Bupati Kediri Mas Dhito Tinjau Kantor Baru Disparbud, Beri Masukan Strategis untuk Pengelolaan Museum

Bupati Kediri Mas Dhito Tinjau Kantor Baru Disparbud, Beri Masukan Strategis untuk Pengelolaan Museum
Bupati Kediri Mas Dhito Tinjau Kantor Baru Disparbud, Beri Masukan Strategis untuk Pengelolaan Museum

123Berita – 09 April 2026 | Kediri, 9 April 2026 – Bupati Kediri, Mas Dhito, melakukan kunjungan resmi ke kantor baru Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparbud) yang berlokasi di kompleks pemerintahan Kabupaten Kediri. Kunjungan ini tidak hanya bersifat inspeksi fasilitas, melainkan juga menjadi forum dialog antara pemerintah daerah dengan kepala dinas terkait peran museum dalam memajukan sektor pariwisata dan kebudayaan.

Selama tur keliling ruangan kerja, ruang pertemuan, serta laboratorium multimedia yang baru dibangun, Mas Dhito menyoroti pentingnya integrasi teknologi dalam penyajian koleksi museum. Ia menekankan bahwa museum tidak lagi sekadar tempat penyimpanan artefak, melainkan menjadi pusat edukasi interaktif yang mampu menarik generasi milenial dan Gen Z.

Bacaan Lainnya

“Kantor baru ini sudah sangat representatif, namun yang terpenting adalah bagaimana kita mengoptimalkan fungsi museum sebagai daya tarik wisata budaya. Saya berharap Disparbud dapat mengadopsi pendekatan yang lebih inovatif, seperti penggunaan augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) untuk memperkaya pengalaman pengunjung,” ujar Mas Dhito dalam rapat singkat bersama Kepala Disparbud, Dr. Iwan Prasetyo.

Mas Dhito menyampaikan tiga poin utama yang perlu menjadi prioritas:

  • Peningkatan Koleksi dan Kurasi – Memperluas jaringan kerja sama dengan lembaga kebudayaan nasional dan internasional untuk memperkaya koleksi, serta melibatkan pakar kurasi dalam penyusunan tema pameran yang relevan dengan sejarah Kediri.
  • Digitalisasi Arsip – Membuat katalog digital yang dapat diakses secara online, sehingga masyarakat tidak terbatas pada kunjungan fisik. Ini juga membuka peluang bagi peneliti luar daerah untuk memanfaatkan data museum.
  • Pemberdayaan Komunitas Lokal – Mengajak seniman, perajin, dan komunitas pendidikan setempat untuk berpartisipasi dalam program pameran temporer, workshop, serta program magang di museum.

Selain tiga poin utama, Mas Dhito juga menekankan pentingnya peningkatan sumber daya manusia (SDM) di museum. Ia mengusulkan pelatihan berkelanjutan bagi staf museum dalam bidang manajemen koleksi, pemasaran digital, serta pelayanan pelanggan. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia akan menjadi kunci keberhasilan strategi jangka panjang.

Dr. Iwan Prasetyo menyambut baik masukan tersebut dan menjanjikan bahwa Disparbud akan menyusun rencana aksi konkret dalam tiga bulan ke depan. “Kami sudah menyiapkan roadmap digitalisasi, namun masukan Bapak Bupati memberikan arah yang lebih terfokus pada interaktivitas dan kolaborasi lintas sektor,” kata Iwan.

Dalam konteks kebijakan, kunjungan ini juga bertepatan dengan program Pemerintah Kabupaten Kediri untuk meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Museum dipandang sebagai salah satu aset budaya yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, terutama ketika dipadukan dengan promosi digital yang tepat.

Mas Dhito menambahkan, “Kita harus memanfaatkan potensi museum tidak hanya sebagai tempat belajar sejarah, tetapi juga sebagai ruang ekonomi kreatif. Misalnya, menjual merchandise berbasis koleksi, atau menyelenggarakan event budaya yang melibatkan pelaku UMKM setempat. Dengan begitu, museum menjadi motor penggerak ekonomi lokal.”

Pengguna media sosial di Kediri pun menyambut positif langkah ini. Beberapa komentar menyoroti harapan agar museum Kediri menjadi destinasi utama dalam paket wisata budaya, terutama bagi pelajar dan wisatawan yang tertarik pada warisan Hindu-Buddha di Jawa Timur.

Secara struktural, kantor baru Disparbud dilengkapi dengan fasilitas modern, termasuk ruang pamer virtual, laboratorium konservasi, serta pusat riset kebudayaan. Fasilitas-fasilitas ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program-program inovatif yang diusulkan oleh Mas Dhito.

Di akhir kunjungan, Mas Dhito menegaskan kembali komitmen pemerintah Kabupaten Kediri untuk terus mendukung Disparbud dalam mengimplementasikan kebijakan berbasis data dan teknologi. “Kami siap menyediakan alokasi anggaran khusus untuk digitalisasi museum, serta membuka pintu bagi sponsor swasta yang ingin berinvestasi dalam pengembangan budaya,” tuturnya.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, Disparbud, serta pemangku kepentingan lain, diharapkan museum Kediri tidak hanya menjadi saksi bisu sejarah, tetapi juga menjadi agen perubahan yang memicu pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata berkelanjutan.

Kesimpulannya, kunjungan Mas Dhito ke kantor baru Disparbud menandai titik tolak penting dalam upaya memperkuat peran museum sebagai pusat edukasi, inovasi, dan ekonomi kreatif di Kabupaten Kediri. Implementasi masukan yang konkret diharapkan dapat meningkatkan daya saing museum regional dalam era digital, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.

Pos terkait