mencapai 23,5 GW pada tahun 2025, dan kebutuhan akan modal yang besar menuntut partisipasi lintas batas. Penjualan saham oleh investor asing menunjukkan kepercayaan terhadap prospek jangka panjang BREN dan, secara lebih luas, ekosistem energi bersih di Indonesia.
Berbagai analis pasar menilai bahwa aksi Green Era Energi dapat menjadi katalisator bagi perusahaan sejenis. “Free float yang lebih tinggi biasanya meningkatkan daya tarik saham di kalangan institusi, yang pada gilirannya dapat menurunkan biaya modal,” ujar seorang analis di salah satu rumah broker terkemuka. “Selain itu, likuiditas yang baik menurunkan risiko likuiditas bagi investor, sehingga memperluas basis pemegang saham.”
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa proses penjualan saham telah memenuhi semua persyaratan regulasi, termasuk pengungkapan lengkap kepada publik. Dalam pernyataannya, BEI menekankan pentingnya transparansi dalam transaksi besar untuk melindungi kepentingan investor dan menjaga integritas pasar.
Ke depan, Green Era Energi berencana menggunakan dana yang diperoleh dari penjualan saham untuk memperluas portofolio proyek energi terbarukan, termasuk pengembangan PLTA baru di Kalimantan dan investasi dalam teknologi penyimpanan energi. Langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk menjadi pemain terdepan dalam transisi energi nasional.
Secara keseluruhan, pelepasan 350 juta saham Barito Renewables Energy oleh investor asing tidak hanya meningkatkan likuiditas dan free float BREN, tetapi juga mengirim sinyal positif bagi seluruh ekosistem energi terbarukan Indonesia. Dengan dukungan regulasi yang kuat dan minat investor yang terus tumbuh, pasar modal Indonesia berada pada posisi yang lebih baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan pencapaian target energi bersih nasional.