Donor Darah di Maluku: 30 Kantong Disumbangkan untuk Memperkuat Stok PMI Ambon

Donor Darah di Maluku: 30 Kantong Disumbangkan untuk Memperkuat Stok PMI Ambon
Donor Darah di Maluku: 30 Kantong Disumbangkan untuk Memperkuat Stok PMI Ambon

123Berita – 08 April 2026 | Jakarta, 8 April 2026 – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Penanggulangan Bencana (Ditjenpas) Provinsi Maluku menggelar aksi donor darah yang berhasil mengumpulkan tiga puluh kantong darah. Seluruh hasil pengumpulan diserahkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) wilayah Ambon untuk menambah persediaan darah yang selama ini mengalami keterbatasan.

Acara donor darah berlangsung di gedung kantor Ditjenpas Maluku pada sore hari, dengan melibatkan pegawai negeri, anggota militer, serta warga setempat yang bersedia menyumbangkan darah. Seluruh proses dilakukan sesuai prosedur medis yang ketat, mulai dari pemeriksaan pra-donor, pengambilan darah, hingga penyimpanan sementara dalam kantong khusus yang terjaga kebersihannya.

Bacaan Lainnya
  • Jumlah kantong darah yang berhasil dikumpulkan: 30 kantong.
  • Jenis golongan darah yang diterima: A, B, AB, dan O, baik positif maupun negatif.
  • Waktu pelaksanaan: 14:00–17:00 WIB, 8 April 2026.

PMI Ambon menerima sumbangan tersebut dengan sambutan hangat. Sekretaris PMI Ambon, Siti Nurhaliza, menyatakan rasa terima kasih kepada Ditjenpas Maluku dan seluruh donor yang berpartisipasi. “Setiap kantong darah memiliki nilai hidup yang tak ternilai. Dengan tambahan 30 kantong, kami dapat melayani lebih banyak pasien, terutama mereka yang membutuhkan transfusi darurat karena kecelakaan, operasi, atau komplikasi medis lainnya,” kata Siti.

Stok darah di wilayah Maluku, khususnya di Ambon, memang sering kali tertekan karena faktor geografis yang menantang dan keterbatasan fasilitas kesehatan. Pulau-pulau yang tersebar membuat distribusi darah menjadi proses yang memakan waktu, sehingga kebutuhan akan cadangan darah yang memadai menjadi sangat penting. Selain itu, tingkat kepedulian masyarakat terhadap donor darah masih relatif rendah, sehingga aksi-aksi seperti ini menjadi sarana edukasi sekaligus pemicu partisipasi publik.

Dalam upaya meningkatkan partisipasi, Ditjenpas Maluku bekerja sama dengan beberapa organisasi lokal, termasuk lembaga keagamaan, perguruan tinggi, dan komunitas relawan. Mereka mengadakan sosialisasi melalui media sosial, penyuluhan di sekolah, serta kampanye di tempat ibadah. Hasilnya, jumlah calon donor meningkat signifikan dibandingkan dengan kegiatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya.

Selain kontribusi langsung berupa kantong darah, aksi donor ini juga memberikan dampak positif pada persepsi masyarakat tentang peran pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana dan layanan kesehatan. Dengan menonjolkan nilai kebersamaan, program ini memperkuat jaringan solidaritas antar wilayah, khususnya antara Maluku dan Ambon, yang memiliki ikatan historis dan budaya yang kuat.

Secara statistik, menurut data PMI Ambon, pada bulan-bulan pertama tahun 2026 terjadi penurunan jumlah permintaan darah sebesar 12% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025. Penurunan ini diperkirakan dipengaruhi oleh peningkatan stok darah yang tersedia, berkat kontribusi dari donor lokal maupun bantuan dari luar wilayah, termasuk sumbangan dari Ditjenpas Maluku.

Ke depan, Ditjenpas Maluku berencana untuk memperluas program donor darah dengan menambah frekuensi kegiatan, melibatkan lebih banyak mitra, dan mengoptimalkan penggunaan teknologi digital untuk mempermudah pendaftaran serta monitoring donor. Rencana tersebut mencakup penggunaan aplikasi mobile yang dapat menginformasikan ketersediaan stok darah secara real-time, mengingatkan calon donor tentang jadwal kegiatan, serta memberikan sertifikat digital sebagai bentuk apresiasi.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan jumlah kantong darah yang terkumpul setiap bulannya dapat meningkat dua kali lipat, sehingga tidak hanya memenuhi kebutuhan PMI Ambon, tetapi juga membantu daerah-daerah sekitarnya yang sering mengalami krisis pasokan darah.

Kesimpulannya, aksi donor darah yang digelar oleh Ditjenpas Maluku tidak sekadar mengumpulkan tiga puluh kantong darah, melainkan menjadi katalisator perubahan dalam budaya donor di wilayah kepulauan. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah, organisasi sosial, dan masyarakat luas menjadi kunci utama untuk memastikan ketersediaan darah yang memadai, menjamin keselamatan pasien, dan memperkuat ketahanan kesehatan regional.

Pos terkait