Duel Fatal di Pangkep: Pria Diduga ODGJ Tewas Tertusuk Kayu Saat Perseteruan Keluarga

Duel Fatal di Pangkep: Pria Diduga ODGJ Tewas Tertusuk Kayu Saat Perseteruan Keluarga
Duel Fatal di Pangkep: Pria Diduga ODGJ Tewas Tertusuk Kayu Saat Perseteruan Keluarga

123Berita – 08 April 2026 | Warga Kampung Bonto Bila-bila, Desa Pattallassang, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, dikejutkan oleh sebuah insiden berdarah pada sore hari kemarin. Seorang pria berusia sekitar 30-an tahun yang diketahui memiliki riwayat gangguan jiwa (ODGJ) tewas setelah terlibat dalam duel perseteruan dengan kerabatnya dan disabet kayu secara fatal.

Petugas kepolisian setempat tiba di lokasi tak lama setelah laporan diterima. Tim medis yang dipanggil oleh aparat segera memberikan pertolongan pertama, namun luka yang diderita terlalu parah sehingga korban dinyatakan meninggal dunia di tempat.

Bacaan Lainnya

Kapolres Pangkep, Kombes Pol. Arif Hidayat, menyampaikan bahwa penyelidikan masih dalam tahap awal. “Kami telah mengamankan barang bukti berupa kayu yang menjadi senjata, serta mengidentifikasi semua pihak yang terlibat. Saat ini, kami sedang melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi untuk memastikan kronologi kejadian secara detail,” ujarnya dalam konferensi pers singkat.

Selain faktor perseteruan keluarga, pihak kepolisian juga menyoroti peran kondisi mental korban. Menurut keterangan warga sekitar, korban pernah mengalami gangguan jiwa yang tidak tertangani secara optimal. Salah satu tetangga mengungkapkan, “Dia pernah beberapa kali menunjukkan perilaku aneh, tetapi tidak ada yang mengantongi rekam medis yang jelas. Kami khawatir, kurangnya dukungan kesehatan mental menjadi pemicu tragedi ini.”

Kasus ini menambah deretan insiden kekerasan yang melibatkan faktor kesehatan mental di Sulawesi Selatan. Praktisi kesehatan setempat menekankan pentingnya penanganan ODGJ secara komprehensif, termasuk akses ke layanan psikologis dan program rehabilitasi. Dr. Siti Nurhaliza, psikolog di Puskesmas Labakkang, menjelaskan, “Orang dengan gangguan jiwa membutuhkan pemantauan terus-menerus serta dukungan keluarga. Ketika kondisi tidak terkelola, risiko konflik interpersonal dapat meningkat drastis.”

Pihak berwenang juga menegaskan bahwa penggunaan benda keras sebagai senjata, termasuk kayu, dapat berujung pada konsekuensi fatal. “Kami mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan perselisihan secara damai melalui mediasi atau melibatkan tokoh adat setempat, bukan dengan kekerasan,” tegas Kapolres.

  • Lokasi kejadian: Kampung Bonto Bila-bila, Desa Pattallassang, Labakkang, Pangkep.
  • Korban: Pria berusia 30-an tahun, diduga memiliki riwayat ODGJ.
  • Senjata: Kayu panjang yang disabet ke bagian dada korban.
  • Penyebab kematian: Luka tusukan kayu yang menyebabkan kerusakan organ vital.

Warga yang menyaksikan kejadian mengaku trauma dan menuntut keadilan. Seorang penduduk setempat, Ahmad Fauzi, menyatakan, “Kami tidak ingin lagi terjadi hal serupa. Harap ada tindakan tegas agar perselisihan keluarga tidak berakhir dengan darah.”

Di sisi lain, aparat desa berjanji akan meningkatkan sosialisasi mengenai penyelesaian sengketa secara non‑kekerasan serta memperkuat jaringan layanan kesehatan mental di wilayah tersebut. Kepala Desa Pattallassang, Ibu Ria, menambahkan, “Kami akan mengadakan pertemuan rutin dengan tokoh agama dan kesehatan untuk membangun mekanisme pencegahan konflik serta memberikan edukasi kepada warga tentang pentingnya dukungan bagi penderita ODGJ.”

Kasus duel maut ini menjadi peringatan keras bagi seluruh komunitas di Pangkep dan sekitarnya. Penegakan hukum, dukungan kesehatan mental, dan penyuluhan penyelesaian sengketa secara damai menjadi tiga pilar utama yang harus diperkuat untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.

Dengan proses hukum yang terus berjalan, keluarga korban berharap agar pelaku yang terlibat dapat diproses secara adil dan korban tidak menjadi contoh sia-sia. Sementara itu, kepolisian mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap tanda-tanda kekerasan atau potensi konflik yang dapat berujung pada tragedi, guna menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat.

Pos terkait