123Berita – 05 April 2026 | Manchester City melaju ke semifinal FA Cup 2025/26 setelah menorehkan kemenangan telak 4-0 melawan Liverpool di Stadion Etihad. Kemenangan tersebut tidak hanya menegaskan dominasi Pep Guardiola, namun juga memicu kemarahan Erling Haaland yang tampak tak terkendali di ruang ganti pasca laga.
Sejak peluit pertama, City mengendalikan tempo permainan. Gol pembuka datang lewat gol spektakuler Kevin De Bruyne yang memanfaatkan ruang di antara bek Liverpool dengan tembakan jarak jauh yang melesat ke sudut atas gawang. Gol tersebut membuka kepercayaan diri tim, dan tak lama setelah itu, Haaland menambah angka lewat penyelesaian kepala yang kuat pada sundulan set‑piece dari Riyad Mahrez.
Gol ketiga dicetak oleh Phil Foden, yang memanfaatkan kebobolan pertahanan Liverpool akibat lini tengah yang belum sinkron. Foden menerima umpan terobosan dari Bernardo Silva dan menaklukkan kiper Liverpool dengan tembakan keras ke pojok bawah kanan. Penutup skor datang dari Haaland lagi, kali ini memanfaatkan kesalahan lini belakang Liverpool dalam mengontrol bola, sehingga ia berhasil mencetak peluang satu‑dua yang berujung pada gol keempat.
Dominasi City tidak hanya terlihat pada statistik serangan, melainkan juga pada penguasaan bola yang mencapai lebih dari 65 persen. Liverpool, yang biasanya menampilkan pertahanan rapat, tampak kebingungan menghadapi tekanan tinggi yang konsisten. Gagal menahan serangan cepat City, mereka hanya mampu menciptakan satu peluang semata, yang berujung pada tendangan sudut yang tidak berbahaya.
Setelah pertandingan usai, sorotan beralih kepada reaksi Haaland di ruang ganti. Pemain asal Norwegia terlihat sangat emosional, melontarkan kata‑kata keras kepada staf medis tim setelah ia harus digantikan pada menit ke‑85 karena cedera otot. Haaland mengaku frustasi karena rasa sakit yang ia rasakan menghalangi ia menambah gol lebih banyak, meski timnya sudah memenangi pertandingan dengan margin yang lebar.
“Saya sangat marah karena rasa sakit ini muncul di saat yang paling tidak tepat,” ujar Haaland kepada media, menambahkan bahwa ia berharap dapat kembali fit menjelang semifinal melawan tim lawan berikutnya. Pep Guardiola menanggapi situasi tersebut dengan tenang, menegaskan bahwa kesehatan pemain menjadi prioritas utama dan menegaskan kepercayaan penuh pada kedalaman skuad City yang dapat mengatasi absennya Haaland bila diperlukan.
Hasil 4-0 ini menambah catatan impresif City di kompetisi domestik musim ini, di mana mereka berhasil mengukir serangkaian kemenangan beruntun. Kemenangan atas Liverpool, tim dengan tradisi kuat di FA Cup, memberikan sinyal bahwa City siap menantang gelar juara sekaligus mengincar treble. Bagi Liverpool, kekalahan ini menjadi pukulan berat setelah serangkaian hasil kurang memuaskan di Premier League, memaksa Jurgen Klopp untuk mengevaluasi kembali strategi defensif tim.
- Gol: De Bruyne (13′), Haaland (27′), Foden (55′), Haaland (78′)
- Penguasaan bola: Manchester City 66% – Liverpool 34%
- Tembakan ke gawang: City 18 – Liverpool 4
Analisis taktik menunjukkan bahwa Guardiola menyiapkan formasi 4‑3‑3 yang fleksibel, dengan De Bruyne dan Bernardo Silva mengisi ruang tengah, serta Mahrez sebagai sayap kiri yang sering beralih posisi menjadi inside‑forward. Liverpool, yang menggunakan formasi 4‑2‑3‑1, gagal menutup celah di sisi kanan pertahanan, memungkinkan Mahrez dan Foden menembus lini belakang.
Para pendukung City di tribun Etihad menyaksikan aksi spektakuler ini dengan sorakan bergemuruh, sementara suporter Liverpool terlihat murung, mengingatkan akan kegagalan serupa yang pernah terjadi di perempat final sebelumnya. Media sosial dipenuhi dengan meme tentang Haaland yang ‘meledak’ serta harapan besar bagi City untuk menambah trofi.
Ke depan, Manchester City akan bertemu dengan pemenang antara Chelsea dan Tottenham di semifinal. Jika City berhasil mengatasi rintangan selanjutnya, mereka akan melaju ke final FA Cup, memperkuat peluang mereka meraih treble bersama Liga Premier dan Liga Champions.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan kembali posisi Manchester City sebagai salah satu tim paling dominan di Inggris, sementara Liverpool harus bangkit dari krisis performa yang kini mengancam ambisi mereka di kompetisi domestik dan Eropa.