DPR Soroti Anggaran Minim Kemendukbangga dan Program Ayah Teladan

DPR Soroti Anggaran Minim Kemendukbangga dan Program Ayah Teladan
DPR Soroti Anggaran Minim Kemendukbangga dan Program Ayah Teladan

123Berita – 25 Juni 2026 | Langkah awal Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) dalam mengemban misi besar menurunkan angka stunting nasional langsung mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Anggaran yang dialokasikan untuk Kemendukbangga dinilai masih minim dan belum memadai untuk mengatasi permasalahan stunting di Indonesia.

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup serius di Indonesia. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, pada tahun 2020, sekitar 24,4% anak balita di Indonesia mengalami stunting. Angka ini masih cukup tinggi dan perlu penanganan yang serius dari pemerintah.

Bacaan Lainnya

Kemendukbangga sendiri telah memiliki beberapa program untuk mengatasi permasalahan stunting, salah satunya adalah program Ayah Teladan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan peran ayah dalam mengasuh anak dan mendukung tumbuh kembang anak. Namun, program ini masih belum efektif dalam mengatasi permasalahan stunting di Indonesia.

DPR juga mempertanyakan efektivitas program Ayah Teladan yang diluncurkan oleh Kemendukbangga. DPR menilai bahwa program ini belum memiliki dampak yang signifikan dalam menurunkan angka stunting di Indonesia. Oleh karena itu, DPR meminta Kemendukbangga untuk melakukan evaluasi terhadap program ini dan meningkatkan efektivitasnya.

Anggaran yang dialokasikan untuk Kemendukbangga juga dinilai masih minim. Pada tahun 2022, anggaran untuk Kemendukbangga hanya sekitar Rp 1,3 triliun. Anggaran ini dinilai belum memadai untuk mengatasi permasalahan stunting di Indonesia. Oleh karena itu, DPR meminta pemerintah untuk meningkatkan anggaran untuk Kemendukbangga pada tahun-tahun mendatang.

Dalam mengatasi permasalahan stunting di Indonesia, diperlukan kerja sama yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan swasta. Pemerintah perlu meningkatkan anggaran untuk program-program yang efektif dalam mengatasi permasalahan stunting, seperti program gizi dan kesehatan ibu dan anak. Masyarakat juga perlu dilibatkan dalam upaya mengatasi permasalahan stunting dengan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang stunting dan cara pencegahannya.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk mengatasi permasalahan stunting di Indonesia. Namun, upaya-upaya ini masih belum cukup efektif dalam menurunkan angka stunting di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih serius dan terpadu untuk mengatasi permasalahan stunting di Indonesia.

Mengatasi permasalahan stunting di Indonesia memerlukan waktu dan upaya yang panjang. Namun, dengan kerja sama yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan swasta, serta dengan peningkatan anggaran dan efektivitas program-program yang ada, diharapkan angka stunting di Indonesia dapat diturunkan secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.

Pos terkait