123Berita – 08 April 2026 | Jakarta – Pameran otomotif komersial bergengsi GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo 2026 (GIICOMVEC) resmi dibuka pada Selasa, 8 April 2026, di Jakarta International Expo (JIEX), Kemayoran. Acara empat hari ini dijadikan panggung utama untuk menampilkan solusi kendaraan niaga yang mendukung jaringan distribusi nasional, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan terkait.
Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Eko S.A. Cahyanto, menyampaikan apresiasi kepada GAIKINDO atas keberhasilan penyelenggaraan kembali pameran ini. Ia menekankan bahwa GIICOMVEC menjadi wadah strategis bagi kolaborasi lintas sektor, yang dapat mempercepat modernisasi armada komersial serta meningkatkan efisiensi logistik di seluruh Indonesia.
“Melalui GIICOMVEC 2026, kami mengharapkan terjalinnya kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, pelaku industri, asosiasi, dan semua pemangku kepentingan. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat struktur industri, meningkatkan efisiensi, serta mengembangkan teknologi kendaraan komersial yang adaptif dan berkelanjutan,” ujar Eko pada hari pembukaan. Ia menambahkan harapannya bahwa pameran ini dapat menjadi katalis bagi peningkatan sistem distribusi nasional melalui adopsi teknologi terkini.
Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, menegaskan peran vital sektor kendaraan komersial dalam menopang mobilitas masyarakat dan distribusi barang, yang menjadi tulang punggung stabilitas ekonomi. Putu menyoroti pentingnya inovasi berkelanjutan, mengingat tantangan regulasi emisi, kebutuhan akan efisiensi bahan bakar, dan tuntutan digitalisasi manajemen armada.
“Kami menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi nasional sangat bergantung pada kendaraan komersial yang tidak hanya tangguh, tetapi juga efisien dan berteknologi masa depan. GIICOMVEC 2026 dirancang sebagai arena untuk menampilkan solusi terkini, mempertemukan produsen dalam negeri dengan pembeli profesional, serta membuka peluang bisnis baru,” jelas Putu.
Selama empat hari berlangsung, GIICOMVEC 2026 menampilkan 14 merek kendaraan komersial yang mencakup beragam segmen, mulai dari light commercial vehicle hingga heavy‑duty truck dan bus. Daftar merek yang berpartisipasi meliputi:
- Daihatsu
- DFSK
- Farizon
- Ford
- Foton
- Hino
- Isuzu
- JAC Motors
- Mitsubishi Fuso
- Sany
- Suzuki
- Toyota
- Wuling
- Guangzi Auto
Tak hanya produsen kendaraan, lebih dari 35 merek industri pendukung turut serta, menampilkan inovasi dalam bidang karoseri, suku cadang, serta sistem manajemen armada digital. Kehadiran mereka memberikan gambaran komprehensif tentang ekosistem yang diperlukan untuk mengoptimalkan operasi logistik, mulai dari perancangan bodi yang ringan hingga solusi telemetri berbasis cloud.
Pameran ini bersifat business‑to‑business dan tidak memungut tiket masuk bagi pengunjung. Para pelaku industri dapat mendaftar sebagai trade visitor melalui portal resmi acara. Jadwal utama difokuskan untuk kalangan bisnis pada tanggal 8‑10 April, sementara masyarakat umum diberi kesempatan mengunjungi pada hari terakhir, 11 April 2026.
Fasilitas demo area yang disediakan memungkinkan pengunjung melakukan test drive langsung pada berbagai tipe kendaraan, memberikan pengalaman praktis mengenai performa, kenyamanan, dan teknologi keselamatan yang ditawarkan. Aktivitas ini diharapkan dapat mempercepat proses evaluasi bagi perusahaan transportasi yang tengah merencanakan pembaruan armada.
Secara keseluruhan, GIICOMVEC 2026 berhasil menyatukan elemen-elemen kunci dalam rantai pasok kendaraan niaga, memperkuat jaringan kolaborasi, serta menampilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan distribusi nasional. Dengan dukungan pemerintah, asosiasi, dan pemain industri, pameran ini berpotensi menjadi pemicu percepatan transformasi digital dan keberlanjutan dalam sektor logistik Indonesia.
Keberhasilan acara ini menegaskan bahwa investasi pada kendaraan komersial yang modern dan ramah lingkungan bukan hanya sebuah pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan kompetitif di tingkat global.