123Berita – 04 April 2026 | Jakarta – Penyanyi sekaligus penulis lagu keturunan Korea Selatan-Amerika, EJAE, kembali menjadi sorotan publik setelah muncul spekulasi mengenai besarnya pendapatan royalti dari soundtrack film animasi K‑Pop Demon Hunters. Rumor yang beredar menyebutkan angka fantastis sebesar 45,6 miliar Won, setara dengan Rp514 miliar, menimbulkan antusiasme sekaligus pertanyaan di kalangan netizen dan media.
Film Demon Hunters memang mencatat rekor luar biasa di platform streaming global, Netflix. Hingga April 2026, film tersebut bertahan selama 41 pekan berturut‑turut di posisi Top 5 dan berhasil mengumpulkan lebih dari 325 juta penayangan. Kesuksesan visual tersebut turut mendorong popularitas soundtrack‑nya, yang menampilkan beberapa lagu yang dibawakan oleh EJAE.
Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Yongsan I’Park Mall, Seoul, pada Rabu, 1 April 2026, EJAE memberikan klarifikasi terkait rumor royalti tersebut. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi mengenai jumlah pasti yang akan diterima. “Saya belum benar‑benar tahu. Proses perhitungan royalti memang membutuhkan waktu,” ujar EJAE, mengutip wawancara dengan The Korea Times pada Jumat, 3 April 2026.
Produser musik Vince, yang terlibat dalam penciptaan lagu‑lagu hits “Soda Pop” dan “Your Idol” untuk film tersebut, menambahkan bahwa performa soundtrack melampaui standar industri. “Sebagai komposer K‑pop, masuk Top 5 Billboard adalah sesuatu yang sangat langka, sehingga sulit memperkirakan potensi pendapatan,” kata Vince. Ia menambahkan, “Jika royalti dari luar negeri mulai mengalir tahun depan, saya mungkin akan terkejut.
Meski angka yang beredar belum dapat dipastikan, potensi pendapatan dari proyek Demon Hunters diprediksi sangat besar. Hal ini tidak hanya berdampak pada pencipta lagu, tetapi juga pada seluruh tim produksi yang terlibat dalam film animasi tersebut.
Di luar spekulasi finansial, EJAE menampilkan sisi pribadi yang sederhana. Ia mengungkapkan rencana penggunaan dana yang nantinya dapat tercapai, jika memang royalti tersebut terbayar. “Saya ingin membelikan hadiah untuk ibu saya, dan saya juga akan menikah,” katanya dengan nada hangat. Rencana pernikahannya dijadwalkan pada November 2026, dan pengumuman tersebut mendapat sambutan positif dari para penggemar yang menghargai nilai keluarga yang dipegang kuat oleh artis tersebut.
Reaksi publik pun beragam. Sebagian mengapresiasi kesuksesan EJAE sebagai artis internasional, sementara yang lain menyoroti pentingnya transparansi dalam laporan keuangan artis. Namun, mayoritas netizen tampak lebih tertarik pada sisi humanis sang penyanyi, terutama niatnya untuk memberi hadiah kepada sang ibu dan melangsungkan pernikahan.
Secara keseluruhan, kejadian ini mencerminkan dinamika industri hiburan global, di mana kesuksesan sebuah film dapat berimplikasi pada pendapatan royalti yang signifikan bagi para kreator. Bagi EJAE, meskipun belum ada kepastian angka, ia tetap menekankan sikap realistis dan rendah hati, serta menempatkan prioritas pada keluarga.
Ke depan, para pengamat industri musik menantikan pengumuman resmi mengenai royalti yang akan diterima, serta dampaknya terhadap pasar musik K‑pop secara global. Sementara itu, EJAE tetap fokus pada persiapan pernikahan dan persiapan hadiah untuk sang ibu, menunjukkan bahwa di balik gemerlapnya dunia hiburan, nilai keluarga tetap menjadi prioritas utama.