Ewindo dan UGM Gandeng Tangan Perkuat Bank Genetik Sayuran Nasional, Dorong Ketahanan Pangan di Era Perubahan Iklim

Ewindo dan UGM Gandeng Tangan Perkuat Bank Genetik Sayuran Nasional, Dorong Ketahanan Pangan di Era Perubahan Iklim
Ewindo dan UGM Gandeng Tangan Perkuat Bank Genetik Sayuran Nasional, Dorong Ketahanan Pangan di Era Perubahan Iklim

123Berita – 07 April 2026 | PT East West Seed Indonesia (Ewindo) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali meneguhkan komitmen mereka dalam upaya melestarikan Bank Genetik Sayuran Nasional. Kolaborasi ini bukan sekadar perjanjian formal, melainkan sebuah strategi jangka panjang yang menitikberatkan pada perlindungan keragaman hayati, peningkatan ketahanan pangan, serta adaptasi terhadap tantangan iklim yang semakin kompleks.

Bank Genetik Sayuran Nasional, yang dikelola oleh Balittra (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian), menyimpan ribuan sampel benih sayuran lokal dan impor. Keberadaan koleksi ini menjadi aset strategis bagi Indonesia, mengingat negara kepulauan ini memiliki ragam iklim dan lahan yang sangat beragam. Namun, perubahan iklim yang menyebabkan suhu meningkat, pola curah hujan berubah, dan frekuensi bencana alam yang lebih tinggi mengancam kelangsungan varietas tanaman tradisional. Tanpa upaya konservasi yang intensif, banyak genetik sayuran yang berisiko punah, menurunkan kemampuan petani untuk beradaptasi.

Bacaan Lainnya

Ewindo, sebagai perusahaan benih terkemuka dengan jaringan distribusi yang luas, menawarkan keahlian dalam pengembangan varietas unggul yang tahan terhadap stres lingkungan. Sementara itu, UGM menyumbangkan kapabilitas akademik, riset bioteknologi, serta tenaga ahli agronomi yang berpengalaman. Kedua pihak sepakat untuk melakukan serangkaian kegiatan, antara lain pengumpulan dan pengujian bahan genetik di lapangan, penyimpanan dengan prosedur standar internasional, serta penyuluhan kepada petani kecil tentang cara memanfaatkan benih yang telah teruji ketahanannya.

Dalam rapat kerja yang diadakan di Yogyakarta, perwakilan Ewindo menegaskan pentingnya sinergi antara sektor swasta dan akademisi. “Kami melihat bahwa menjaga keragaman genetik bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan bagian integral dari strategi bisnis berkelanjutan kami. Dengan mendukung Bank Genetik Sayuran, kami turut memastikan pasokan benih berkualitas tinggi bagi petani di seluruh Indonesia,” ujar Direktur Operasional Ewindo, Budi Santoso.

  • Penguatan koleksi: Penambahan lebih dari 500 sampel benih unggulan, termasuk varietas tradisional yang hampir punah.
  • Riset bersama: Pengembangan metode seleksi berbasis marker DNA untuk mempercepat identifikasi sifat tahan panas dan kekeringan.
  • Penyuluhan lapangan: Workshop tahunan bagi petani di tiga provinsi (Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara) tentang cara menanam dan mengelola varietas baru.

UGM menambahkan bahwa hasil riset akan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah terakreditasi, sekaligus menjadi bahan ajar bagi program studi pertanian dan bioteknologi. Prof. Dr. Anita Wibowo, Ketua Program Studi Agronomi UGM, menyatakan, “Kolaborasi ini memperkuat ekosistem riset nasional. Data genetik yang kami kumpulkan dapat diintegrasikan ke dalam basis data global, membuka peluang kerja sama internasional dan akses ke pendanaan riset yang lebih luas.”

Selain manfaat ilmiah, proyek ini diharapkan memberikan dampak ekonomi signifikan. Dengan varietas sayuran yang lebih tahan terhadap fluktuasi iklim, petani dapat mengurangi risiko kegagalan panen, meningkatkan produktivitas, dan menurunkan biaya input seperti pestisida dan irigasi. Pada jangka menengah, hal ini berpotensi meningkatkan pendapatan rumah tangga petani, menstabilkan harga sayuran di pasar domestik, serta mengurangi ketergantungan pada impor.

Para pengamat ekonomi pertanian menilai bahwa inisiatif ini selaras dengan agenda pemerintah Indonesia tentang ketahanan pangan 2025‑2045. Menurut Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pertanian, bank genetik yang kuat menjadi fondasi untuk menciptakan varietas baru yang mampu berproduksi optimal di lahan marginal. Oleh karena itu, dukungan dari sektor swasta seperti Ewindo dianggap krusial dalam menutup kesenjangan antara riset laboratorium dan implementasi di lapangan.

Ke depan, Ewindo dan UGM berencana memperluas kerja sama ke wilayah lain, termasuk Sulawesi dan Papua, yang memiliki potensi genetik sayuran endemik tinggi. Tim kerja bersama akan melakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi varietas lokal yang belum terdokumentasi, serta mengintegrasikan pengetahuan tradisional petani dalam proses seleksi benih.

Kesimpulannya, penguatan kerja sama antara Ewindo dan UGM dalam menjaga keberlanjutan Bank Genetik Sayuran Nasional merupakan langkah strategis yang menggabungkan keahlian industri, kapasitas akademik, dan tujuan nasional dalam bidang ketahanan pangan. Upaya ini tidak hanya melindungi warisan genetik Indonesia, tetapi juga membuka jalan bagi inovasi pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di seluruh nusantara.

Pos terkait