123Berita – 07 April 2026 | Geely melalui merek premiumnya, Lynk & Co, mengumumkan pencapaian baru dalam dunia mobil listrik dengan kemampuan mengisi daya dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam 4 menit 22 detik. Langkah ini secara jelas menegaskan ambisi perusahaan asal Tiongkok untuk menyaingi raksasa industri baterai, BYD, yang selama ini memegang posisi dominan dalam hal kecepatan pengisian dan infrastruktur pengisian cepat.
Pengujian yang dilakukan di fasilitas R&D Geely menunjukkan bahwa sistem pengisian super cepat ini memanfaatkan teknologi charger bertegangan tinggi serta arsitektur baterai yang dioptimalkan khusus untuk menerima arus besar tanpa mengorbankan keamanan atau umur pakai sel. Selama proses pengisian, suhu baterai dipertahankan pada rentang aman berkat sistem pendinginan cair yang terintegrasi, sehingga risiko overheating dapat diminimalisir.
Berikut beberapa poin utama yang menjadi keunggulan teknologi pengisian baru ini:
- Kecepatan Pengisian: 10‑70% dalam 4 menit 22 detik.
- Keamanan: Sistem pendinginan cair yang aktif menjaga suhu baterai tetap stabil.
- Kompatibilitas: Didesain khusus untuk model Lynk & Co terbaru, namun rencananya akan diadaptasi ke platform kendaraan listrik Geely lainnya.
- Efisiensi Energi: Tingkat konversi energi yang lebih tinggi dibandingkan charger standar.
Para analis industri memandang inovasi ini sebagai sinyal kuat bahwa persaingan dalam pasar kendaraan listrik semakin dinamis. BYD, yang selama ini menjadi pemimpin pasar dengan teknologi pengisian cepat 15‑80% dalam kurang dari 20 menit, kini harus mempertimbangkan strategi baru untuk mempertahankan keunggulannya. Geely, di sisi lain, menargetkan pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, di mana adopsi mobil listrik masih dalam tahap pertumbuhan namun diprediksi akan melaju cepat dalam lima tahun ke depan.
Di Indonesia, pemerintah telah menetapkan target 20 persen kendaraan bermotor berbasis listrik pada tahun 2025. Kebijakan insentif fiskal, pembangunan jaringan stasiun pengisian cepat, serta dukungan infrastruktur listrik menjadi faktor utama yang mendorong produsen mobil listrik untuk berinvestasi dalam teknologi pengisian yang lebih efisien. Dengan hadirnya solusi pengisian super cepat dari Geely, konsumen di Indonesia dapat menikmati pengalaman mengisi daya yang hampir setara dengan mengisi bensin, mengurangi kecemasan range anxiety yang selama ini menjadi penghalang utama adopsi mobil listrik.
Selain kecepatan, Geely juga menekankan bahwa teknologi ini tidak mengorbankan daya tahan baterai. Studi internal menunjukkan bahwa siklus pengisian cepat ini tidak menurunkan kapasitas baterai secara signifikan selama masa pakai standar, yang biasanya berkisar antara 8 hingga 10 tahun atau sekitar 150.000 kilometer. Hal ini dicapai melalui manajemen sel cerdas yang mengoptimalkan aliran arus pada setiap sel individual.
Penerapan teknologi ini di pasar domestik China telah mendapat respon positif, dengan penjualan Lynk & Co meningkat 12 persen pada kuartal terakhir. Rencana ekspansi ke pasar internasional, termasuk Indonesia, diperkirakan akan dimulai pada pertengahan 2025, seiring dengan pembangunan jaringan pengisian cepat yang kompatibel di beberapa kota besar.
Secara keseluruhan, inovasi pengisian 10‑70% dalam 4 menit 22 detik menandai langkah penting bagi Geely dalam upaya menantang dominasi BYD. Jika teknologi ini dapat diadopsi secara luas, bukan hanya kecepatan pengisian yang akan berubah, tetapi juga pola konsumsi energi dan strategi pemasaran kendaraan listrik di seluruh dunia. Bagi konsumen Indonesia, harapan akan mobil listrik yang praktis, cepat, dan ramah lingkungan semakin mendekati realitas.
Dengan demikian, persaingan antara Geely dan BYD tidak hanya bersifat teknis, melainkan juga berdampak pada kebijakan pemerintah, infrastruktur publik, serta perilaku konsumen. Ke depan, keberhasilan Geely dalam menyebarkan teknologi ini akan sangat bergantung pada kolaborasi dengan operator stasiun pengisian, regulator, serta penerimaan pasar yang terus berkembang.





