123Berita – 07 April 2026 | Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) secara resmi mengumumkan bahwa PT Wijaya Karya (WIKA) tidak akan lagi terlibat dalam pengembangan proyek kereta cepat Jakarta‑Bandung yang diberi nama Whoosh. Keputusan ini diungkapkan pada sebuah konferensi pers yang dihadiri oleh sejumlah pejabat senior Danantara serta perwakilan media nasional. Pengumuman tersebut menandai perubahan signifikan dalam struktur kemitraan proyek yang semula mengandalkan kompetensi teknik WIKA sebagai kontraktor utama.
Direktur Utama Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa langkah pencabutan WIKA didasari oleh pertimbangan strategis yang melibatkan evaluasi kinerja, kepatuhan terhadap jadwal, serta kesesuaian biaya. Menurut Oskaria, selama fase persiapan teknik dan studi kelayakan, WIKA belum mampu menunjukkan progres yang sejalan dengan target waktu yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan investor. “Kami harus memastikan setiap mitra memiliki kemampuan untuk mengeksekusi proyek dalam kerangka waktu yang ketat, mengingat pentingnya Whoosh bagi percepatan mobilitas antara ibu kota dan kota satelit,” ujar Oskaria.
Beberapa alasan konkret yang disampaikan antara lain:
- Keterlambatan Penyampaian Dokumen Teknis: WIKA membutuhkan waktu lebih lama dari yang dijadwalkan untuk menyerahkan dokumen desain dan spesifikasi, yang berdampak pada penundaan proses perizinan.
- Perbedaan Standar Manajemen Risiko: Danantara menilai bahwa pendekatan WIKA terhadap manajemen risiko tidak sejalan dengan kebijakan internal yang menekankan mitigasi dini terhadap potensi overruns.
- Isu Kualitas dan Pengawasan: Audit internal mengidentifikasi beberapa temuan kualitas pada paket pekerjaan awal, yang memicu kekhawatiran tentang konsistensi standar konstruksi.
Selain faktor teknis, Oskaria menyoroti dinamika keuangan yang juga menjadi pertimbangan. Proyek Whoosh diproyeksikan menelan investasi ratusan miliar rupiah, sehingga efisiensi biaya menjadi prioritas utama. Dalam penilaian ulang, Danantara menemukan bahwa penawaran biaya WIKA relatif lebih tinggi dibandingkan dengan alternatif kontraktor lain yang sudah menunjukkan rekam jejak penyelesaian proyek serupa dengan nilai kontrak yang lebih kompetitif.
Penggantian WIKA tidak berarti proyek akan berhenti. Danantara telah menyiapkan proses seleksi cepat untuk mencari mitra baru yang mampu mengisi kekosongan teknis dan operasional. Daftar calon kontraktor meliputi perusahaan BUMN lain serta pemain swasta dengan pengalaman di bidang transportasi berkecepatan tinggi. Proses ini akan dilakukan melalui mekanisme tender terbuka yang diharapkan selesai dalam tiga bulan ke depan.
Reaksi industri dan pemangku kepentingan pun beragam. Beberapa analis menilai keputusan ini sebagai langkah realistis untuk mengurangi risiko penundaan lebih lanjut, sementara pihak lain mengkhawatirkan potensi biaya tambahan yang muncul akibat perubahan kontraktor di tengah fase perencanaan. Namun, Dony Oskaria menegaskan bahwa manfaat jangka panjang—termasuk kepastian jadwal operasional dan pengendalian biaya—lebih besar daripada biaya transisi yang mungkin timbul.
Proyek Whoosh sendiri merupakan bagian penting dari agenda pemerintah untuk mempercepat konektivitas antara Jakarta dan Bandung, dua kota besar dengan intensitas mobilitas tinggi. Dengan kecepatan operasional yang direncanakan mencapai 350 km/jam, Whoosh diharapkan dapat memotong waktu tempuh perjalanan menjadi kurang dari 30 menit, sekaligus mengurangi beban lalu lintas di jalur darat. Keberhasilan proyek ini diyakini akan menjadi model bagi pengembangan jaringan kereta cepat lainnya di Indonesia.
Keputusan Danantara untuk memutuskan kerja sama dengan WIKA sekaligus mencari mitra baru mencerminkan tekad kuat untuk menjaga integritas dan kelancaran pelaksanaan proyek Whoosh. Meskipun perubahan ini menambah kompleksitas administratif, pihak manajemen menegaskan bahwa setiap langkah diambil dengan pertimbangan matang demi kepentingan publik dan investor. Dengan strategi baru, diharapkan proyek Whoosha tetap berada pada jalur yang tepat untuk diselesaikan sesuai target awal.





