Desa Sausu Tambu Raih Penghargaan Nasional, Dorong Ekonomi Pesisir dan Pariwisata Lokal

Desa Sausu Tambu Raih Penghargaan Nasional, Dorong Ekonomi Pesisir dan Pariwisata Lokal
Desa Sausu Tambu Raih Penghargaan Nasional, Dorong Ekonomi Pesisir dan Pariwisata Lokal

123Berita – 04 April 2026 | Desa Sausu Tambu, yang terletak di pesisir Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, baru-baru ini mengukir prestasi dengan terpilih sebagai desa wisata terbaik ke-9 tingkat nasional. Penghargaan tersebut tidak hanya menambah kebanggaan warga, tetapi juga menegaskan keberhasilan strategi terpadu dalam mengoptimalkan potensi ekonomi pesisir dan mengembangkan destinasi wisata berbasis kearifan lokal.

Keberhasilan Sausu Tambu tidak datang secara tiba-tiba. Selama tiga tahun terakhir, pemerintah desa bersama Badan Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta lembaga swadaya masyarakat mengimplementasikan program terintegrasi yang mencakup revitalisasi pantai, pelestarian budaya, serta pemberdayaan ekonomi kreatif. Program ini menitikberatkan pada tiga pilar utama: konservasi lingkungan, peningkatan kualitas layanan wisata, dan penguatan sektor perikanan serta agribisnis.

Bacaan Lainnya

Berikut beberapa inisiatif kunci yang menjadi faktor pendorong keberhasilan desa:

  • Pengelolaan Pantai Berkelanjutan: Desa membentuk tim pengawas pantai yang melibatkan nelayan, mahasiswa lingkungan, dan aparat desa. Tim ini secara rutin melakukan pembersihan sampah, pemantauan kualitas air, serta menegakkan zona larangan penangkapan ikan pada masa pemijahan.
  • Revitalisasi Budaya Lokal: Festival budaya tahunan yang menampilkan tarian tradisional, musik sape, serta pameran kerajinan tangan berhasil menarik wisatawan domestik. Produk-produk kerajinan seperti anyaman rotan dan perhiasan kulit dipasarkan melalui platform e‑commerce desa.
  • Pengembangan UMKM Pesisir: Pelatihan pembuatan produk olahan ikan (seperti kerupuk ikan dan abon) serta pemasaran digital diberikan kepada 120 pelaku usaha. Hasilnya, pendapatan rata‑rata rumah tangga yang bergantung pada sektor perikanan meningkat sebesar 35 persen dalam dua tahun terakhir.
  • Infrastruktur Wisata: Pemerintah daerah mengalokasikan dana khusus untuk pembangunan jalur pejalan kaki, area parkir, serta fasilitas sanitasi ramah lingkungan. Pembangunan menara pengamatan (observatorium) yang menghadap ke Selat Makassar kini menjadi spot foto favorit di media sosial.

Penghargaan nasional yang diraih Sausu Tambu menjadi bukti bahwa pendekatan holistik dapat menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan. Menurut Kepala Desa Sausu Tambu, Bupati Mamuju, dan perwakilan Kementerian Pariwisata, masing‑masing menyoroti pencapaian berikut:

Kepala Desa Sausu Tambu, Bapak Joko Hidayat menyatakan, “Penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh warga. Kami tidak hanya fokus pada pariwisata, tetapi juga pada kesejahteraan nelayan dan petani yang menjadi tulang punggung ekonomi desa. Integrasi antara sektor wisata dan ekonomi pesisir menjadi kunci utama.”

Bupati Mamuju, Dr. Ahmad Riza menambahkan, “Desa Sausu Tambu menjadi contoh terbaik bagi daerah lain di Sulawesi Barat. Pemerintah kabupaten akan terus mendukung inisiatif serupa, terutama dalam penyediaan modal dan pelatihan teknis bagi UMKM.”

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menegaskan, “Penghargaan ini memperlihatkan bagaimana desa dapat mengelola potensi alam dan budaya secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan pendapatan lokal. Kami akan memfasilitasi replikasi model Sausu Tambu di wilayah lain.”

Secara kuantitatif, data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mamuju menunjukkan peningkatan kunjungan wisatawan sebesar 68 persen sejak tahun 2021. Pendapatan per kapita desa naik dari Rp 12 juta menjadi Rp 18 juta per tahun. Tingkat pengangguran menurun dari 12,5 persen menjadi 7,8 persen, terutama berkat terbukanya lapangan kerja di sektor pariwisata, perikanan, dan kerajinan.

Keberhasilan ini juga berdampak pada peningkatan kesadaran lingkungan. Program edukasi sekolah yang mengajarkan pentingnya konservasi terumbu karang dan mangrove telah melibatkan lebih dari 800 siswa. Sebagian besar siswa melaporkan perubahan sikap positif terhadap pengelolaan sampah dan perlindungan habitat laut.

Meski begitu, tantangan tetap ada. Desa masih harus mengatasi keterbatasan akses transportasi, terutama pada musim hujan yang dapat menyulitkan arus wisatawan. Selain itu, kebutuhan akan sumber daya manusia terampil dalam bidang hospitality dan pemasaran digital terus meningkat.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah desa merencanakan pembangunan terminal penumpang mini yang terhubung dengan pelabuhan kecil, serta kerja sama dengan perguruan tinggi terdekat untuk program magang dan pelatihan hospitality. Pada tahun depan, Sausu Tambu juga berencana meluncurkan aplikasi mobile yang memuat peta wisata, jadwal acara budaya, serta marketplace produk lokal.

Dengan segala upaya yang telah dilakukan, desa Sausu Tambu tidak hanya berhasil menancapkan namanya di panggung nasional, tetapi juga menyiapkan pondasi yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi desa‑desa lain di Indonesia untuk mengintegrasikan potensi alam, budaya, dan ekonomi dalam satu strategi terpadu.

Kesimpulannya, penghargaan desa wisata terbaik ke‑9 tingkat nasional bagi Sausu Tambu menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dapat menciptakan model pengembangan desa yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan warga, serta memperkaya tawaran wisata Indonesia di mata dunia.

Pos terkait